My Diary.
to Share my Life Events

Rukun Pangkal Bahagia

Suatu hari saya tidak sengaja menonton film televisi di RCTI. Karena ceritanya cukup menarik, akhirnya saya ikuti sampai akhir. Meskipun sampai akhir cerita, saya tidak tahu judulnya apa hehe… Kali ini temanya bukan soal cerita cinta remaja, tapi soal keluarga.

Dikisahkan seorang anak laki-laki dalam sebuah keluarga, bernama Rio, menjadi begitu depresi sejak kematian ayahnya yang diakibatkan kelalaiannya mengemudi. Dia tidak berkonsentrasi menyetir karena patah hati, ditinggalkan kekasihnya. Depresi yang dialaminya cukup parah, sampai terus saja berteriak-teriak dan linglung, menyebabkan keluarganya putus asa dan menuduhnya gila. Kakak dan adik-adiknya terus saja menganggap Rio seharusnya dikirim ke rumah sakit jiwa, karena dengan dia tetap di rumah maka mempermalukan dan menyusahkan keluarga. Lebih dari itu, Rio dianggap telah membunuh ayahnya karena kesalahan yang dilakukannya.
  •  
Riyuni Asih Riyuni Asih Author

Langit-langit

Langit-langit, 
ya bukan langit, 
hanya langit-langit...

Pernahkah memandangnya?
Berbaring di lantai, menatap ke atas, menatap langit-langit
Damai rasanya
Terlebih jika sedang gundah, sedih, atau rindu
Tiba-tiba muncul wajah orang yang begitu diharapkan, 
siapa saja yang sedang dipikirkan
Seolah kemudian tersenyum dan menyapa,
atau menyampaikan kalimat yang menenangkan jiwa...

Aku pun tersenyum, lalu bangkit dengan lebih bersemangat

Dia dekat, mereka dekat
Meskipun berada entah dimana
Walaupun jauh atau menjauh
Sebenarnya dekat, dalam bilik hati yang tak akan pergi

Ya, tak sejauh langit, tapi sedekat langit-langit...
Riyuni Asih Riyuni Asih Author

Masak Tak Masak

Entah apa yang terjadi pada saya beberap hari yang lalu. Semuanya serba ngga jelas dan kacau. Paginya beberes rumah dilanjut masak. Karena paginya sudah beli nasi uduk, jadilah ngga terburu-buru masaknya. Menimbang-nimbang kapan mau masak nasi, pagi ini sekalian atau nanti siang aja buat makan siang. Ehm…setelah dipikir-pikir daripada harus nanti siang capek lagi, pagi aja deh masaknya. And then, cuci beras lalu masukin deh ke rice cooker.
  •  
Riyuni Asih Riyuni Asih Author

Hmmm...

Hmmm…
(manyun)

Aku ingin bercerita. Aku rindu menulis. Tapi rasanya mulut terkunci, pikiran melayang-layang entah kemana, dan jari-jaripun hanya bisa berhenti kaku di atas tuts keyboard. Semua menumpuk, menyumbat aliran darah di kepala. Apa yang ingin kuceritakan? Apa yang mau kutulis? Buntu. Inspirasiku seolah pergi, menghilang. Beberapa pekerjaan menulisku pun hanya bisa kupandangi, lembaran tak kunjung bertambah, padahal batas waktu semakin dekat.

Seorang sahabat pernah berkata, tulisan itu makhluk hidup, jika kita tidak bisa menghembuskan nyawa di dalamnya, maka yang kita hasilkan adalah benda mati yang tidak dapat memberikan manfaat pada sesama.

Ya, apa yang kita rasa, pikir, dan renungkan akan sangat mempengaruhi tulisan yang kita buat. Seperti menulis cerpen, ceritanya akan lebih hidup jika sang penulis mencoba merasakan masuk ke dalam lakon. Ya, dan apa yang kita ceritakan dan tuliskan haruslah bernyawa, memberikan manfaat bagi orang lain dan diri sendiri.
Riyuni Asih Riyuni Asih Author

Welcome Back

Sudah hampir dua bulan saya tidak menulis di blog ini... Kangen, kangen bercerita... Sebenarnya banyak hal yang ingin saya ceritakan, tuliskan, dan bagikan, namun mood untuk menuangkan cerita yang ada masih bertahan di kepala dan sedikit menjadi draft di laptop. Dan kali ini, saya ingin memulai menulis kembali. Meskipun hanya sedikit sebagai pembakar semangat diri sendiri.

Welcome back, Riyuni ^_^
Riyuni Asih Riyuni Asih Author

Saatnya Solusi Jangka Panjang Bagi Stabilnya Harga Daging Sapi

Harga daging sapi terus meningkat sejak akhir tahun 2012, terlebih pada bulan Ramadhan dan menjelang hari raya Idul Fitri. Berdasarkan data Dinas Perindustrian dan Perdagangan Propinsi DKI Jakarta, sampai dengan tanggal 12 Juli 2013, harga daging sapi di Jakarta telah menyentuh angka Rp101.000,-. Namun demikian, harga tersebut masih lebih rendah bila dibandingkan dengan harga daging sapi di Bandung yang mencapai Rp109.000,-. Sedangkan di kota-kota besar lainnya seperti Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Denpasar, Medan, dan Makasar, harga daging sapi masih berkisar antara Rp78.000,- sampai Rp97.000,-.
Berdasarkan data BPS, harga daging pada bulan Juli 2013 mencapai Rp95.000,-. Sejumlah media bahkan menyebutkan bahwa harga daging di pasaran telah mencapai Rp120.000,-. Secara umum, kenaikan harga daging sapi secara nasional dapat dilihat pada pada gambar berikut:
Riyuni Asih Riyuni Asih Author

Kenapa Ratu Boko?

Jogja dan Jawa Tengah terkenal dengan objek wisata sejarah berupa candi. Banyak sekali candi yang dapat ditemukan dan dijelajahi. Kompleks Taman Wisata Candi Borobudur dan Kompleks Taman Wisata Candi Prambanan merupakan objek wisata candi terbesar dan paling diunggulkan. Namun ada satu objek lagi yang tak kalah menarik, yaitu Taman Wisata Candi Ratu Boko yang terletak tak jauh dari Taman Wisata Candi Prambanan. Selain itu banyak juga candi-candi yang lebih kecil tersebar dan menjadi situs purbakala yang menarik untuk dikunjungi.

Dari semua objek wisata candi tersebut, Taman Wisata Candi Ratu Boko menjadi favorit saya. Kenapa?? Berikut alasannya:
  •  
  •  
  •  
Riyuni Asih Riyuni Asih Author

Pencapaian


Setiap manusia pasti memiliki keinginan dan cita-cita untuk diwujudkan.

Perbedaan dari tiap manusia adalah cara mencapainya. Ada yang hanya berangan-angan dan dihidupkan dalam pengandaian, ada yang berusaha mewujudkan keinginannya dengan setengah hati dan diliputi keraguan, ada pula yang bekerja keras dan membekali diri dengan optimisme.
Riyuni Asih Riyuni Asih Author

Langit Warna-warni


Setiap pagi membuka mata, aku bisa memandang langit tanpa harus beranjak dari ranjang. Hanya cukup memalingkan muka ke arah kanan. Jendela. Sepasang jendela berkaca nako dengan strimin penghalang nyamuk, yang gordennya hampir selalu terbuka.  
  •  
Riyuni Asih Riyuni Asih Author

Selamat Datang di Desa Salbait

Jumat, 5 April 2013
------------------------

Melanjutkan cerita saya di tulisan  "Finally, Kupang!" Perjalanan kali ini menuju ke sebuah desa di Nusa Tenggara Timur, untuk melihat lokasi pengembangan peternakan sapi dan mengunjungi beberapa kelompok peternak di desa tersebut. Desa Salbait, Kecamatan Mollo Barat, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS). Demi sampai di desa ini, kami (saya beserta rombongan kantor dan pegawai Dinas Peternakan setempat) harus melakukan perjalanan sekitar 2 jam dari Kota Soe (Ibukota kabupaten TTS) dengan medan yang tidak bisa dibilang ringan, karena  jauh, jalannya terjal dan harus pakai mobil 4 WD. Kalau yang nggak tahan, mungkin akan "mabok" (untung saya sudah nggak mabokan lagi hehe..).
  •  
  •  
Riyuni Asih Riyuni Asih Author

Hati yang Mati

Seperti tak ada lagi kehidupan dalam relung jiwa.
Binar-binar yang dulu selalu menebar bahagia, kini padam, muram.
Kepedulian terbang tergantikan keangkuhan.

Gelap...sunyi...hampa...

Hei...
Dimanakah cinta?
Dimanakah ceria?

Kemanakah hati lembutmu pergi?
Mungkinkah dia telah mati?

Ya, mungkin memang telah mati...

Riyuni Asih Riyuni Asih Author

Tiga Detik


Aku hanya bisa melihat punggungnya berlalu di depan mataku untuk beberapa saat sebelum dia bersiap kemudian masuk ke dalam mobilnya. Ingin sekali kupeluk dia sebentar saja.  Sudah kutahan untuk tak meminta padanya, tapi semakin kutahan, semakin tak tertahan air mata yang mengalir dari ujung mataku.
Riyuni Asih Riyuni Asih Author

Finally, Kupang!

Kita sering kali tidak tahu, kemana kaki ini akan melangkah. Saya pun juga tidak menduga bahwa di awal bulan April 2013, saya bisa menjejakkan kaki di salah satu tempat yang sudah sejak lama ingin saya kunjungi karena "mupeng" dengan saudara saya yang sering sekali tugas ke sana. Kupang. 
  •  
Riyuni Asih Riyuni Asih Author

Dia...


Jam telah menunjukkan pukul 02.00 dini hari, dan kami seakan belum puas duduk berbincang di gazebo belakang rumah sedari pukul 21.00. Dua cangkir cokelat panas telah aku habiskan, dan dua cangkir kopi panas telah membuatnya terjaga sampai malam.

Mulut ini seperti tak mau berhenti bicara.
Telinga ini seolah tak kuasa untuk tak mendengar.
Riyuni Asih Riyuni Asih Author

Senja


Aku duduk membonceng sepeda motor yang dikendarai Bapak sore ini. Melewati ruas jalan perbatasan yang tak luas namun indah menawan. Mataku tak hentinya memandang ke arah barat. Menatap merahnya langit yang mampu membawa pikiran menerawang, hati bergejolak, dan airmata yang berontak ingin keluar. Awan-awan berwarna abu-abu menyeruak diantara jingga angkasa. Menambah ketertarikanku untuk terus menikmati pesonanya. 
  •  
  •  
Riyuni Asih Riyuni Asih Author

Pendidikan Tanggung Jawab Siapa?

Suatu hari, ada seorang Ibu datang ke rumah kami sambil menangis dan terduduk di lantai. Si Ibu ini mencurahkan kesedihannya, nggak punya uang untuk membayar biaya masuk anaknya ke SLTA. Waktu itu sekitar 2 juta rupiah. Anaknya pintar, dan berkeinginan tinggi untuk bisa sekolah. Dia pinjam uang ke seorang tetangga, malah diberikan bunga pinjaman yang justru mencekik leher, sampai-sampai dia menggadaikan Magic Jar (pemanas nasi) yang dimilikinya. Saya dan Ibu Saya yang dicurhati benar-benar merasa sedih dan iba, tapi kami saat itu juga sedang tidak punya uang sebanyak itu untuk membantunya. 

  •  
  •  
Riyuni Asih Riyuni Asih Author

Harga Daging Sapi Naik: Dilema Pemerintah


Sebagian masyarakat Indonesia sedang resah terkait harga daging sapi yang cenderung meningkat tajam. Program Swasembada Daging Sapi dan Kerbau (PSDSK) tahun 2014 yang mengurangi alokasi impor daging sapi secara signifikan dalam beberapa tahun ini dituding beberapa pihak sebagai pemicu lonjakan harga daging yang begitu tinggi dan ketersediaan daging di pasaran yang semakin sulit diperoleh. Padahal, Permentan 50 tahun 2011 dan Permendag 24 tahun 2011 menyebutkan bahwa daging impor hanya diperuntukkan bagi industri, hotel, restoran, dan catering. Dengan demikian, keberadaan daging sapi impor seharusnya tidak secara signifikan berpengaruh pada kenaikan harga daging sapi di pasar.
Riyuni Asih Riyuni Asih Author

Sabtu, 23 Februari 2013

Saya bergegas mengemas barang kemudian berjalan menyusul atasan saya untuk bersiap pergi ke Gedung DPR RI di Senayan. Atasan saya akan menjadi salah satu narasumber seminar terkait dengan swasembada dan impor daging sapi yang diadakan oleh salah satu fraksi partai besar. Berhubung dari pagi belum makan, perut terasa perih dan kepala agak pusing, lapar! Kurang konsentrasi ketika diajak berdiskusi di dalam mobil :-p Luckily, kami dapat makan siang di acara tersebut ^^ #terselamatkan..

  •  
  •  
Riyuni Asih Riyuni Asih Author

Angkot oh Angkot

"brruukkk..."
"aduuh.."

Tubuh saya tiba-tiba terpelanting ke depan ketika supir angkot ngerem mendadak. Dan itu tidak hanya terjadi sekali, jadi saya kemudian siap siaga pegangan kursi angkot. 

Setiap hari ke kantor saya naik angkot. Banyak serba serbi yang bisa dirasakan saat naik angkot ini. Baik senang maupun susah :-D Senangnya, kalau di Jakarta kita bisa banyak temui angkot di mana-mana jadi nggak perlu bingung cari angkutan. Selain itu ongkosnya juga tidak terlalu mahal, sekitar Rp 2.000 - Rp 3.000. Nggak perlu berdiri seperti kalau naik bus yang penuh dan berdesak-desakan.

Tapiiii.....susahnya juga nggak sedikit! Angkot suka ngetem (mangkal) dan berhenti seenaknya, nggak kenal istilah halte, akibatnya ya itu ngerem mendadak dan membuat penumpangnya terpelanting. Tapi terkadang penumpangnya juga yang keliru, minta berhenti mendadak sehingga si supir ngerem mendadak juga. Angkot juga sering melaju seenaknya, memotong jalan dan nyalip-nyalip sekenanya. Yang bikin ngeri, kalau ada pengamen atau peminta-minta di angkot, kadang-kadang suka maksa, nah posisi mobil yang sempit dan pintu penumpang cuma satu jadi bikin tambah parno. 

Kejadian yang bikin jengkel banget adalah ketika diturunkan di tengah perjalanan. Saya pernah pulang kantor naik angkot yang biasanya, ehh ternyata cuma diturunkan di terminal Senen yang jaraknya masih jauh dari kos. Lebih parah lagi, ketika beberapa hari lalu saya dan seorang teman naik angkot kemudian diturunkan di perempatan lampu merah yang sedang nggak karuan macet dan lalu lalangnya, di tengah hujan pula. Posisi kantor masih lumayan jauh kalau harus ditempuh dengan jalan kaki (hujan dan nggak bawa payung). Kami kemudian harus nyebrang jalan sambil hujan-hujan dan menunggu taxi yang tak kunjung lewat. Hemmmhh... what a day! Alhasil, teman saya langsung demam, badannya panas. ~~" (semoga lekas sehat yaa....)

Huhuhu...sebel siiihh sebenarnyaaa, tapi bagaimana lagi, masih butuh naik angkot tiap hari untuk sampai kantor. Angkot membantu banyak orang (termasuk saya) dalam hal transportasi umum meskipun masih banyak kekurangannya. Namun, sebagai warga, saya masih sangat berharap transportasi umum di kota ini dan negeri ini semakin baik lagi. Baik kendaraannya, sistemnya, supirnya, jalannya, dan penumpangnya. ^^ Sehingga permasalahan transportasi dan kemacetan bisa ditangulangi dengan lebih baik lagi. 

Riyuni Asih Riyuni Asih Author

How high our dream should be?


Each people in the world has desires to be reached and to be realized. We can call that desires as DREAM. Why should we have dream? Because dream encourages us to fight and to make our goals come true. Dreaming can also make the seemingly impossible becomes real.

We usually have a lot of dreams, either small one or big one. For example, desire to have great academic score, desire to have a new phone, desire to enroll state university, dream to have a new car, dream to become a celebrity, dream to study abroad, dream to work in a prestigious company, dream to create a plane, etc.

Many spectacular things created, started from a dream. Nobody would ever think that Michael Faraday in 1821 could find a useful thing for human life – electricity. A sophisticated i-pad would not be able to exist if Steve Job had given up of his willing on creating an up to date and useful gadget. Indonesia as a third country could produce an advanced aircraft because of the enormous dream of B.J. Habibie. 

Oftentimes, we are shackled by our mindset “I can not” or “It is impossible”. Actually, this is our biggest obstacle to make our ideals happened. Endeavor and pray are the best way to pursue the goals of our lives. We have to believe that God can bring our desires into reality. So, why should we surrender and say “impossible” before struggling and praying?! Impossible is nothing.

Yet, we should be careful with our ambitions. Sometimes, some people attempt to get all what they want by many short cut methods which can harm others. This is not correct. We need to walk in the right way to arrive in our big dreams

And then,
How high our dream should be?
As high as the sky!
That sentence is a piece of advice for people to dream high, without afraid of being failed. Everyone has right to dream as well as right to do an effort to realize their wishes. The final result is determined by God. The more the effort, the bigger the possibility we have.

Dare to dream, dare to realize!



  •  
Riyuni Asih Riyuni Asih Author

Luka dan Cinta

Pertama dengar lagu ini di radio Jak FM. Sekali dengar suaranya, langsung saya tau ini suara emasnya Kakak Glenn Fredly :D 

Enjoy this song, friends ^^
Luka dan Cinta
by Glenn Fredly



Merindukan dirimu, di sini ku merindu
Dua sisi yang berbeda dalam satu masa
Sisa hujan menemani bulir-bulir rindu yang jatuh
Warna jingga di ujung kehampaan yang terbenam
Berikan ku udara akan ku hirup sedalamnya
Makna dan pesona
Mengalirlah (oooh) mengalirlah (oooh)
Menuju luas samudera di jiwa
Mengalirlah (oooh) mengalirlah (oooh)
Arungi rasa getir dan manisnya luka dan cinta
Riyuni Asih Riyuni Asih Author

Menjadi Pencinta Alam

Gunung Rinjani, Lombok NTB, Indonesia
Membaca novel dan menyaksikan film layar lebar 5 cm mengingatkan Saya tentang masa remaja. Tidak terlalu nyambung, tapi ini berkaitan dengan mimpi Saya mendaki gunung dan menjadi seorang pencinta alam :-) Sejak SMA Saya mengagumi para pencinta alam, Mapala (Mahasiswa Pencinta Alam), petualang, dan sejenisnya. Dulu ingin sekali ikut ekstra kurikuler (ekskul) pencinta alam agar bisa naik gunung, tapi di sekolah Saya dulu nggak eksis ekskul ini. Jadi, pupuslah harapan Saya untuk bisa berkecimpung menjadi seorang Siswa Pencinta Alam (Sispala) dan tentunya mendaki gunung.

Kenapa Saya tertarik?

Ya, karena pasti menyenangkan bisa mendaki gunung, berpetualang menyusur hutan, camping di pantai, mengarungi jeram, memanjat tebing, dan banyak kegiatan lain yang menantang dan seru. Menemukan banyak hal baru. Tayangan favorit Saya sejak dulu adalah “Jejak Petualang” yang disiarkan oleh salah satu stasiun TV (TV7) yang sekarang berubah nama jadi Trans7, dengan pembawa acara Mbak Riyani Djangkaru (sok akrab banget iak..). Selain dia menarik dan cerdas, Saya menyukainya karena nama kami hampir sama, Riyani dan Riyuni (hehhehe…maksaaa!). Saya kadang berandai-andai menjadi dia, pasti seru berpetualang dan banyak melakukan hal-hal yang menyenangkan serta menantang. Meskipun gagal menjadi seorang Sispala dan tentunya menerima kenyataan bahwa Saya bukan seorang Riyuni Riyani Djangkaru,  Saya suka sekali style ala pencinta alam yang cool menurut Saya: celana cargo, sandal gunung, ransel, sepatu, dll. Jadilah sedikit Saya ikuti beberapa gaya, sesuailah dengan Saya yang agak tomboy :-) 

Ketika masuk kuliah, keinginan Saya menjadi seorang Mapala belum pupus sepenuhnya. Awal kuliah, kami ditawari berbagai macam kegiatan di luar kuliah seperti Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ), forum studi, Mapala, dan juga media fakultas. Saya sebenarnya tertarik di dua bidang, Mapala dan media. Namun ternyata keduanya tidak berjodoh dengan Saya, karena pada akhirnya Saya hanya menjadi anggota HMJ dimana Saya kurang aktif pula di dalamnya. Saya lupa kenapa tidak jadi bergabung di media, tapi Saya ingat betul kenapa Saya tidak jadi bergabung dengan Mapala di Fakultas Peternakan. IBU SAYA TIDAK MENGIJINKAN. What a pity me. Berhubung restu orang tua sangat penting, Saya sebagai seorang anak yang ingin berbakti akhirnya menghapus keinginan menjadi seorang anggota Mapala dari daftar “What I Want To Do”. Tentunya ibu Saya khawatir anak perempuan satu-satunya ini (kala itu belum punya adik) menantang bahaya kalau harus mendaki gunung dan kegiatan ekstrim lainnya.

Baiklah, Saya terima kenyataan bahwa Saya tidak akan pernah menjadi seorang anggota Mapala dan kemungkinan sangaaaat kecil untuk bisa merasakan sensasi mendaki gunung dan berbagai kegiatan ekstrim lainnya (meskipun masih sedikit berharap). Apalagi mengingat kondisi fisik Saya yang sepertinya tak terlalu kuat untuk melaksanakan keinginan-keinginan yang begitu banyak di dalam otak Saya.

Luckily, keinginan Saya itu sepertinya tak sepenuhnya diabaikan oleh Tuhan. Ketika bahkan Saya tidak lagi terpikir tentang keinginan Saya tersebut, Tuhan mengirimkan seorang Mapala untuk Saya, yang memberikan Saya pengalaman baru dan banyak informasi yang sebelumnya tak Saya ketahui. Seseorang yang seringkali penuh kejutan dengan membuat Saya merasakan pengalaman yang sebelumnya sangat Saya inginkan. Saya memang belum pernah mendaki gunung, tapi seolah Saya tahu rasanya karena dia bercerita dengan begitu bergairah dan bersemangat. Nama saya pun pernah terususun dengan kepingan-kepingan batu di puncak Gunung Rinjani (what a nice!) ^^.




Saya salut terhadap para pencinta alam. Tetapi, Saya terkadang sedih ketika melihat beberapa orang yang mengaku dirinya seorang Mapala justru bertindak bertentangan, contoh kecilnya saja membuang sampah sembarangan, tidak menjaga kebersihan lingkungan, merusak alam, mabuk-mabukan, kurang memperhatikan diri sendiri dan orang lain, serta bersikap semaunya. Sedih ketika kemudian image pencinta alam menjadi negatif karena terkesan semau gue. Sedih ketika dulu pernah ada yang bilang dengan nada negatif dan kurang nyaman “Pacarmu Mapala? Mapala kan biasanya…bla….bla…bla….” >.<!? #hadeeehh....

Setelah Saya pikir-pikir lagi, menjadi seorang mahasiswa atau seorang pencinta alam tidaklah wajib menjadi anggota sebuah klub pencinta alam dan sebangsanya. Namun bagaimana kita harus bersikap baik dan bijak pada alam, mencintai dengan sungguh-sungguh alam semesta yang begitu mempesona ini. Bukan berarti menjadi seorang Mapala atau pencinta alam itu tidak bagus, justru sangat bagus :-)

Mencintai alam bukan sekedar mendaki gunung, mengarungi jeram, mendaki tebing, menyusuri gua, dan menyusuri hutan… Menjadi seorang pencinta alam bukan hanya orang yang melakukan semua itu… Mencintai alam lebih bermakna menjaganya agar tak rusak sia-sia, merawatnya agar lestari, membuatnya bersinar indah dan mempesona… ^^


Danau Segara Anak, Rinjani, Lombok


*Photo diambil dari koleksi Arif Faisal Simatupang (dokumentasi perjalanan ke Gunung Rinjani bersama sahabat-sahabatnya: BTW, Ari, Anton)
  •  
  •  
Riyuni Asih Riyuni Asih Author

Pembuatan Pupuk Organik ala ORIFEZ

Bagi yang ingin tahu cara pembuatan kompos/ pupuk organik yang berbahan dasar feses sapi dan daun-daun kering, bisa cek ;)


Video ini adalah video yang dulu kami buat untuk Monev PKM (Pekan Kreativitas Mahasiswa) bidang kewirausahaan tahun 2008. Tim kami terdiri dari Friki Cyntia Dewi, Amelia Oktaviani, Didik Hermawan, dan saya Riyuni Asih

ORIFEZ = organik fertilizer. 

Sedikit bernostalgia, dan ternyata perjuangan kami dulu membuat proposal, presentasi, mengumpulkan daun-daun kering di lembah UGM (orang-orang yang lewat sampai heran), menempuh perjalanan ke Jakal km 13 setiap minggu, ngangkut dan mencangkuli feses sapi, mbolak mbalik kompos, mengayak, dan mengemas, sudah hampir lima tahun berlalu. ^^

Dan rasanya sejak itu pula, hubungan kami semakin erat dan begitu menyenangkan, terutama kami bertiga: Saya, Amel, dan Friki. Persahabatan yang luar biasa :-)

  •  
Riyuni Asih Riyuni Asih Author

Lihat Hatiku

Saya menyukai lagu ini sejak pertama kali sahabat saya menunjukkannya pada saya yang kurang mengikuti perkembangan lagu-lagu baru...

Lihat Hatiku dari Keris Patih.

Lirik maupun lagunya begitu menyentuh.... 





  •  
Riyuni Asih Riyuni Asih Author

How can a novel influence its readers?



Novel is a long narrative prose which usually describes fictional story. Thousands of novels had been published in the world. Many kinds of novels had been written with different style. Writers try to convey a story which informing and affecting readers. There are various themes in novels, such as love story, life story, success story, religion story, detective story, etc.

Novel can influence its readers positively. Stories written in a novel could motivate readers to make a huge effort to be success. For example, a novel titled “Rainbow Troops” by Andrea Hirata describes an experience on pursuing dreams to study might give motivation to many people on achieving their ideas.

Moreover, novel can also give knowledge and attract people’s interest in reading. A novel might contain useful information such as culture, tourism, education, science, human character, religion, etc. To illustrate this point, novel “The Land of Five Towers” by Ahmad Fuadi might predispose some people to choose study in religion school. In this novel, Fuadi narrate his interesting school life in a religion school so that readers could get the messages.

Yet, novel may bring negative effects to its readers. For example, novel with pornography, violence or racism substances might offer a negative impact. Readers might duplicate bad attitude from the story.

Too often reading novels may make some people reluctant to do other activities. Sometimes, novel is like an opium. It can bring or create addiction for some people. Readers would be interested to continuously read a novel to the end of the book and read another one.

It is clear that novel can influence its readers, positively or negatively. People should choose which novel they have to read so they can obtain positive effects. 
Riyuni Asih Riyuni Asih Author

Relieving Stress With Milk

Saya suka minum susu. Saya suka susu murni, baik susu sapi maupun susu kambing. Jika tidak ditambahi gula, memang rasanya agak "eneg" bagi yang belum terbiasa. Justru enak menurut saya. Tapi karena sulit memperolehnya, produk olahan susu bisa jadi andalan juga untuk dikonsumsi. Ketika sedang stress, banyak pikiran, dan lelah, saya biasanya mengkonsumsi susu dan atau produk turunannya seperti yogurt atau es krim. Sepertinya memang susu memiliki kandungan yang dapat meredakan stress. 

Belakangan ini saya ganti merk susu yang saya konsumsi. Bear Brand. Bukan untuk promosi sih, karena saya juga tidak dibayar apapun oleh pihak Nestle :-P Tapi susu ini yang paling mendekati rasa susu sapi murni dibanding merk susu komersial lainnya untuk kemasan siap minum dan tanpa harus disimpan dalam kulkas. Berdasarkan rasa dan komposisi yang tertera, susu ini memang terbuat dari susu murni yang tidak banyak ditambahi berbagai macam bahan lain yang biasanya impor. Jadi yaa sekalian mendukung swasembada susu ^^. 







  •  
Riyuni Asih Riyuni Asih Author

Koleksi GULA

Aneh ya baca judulnya? ^^

Kali ini saya mau mengungkapkan salah satu "keanehan" yang belakangan sering saya lakukan. Koleksi gula. Koleksi di sini bukan dalam artian mengoleksi berbagai jenis gula untuk di simpan sebagai benda kesayangan atau bersejarah yaa... Tapi lebih berarti pada mengumpulkan gula untuk memenuhi keperluan ketika butuh gula di kos. 

Sebagai anak kos, saya jarang bikin minuman yang menggunakan gula, paling sering ya minum air putih dari galon. Meskipun begitu kadang-kadang saya perlu juga bikin teh, susu, atau kopi untuk pribadi maupun untuk tamu yang datang. Males ribet kalo harus beli gula kiloan trus ditaruh ditoples, karena berpotensi mengundang segerombol semut yang pastinya mengganggu. Berlatar belakang persoalan tersebut, saya menemukan suatu solusi yang cukup bagus, kreatif (menurut saya, tapi bisa saja menurut orang lain ini kampungan) :-P

Bermula dari sering minum di beberapa kafe atau tempat makan yang menyediakan gula sachet yang terpisah dari minumannya dan sering sisa karena biasanya saya hanya pakai satu sachet atau justru tidak saya gunakan. Jadilah saya bawa pulang saja itu sachet gula yang masih utuh (beratnya 8 gram). Ditambah lagi kemudian sering menginap di hotel yang menyediakan teh, kopi, dan gula sachet di kamar, jarang saya minum, jadilah sebelum check out saya masukkan sekalian ke dalam tas :-D (itu kan sudah hak kita kan yaaa hehehhe). 

Bentuknya ada yang panjang dan ada yang kotak, namun tetap simple. Sekali pakai cukup satu atau dua sachet. Saya punya berbagai macam kemasan dari Dunkin Donut, J'Co Donut, KFC, McD, dan beberapa dari hotel serta maskapai penerbangan. ^^ 

Beberapa kawan yang mengetahui kesenangan saya ini (tidak banyak yang tahu) kadang-kadang kemudian mengingatkan saya untuk membawa gula yang tersisa ketika kami minum di kafe atau menginap di hotel, ada juga yang ikutan iseng mengambil dan kemudian memberikan saya gula-gula tersebut. Meskipun begitu, tidak jarang pula saya ditertawakan :-P

Aneh dan terkesan kurang kerjaan memang, tapi sangat bermanfaat :-) Ini bukan mengutil loh yaaa...kan sudah dibayar bersama minuman yang kita beli ataupun hotel yang kita bayar ^^ 
  •  
  •  
Riyuni Asih Riyuni Asih Author

May I Cry For A While?

May I cry for a while?
Cry for a reason which everybody can't be allowed to know

May I cry for a while?
Cry to keep words that I want to say but I shouldn't

May I cry for a while?
Cry to release such things load in my mind

May I cry for a while?
Cry to get vigor to stand by myself in any condition

May I cry for a while?
Riyuni Asih Riyuni Asih Author

Beasiswa S1 dan S2: “Tanoto Foundation National Champion Scholarship 2013/2014”

Kabar gembira buat para pemburu beasiswa dalam negeri, baik S1 maupun S2. Tanoto Foundation tahun ini akan memberikan beasiswa kepada 200 mahasiswa S1 dari 7 Perguruan Tinggi (PT) dan 30 mahasiswa S2  dari 4 PT. 

Daftar Perguruan Tinggi untuk S1:
1.       Universitas Gadjah Mada
2.       Universitas Indonesia
3.       Institut Teknologi Bandung
4.       Institut Pertanian Bogor
5.       Universitas Jambi
6.       Universitas Sumatera Utara
7.       Universitas Riau
Daftar Perguruan Tinggi untuk S2:
1.       Universitas Gadjah Mada
2.       Universitas Indonesia
3.       Institut Teknologi Bandung
4.       Institut Pertanian Bogor
Persyaratan Umum Program S1:
1.     WNI
2.    Terdaftar di PT mitra (tersebut di atas)
3.    Usia maks 21 tahun pada Juli 2013
4.    Min IPK 3,00 (skala 4,00)
5.    Bagi mahasiswa tahun pertama, nilai rata-rata kelas tiga min 8 (skala 10)
6.    Membutuhkan dukungan financial
7.    Berjiwa kepemimpinan dan memiliki kepedulian serta komitmen untuk  memajukan bangsa Indonesia
Persyaratan Umum Program S2:
1.    WNI
2.    Terdaftar di PT mitra (tersebut di atas)
3.    Usia maks 40 tahun pada Juli 2013
4.    Min IPK 3,25 (skala 4,00)
5.    Memiliki pengalaman bekerja minimal 2 tahun
6.    Berjiwa kepemimpinan dan memiliki kepedulian serta komitmen untuk memajukan bangsa Indonesia
Tahap Seleksi:
  1. Seleksi Administrasi: Sebaiknya siapkan dan kirimkan persyaratan yang dibutuhkan secara lengkap karena pelamar berjumlah ribuan sehingga persaingan ketat.
  2. Psikotest: Biasanya, hanya peserta yang lolos seleksi administrasi yang ikut.
  3. Wawancara: Jika tahap psikotes berhasil dilalui, siapkan diri buat wawancara.
Batas Pengumpulan Pendaftaran: 31 Januari 2013 (cap pos)


Untuk informasi lebih lanjut, bisa buka website Tanoto Foundation  (klik di sini)

"Saya salah seorang alumni penerima beasiswa ini. Beasiswa ini menarik dan sangat membantu penyelesaian kuliah saya. Apalagi sekarang ada fasilitas gathering bareng sesama penerima beasiswa, pastinya lebih bermanfaat. Sangat beruntung pernah jadi penerima beasiswa ini. Semangat berjuang, friends! Don't Give Up Without A Fight! ^^"
by: Riyuni Asih

Tanoto Scholars Gathering
Tanoto Scholars Gathering

  •  
Riyuni Asih Riyuni Asih Author

Blog Archive

Instagram @riyuniasih

Riyuni's Facebook

Popular Posts

Translate

Total Pageviews

NetworkBlogs