My Diary.
to Share my Life Events

Rukun Pangkal Bahagia

Suatu hari saya tidak sengaja menonton film televisi di RCTI. Karena ceritanya cukup menarik, akhirnya saya ikuti sampai akhir. Meskipun sampai akhir cerita, saya tidak tahu judulnya apa hehe… Kali ini temanya bukan soal cerita cinta remaja, tapi soal keluarga.

Dikisahkan seorang anak laki-laki dalam sebuah keluarga, bernama Rio, menjadi begitu depresi sejak kematian ayahnya yang diakibatkan kelalaiannya mengemudi. Dia tidak berkonsentrasi menyetir karena patah hati, ditinggalkan kekasihnya. Depresi yang dialaminya cukup parah, sampai terus saja berteriak-teriak dan linglung, menyebabkan keluarganya putus asa dan menuduhnya gila. Kakak dan adik-adiknya terus saja menganggap Rio seharusnya dikirim ke rumah sakit jiwa, karena dengan dia tetap di rumah maka mempermalukan dan menyusahkan keluarga. Lebih dari itu, Rio dianggap telah membunuh ayahnya karena kesalahan yang dilakukannya.
  •  
Riyuni Asih Riyuni Asih Author

Langit-langit

Langit-langit, 
ya bukan langit, 
hanya langit-langit...

Pernahkah memandangnya?
Berbaring di lantai, menatap ke atas, menatap langit-langit
Damai rasanya
Terlebih jika sedang gundah, sedih, atau rindu
Tiba-tiba muncul wajah orang yang begitu diharapkan, 
siapa saja yang sedang dipikirkan
Seolah kemudian tersenyum dan menyapa,
atau menyampaikan kalimat yang menenangkan jiwa...

Aku pun tersenyum, lalu bangkit dengan lebih bersemangat

Dia dekat, mereka dekat
Meskipun berada entah dimana
Walaupun jauh atau menjauh
Sebenarnya dekat, dalam bilik hati yang tak akan pergi

Ya, tak sejauh langit, tapi sedekat langit-langit...
Riyuni Asih Riyuni Asih Author

Masak Tak Masak

Entah apa yang terjadi pada saya beberap hari yang lalu. Semuanya serba ngga jelas dan kacau. Paginya beberes rumah dilanjut masak. Karena paginya sudah beli nasi uduk, jadilah ngga terburu-buru masaknya. Menimbang-nimbang kapan mau masak nasi, pagi ini sekalian atau nanti siang aja buat makan siang. Ehm…setelah dipikir-pikir daripada harus nanti siang capek lagi, pagi aja deh masaknya. And then, cuci beras lalu masukin deh ke rice cooker.
  •  
Riyuni Asih Riyuni Asih Author

Hmmm...

Hmmm…
(manyun)

Aku ingin bercerita. Aku rindu menulis. Tapi rasanya mulut terkunci, pikiran melayang-layang entah kemana, dan jari-jaripun hanya bisa berhenti kaku di atas tuts keyboard. Semua menumpuk, menyumbat aliran darah di kepala. Apa yang ingin kuceritakan? Apa yang mau kutulis? Buntu. Inspirasiku seolah pergi, menghilang. Beberapa pekerjaan menulisku pun hanya bisa kupandangi, lembaran tak kunjung bertambah, padahal batas waktu semakin dekat.

Seorang sahabat pernah berkata, tulisan itu makhluk hidup, jika kita tidak bisa menghembuskan nyawa di dalamnya, maka yang kita hasilkan adalah benda mati yang tidak dapat memberikan manfaat pada sesama.

Ya, apa yang kita rasa, pikir, dan renungkan akan sangat mempengaruhi tulisan yang kita buat. Seperti menulis cerpen, ceritanya akan lebih hidup jika sang penulis mencoba merasakan masuk ke dalam lakon. Ya, dan apa yang kita ceritakan dan tuliskan haruslah bernyawa, memberikan manfaat bagi orang lain dan diri sendiri.
Riyuni Asih Riyuni Asih Author

Welcome Back

Sudah hampir dua bulan saya tidak menulis di blog ini... Kangen, kangen bercerita... Sebenarnya banyak hal yang ingin saya ceritakan, tuliskan, dan bagikan, namun mood untuk menuangkan cerita yang ada masih bertahan di kepala dan sedikit menjadi draft di laptop. Dan kali ini, saya ingin memulai menulis kembali. Meskipun hanya sedikit sebagai pembakar semangat diri sendiri.

Welcome back, Riyuni ^_^
Riyuni Asih Riyuni Asih Author

Saatnya Solusi Jangka Panjang Bagi Stabilnya Harga Daging Sapi

Harga daging sapi terus meningkat sejak akhir tahun 2012, terlebih pada bulan Ramadhan dan menjelang hari raya Idul Fitri. Berdasarkan data Dinas Perindustrian dan Perdagangan Propinsi DKI Jakarta, sampai dengan tanggal 12 Juli 2013, harga daging sapi di Jakarta telah menyentuh angka Rp101.000,-. Namun demikian, harga tersebut masih lebih rendah bila dibandingkan dengan harga daging sapi di Bandung yang mencapai Rp109.000,-. Sedangkan di kota-kota besar lainnya seperti Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Denpasar, Medan, dan Makasar, harga daging sapi masih berkisar antara Rp78.000,- sampai Rp97.000,-.
Berdasarkan data BPS, harga daging pada bulan Juli 2013 mencapai Rp95.000,-. Sejumlah media bahkan menyebutkan bahwa harga daging di pasaran telah mencapai Rp120.000,-. Secara umum, kenaikan harga daging sapi secara nasional dapat dilihat pada pada gambar berikut:
Riyuni Asih Riyuni Asih Author

Kenapa Ratu Boko?

Jogja dan Jawa Tengah terkenal dengan objek wisata sejarah berupa candi. Banyak sekali candi yang dapat ditemukan dan dijelajahi. Kompleks Taman Wisata Candi Borobudur dan Kompleks Taman Wisata Candi Prambanan merupakan objek wisata candi terbesar dan paling diunggulkan. Namun ada satu objek lagi yang tak kalah menarik, yaitu Taman Wisata Candi Ratu Boko yang terletak tak jauh dari Taman Wisata Candi Prambanan. Selain itu banyak juga candi-candi yang lebih kecil tersebar dan menjadi situs purbakala yang menarik untuk dikunjungi.

Dari semua objek wisata candi tersebut, Taman Wisata Candi Ratu Boko menjadi favorit saya. Kenapa?? Berikut alasannya:
  •  
  •  
  •  
Riyuni Asih Riyuni Asih Author

Langit Warna-warni


Setiap pagi membuka mata, aku bisa memandang langit tanpa harus beranjak dari ranjang. Hanya cukup memalingkan muka ke arah kanan. Jendela. Sepasang jendela berkaca nako dengan strimin penghalang nyamuk, yang gordennya hampir selalu terbuka.  
  •  
Riyuni Asih Riyuni Asih Author

Selamat Datang di Desa Salbait

Jumat, 5 April 2013
------------------------

Melanjutkan cerita saya di tulisan  "Finally, Kupang!" Perjalanan kali ini menuju ke sebuah desa di Nusa Tenggara Timur, untuk melihat lokasi pengembangan peternakan sapi dan mengunjungi beberapa kelompok peternak di desa tersebut. Desa Salbait, Kecamatan Mollo Barat, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS). Demi sampai di desa ini, kami (saya beserta rombongan kantor dan pegawai Dinas Peternakan setempat) harus melakukan perjalanan sekitar 2 jam dari Kota Soe (Ibukota kabupaten TTS) dengan medan yang tidak bisa dibilang ringan, karena  jauh, jalannya terjal dan harus pakai mobil 4 WD. Kalau yang nggak tahan, mungkin akan "mabok" (untung saya sudah nggak mabokan lagi hehe..).
  •  
  •  
Riyuni Asih Riyuni Asih Author

Finally, Kupang!

Kita sering kali tidak tahu, kemana kaki ini akan melangkah. Saya pun juga tidak menduga bahwa di awal bulan April 2013, saya bisa menjejakkan kaki di salah satu tempat yang sudah sejak lama ingin saya kunjungi karena "mupeng" dengan saudara saya yang sering sekali tugas ke sana. Kupang. 
  •  
Riyuni Asih Riyuni Asih Author

Senja


Aku duduk membonceng sepeda motor yang dikendarai Bapak sore ini. Melewati ruas jalan perbatasan yang tak luas namun indah menawan. Mataku tak hentinya memandang ke arah barat. Menatap merahnya langit yang mampu membawa pikiran menerawang, hati bergejolak, dan airmata yang berontak ingin keluar. Awan-awan berwarna abu-abu menyeruak diantara jingga angkasa. Menambah ketertarikanku untuk terus menikmati pesonanya. 
  •  
  •  
Riyuni Asih Riyuni Asih Author

Pendidikan Tanggung Jawab Siapa?

Suatu hari, ada seorang Ibu datang ke rumah kami sambil menangis dan terduduk di lantai. Si Ibu ini mencurahkan kesedihannya, nggak punya uang untuk membayar biaya masuk anaknya ke SLTA. Waktu itu sekitar 2 juta rupiah. Anaknya pintar, dan berkeinginan tinggi untuk bisa sekolah. Dia pinjam uang ke seorang tetangga, malah diberikan bunga pinjaman yang justru mencekik leher, sampai-sampai dia menggadaikan Magic Jar (pemanas nasi) yang dimilikinya. Saya dan Ibu Saya yang dicurhati benar-benar merasa sedih dan iba, tapi kami saat itu juga sedang tidak punya uang sebanyak itu untuk membantunya. 

  •  
  •  
Riyuni Asih Riyuni Asih Author

Harga Daging Sapi Naik: Dilema Pemerintah


Sebagian masyarakat Indonesia sedang resah terkait harga daging sapi yang cenderung meningkat tajam. Program Swasembada Daging Sapi dan Kerbau (PSDSK) tahun 2014 yang mengurangi alokasi impor daging sapi secara signifikan dalam beberapa tahun ini dituding beberapa pihak sebagai pemicu lonjakan harga daging yang begitu tinggi dan ketersediaan daging di pasaran yang semakin sulit diperoleh. Padahal, Permentan 50 tahun 2011 dan Permendag 24 tahun 2011 menyebutkan bahwa daging impor hanya diperuntukkan bagi industri, hotel, restoran, dan catering. Dengan demikian, keberadaan daging sapi impor seharusnya tidak secara signifikan berpengaruh pada kenaikan harga daging sapi di pasar.
Riyuni Asih Riyuni Asih Author

Sabtu, 23 Februari 2013

Saya bergegas mengemas barang kemudian berjalan menyusul atasan saya untuk bersiap pergi ke Gedung DPR RI di Senayan. Atasan saya akan menjadi salah satu narasumber seminar terkait dengan swasembada dan impor daging sapi yang diadakan oleh salah satu fraksi partai besar. Berhubung dari pagi belum makan, perut terasa perih dan kepala agak pusing, lapar! Kurang konsentrasi ketika diajak berdiskusi di dalam mobil :-p Luckily, kami dapat makan siang di acara tersebut ^^ #terselamatkan..

  •  
  •  
Riyuni Asih Riyuni Asih Author

Angkot oh Angkot

"brruukkk..."
"aduuh.."

Tubuh saya tiba-tiba terpelanting ke depan ketika supir angkot ngerem mendadak. Dan itu tidak hanya terjadi sekali, jadi saya kemudian siap siaga pegangan kursi angkot. 

Setiap hari ke kantor saya naik angkot. Banyak serba serbi yang bisa dirasakan saat naik angkot ini. Baik senang maupun susah :-D Senangnya, kalau di Jakarta kita bisa banyak temui angkot di mana-mana jadi nggak perlu bingung cari angkutan. Selain itu ongkosnya juga tidak terlalu mahal, sekitar Rp 2.000 - Rp 3.000. Nggak perlu berdiri seperti kalau naik bus yang penuh dan berdesak-desakan.

Tapiiii.....susahnya juga nggak sedikit! Angkot suka ngetem (mangkal) dan berhenti seenaknya, nggak kenal istilah halte, akibatnya ya itu ngerem mendadak dan membuat penumpangnya terpelanting. Tapi terkadang penumpangnya juga yang keliru, minta berhenti mendadak sehingga si supir ngerem mendadak juga. Angkot juga sering melaju seenaknya, memotong jalan dan nyalip-nyalip sekenanya. Yang bikin ngeri, kalau ada pengamen atau peminta-minta di angkot, kadang-kadang suka maksa, nah posisi mobil yang sempit dan pintu penumpang cuma satu jadi bikin tambah parno. 

Kejadian yang bikin jengkel banget adalah ketika diturunkan di tengah perjalanan. Saya pernah pulang kantor naik angkot yang biasanya, ehh ternyata cuma diturunkan di terminal Senen yang jaraknya masih jauh dari kos. Lebih parah lagi, ketika beberapa hari lalu saya dan seorang teman naik angkot kemudian diturunkan di perempatan lampu merah yang sedang nggak karuan macet dan lalu lalangnya, di tengah hujan pula. Posisi kantor masih lumayan jauh kalau harus ditempuh dengan jalan kaki (hujan dan nggak bawa payung). Kami kemudian harus nyebrang jalan sambil hujan-hujan dan menunggu taxi yang tak kunjung lewat. Hemmmhh... what a day! Alhasil, teman saya langsung demam, badannya panas. ~~" (semoga lekas sehat yaa....)

Huhuhu...sebel siiihh sebenarnyaaa, tapi bagaimana lagi, masih butuh naik angkot tiap hari untuk sampai kantor. Angkot membantu banyak orang (termasuk saya) dalam hal transportasi umum meskipun masih banyak kekurangannya. Namun, sebagai warga, saya masih sangat berharap transportasi umum di kota ini dan negeri ini semakin baik lagi. Baik kendaraannya, sistemnya, supirnya, jalannya, dan penumpangnya. ^^ Sehingga permasalahan transportasi dan kemacetan bisa ditangulangi dengan lebih baik lagi. 

Riyuni Asih Riyuni Asih Author

How high our dream should be?


Each people in the world has desires to be reached and to be realized. We can call that desires as DREAM. Why should we have dream? Because dream encourages us to fight and to make our goals come true. Dreaming can also make the seemingly impossible becomes real.

We usually have a lot of dreams, either small one or big one. For example, desire to have great academic score, desire to have a new phone, desire to enroll state university, dream to have a new car, dream to become a celebrity, dream to study abroad, dream to work in a prestigious company, dream to create a plane, etc.

Many spectacular things created, started from a dream. Nobody would ever think that Michael Faraday in 1821 could find a useful thing for human life – electricity. A sophisticated i-pad would not be able to exist if Steve Job had given up of his willing on creating an up to date and useful gadget. Indonesia as a third country could produce an advanced aircraft because of the enormous dream of B.J. Habibie. 

Oftentimes, we are shackled by our mindset “I can not” or “It is impossible”. Actually, this is our biggest obstacle to make our ideals happened. Endeavor and pray are the best way to pursue the goals of our lives. We have to believe that God can bring our desires into reality. So, why should we surrender and say “impossible” before struggling and praying?! Impossible is nothing.

Yet, we should be careful with our ambitions. Sometimes, some people attempt to get all what they want by many short cut methods which can harm others. This is not correct. We need to walk in the right way to arrive in our big dreams

And then,
How high our dream should be?
As high as the sky!
That sentence is a piece of advice for people to dream high, without afraid of being failed. Everyone has right to dream as well as right to do an effort to realize their wishes. The final result is determined by God. The more the effort, the bigger the possibility we have.

Dare to dream, dare to realize!



  •  
Riyuni Asih Riyuni Asih Author

Menjadi Pencinta Alam

Gunung Rinjani, Lombok NTB, Indonesia
Membaca novel dan menyaksikan film layar lebar 5 cm mengingatkan Saya tentang masa remaja. Tidak terlalu nyambung, tapi ini berkaitan dengan mimpi Saya mendaki gunung dan menjadi seorang pencinta alam :-) Sejak SMA Saya mengagumi para pencinta alam, Mapala (Mahasiswa Pencinta Alam), petualang, dan sejenisnya. Dulu ingin sekali ikut ekstra kurikuler (ekskul) pencinta alam agar bisa naik gunung, tapi di sekolah Saya dulu nggak eksis ekskul ini. Jadi, pupuslah harapan Saya untuk bisa berkecimpung menjadi seorang Siswa Pencinta Alam (Sispala) dan tentunya mendaki gunung.

Kenapa Saya tertarik?

Ya, karena pasti menyenangkan bisa mendaki gunung, berpetualang menyusur hutan, camping di pantai, mengarungi jeram, memanjat tebing, dan banyak kegiatan lain yang menantang dan seru. Menemukan banyak hal baru. Tayangan favorit Saya sejak dulu adalah “Jejak Petualang” yang disiarkan oleh salah satu stasiun TV (TV7) yang sekarang berubah nama jadi Trans7, dengan pembawa acara Mbak Riyani Djangkaru (sok akrab banget iak..). Selain dia menarik dan cerdas, Saya menyukainya karena nama kami hampir sama, Riyani dan Riyuni (hehhehe…maksaaa!). Saya kadang berandai-andai menjadi dia, pasti seru berpetualang dan banyak melakukan hal-hal yang menyenangkan serta menantang. Meskipun gagal menjadi seorang Sispala dan tentunya menerima kenyataan bahwa Saya bukan seorang Riyuni Riyani Djangkaru,  Saya suka sekali style ala pencinta alam yang cool menurut Saya: celana cargo, sandal gunung, ransel, sepatu, dll. Jadilah sedikit Saya ikuti beberapa gaya, sesuailah dengan Saya yang agak tomboy :-) 

Ketika masuk kuliah, keinginan Saya menjadi seorang Mapala belum pupus sepenuhnya. Awal kuliah, kami ditawari berbagai macam kegiatan di luar kuliah seperti Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ), forum studi, Mapala, dan juga media fakultas. Saya sebenarnya tertarik di dua bidang, Mapala dan media. Namun ternyata keduanya tidak berjodoh dengan Saya, karena pada akhirnya Saya hanya menjadi anggota HMJ dimana Saya kurang aktif pula di dalamnya. Saya lupa kenapa tidak jadi bergabung di media, tapi Saya ingat betul kenapa Saya tidak jadi bergabung dengan Mapala di Fakultas Peternakan. IBU SAYA TIDAK MENGIJINKAN. What a pity me. Berhubung restu orang tua sangat penting, Saya sebagai seorang anak yang ingin berbakti akhirnya menghapus keinginan menjadi seorang anggota Mapala dari daftar “What I Want To Do”. Tentunya ibu Saya khawatir anak perempuan satu-satunya ini (kala itu belum punya adik) menantang bahaya kalau harus mendaki gunung dan kegiatan ekstrim lainnya.

Baiklah, Saya terima kenyataan bahwa Saya tidak akan pernah menjadi seorang anggota Mapala dan kemungkinan sangaaaat kecil untuk bisa merasakan sensasi mendaki gunung dan berbagai kegiatan ekstrim lainnya (meskipun masih sedikit berharap). Apalagi mengingat kondisi fisik Saya yang sepertinya tak terlalu kuat untuk melaksanakan keinginan-keinginan yang begitu banyak di dalam otak Saya.

Luckily, keinginan Saya itu sepertinya tak sepenuhnya diabaikan oleh Tuhan. Ketika bahkan Saya tidak lagi terpikir tentang keinginan Saya tersebut, Tuhan mengirimkan seorang Mapala untuk Saya, yang memberikan Saya pengalaman baru dan banyak informasi yang sebelumnya tak Saya ketahui. Seseorang yang seringkali penuh kejutan dengan membuat Saya merasakan pengalaman yang sebelumnya sangat Saya inginkan. Saya memang belum pernah mendaki gunung, tapi seolah Saya tahu rasanya karena dia bercerita dengan begitu bergairah dan bersemangat. Nama saya pun pernah terususun dengan kepingan-kepingan batu di puncak Gunung Rinjani (what a nice!) ^^.




Saya salut terhadap para pencinta alam. Tetapi, Saya terkadang sedih ketika melihat beberapa orang yang mengaku dirinya seorang Mapala justru bertindak bertentangan, contoh kecilnya saja membuang sampah sembarangan, tidak menjaga kebersihan lingkungan, merusak alam, mabuk-mabukan, kurang memperhatikan diri sendiri dan orang lain, serta bersikap semaunya. Sedih ketika kemudian image pencinta alam menjadi negatif karena terkesan semau gue. Sedih ketika dulu pernah ada yang bilang dengan nada negatif dan kurang nyaman “Pacarmu Mapala? Mapala kan biasanya…bla….bla…bla….” >.<!? #hadeeehh....

Setelah Saya pikir-pikir lagi, menjadi seorang mahasiswa atau seorang pencinta alam tidaklah wajib menjadi anggota sebuah klub pencinta alam dan sebangsanya. Namun bagaimana kita harus bersikap baik dan bijak pada alam, mencintai dengan sungguh-sungguh alam semesta yang begitu mempesona ini. Bukan berarti menjadi seorang Mapala atau pencinta alam itu tidak bagus, justru sangat bagus :-)

Mencintai alam bukan sekedar mendaki gunung, mengarungi jeram, mendaki tebing, menyusuri gua, dan menyusuri hutan… Menjadi seorang pencinta alam bukan hanya orang yang melakukan semua itu… Mencintai alam lebih bermakna menjaganya agar tak rusak sia-sia, merawatnya agar lestari, membuatnya bersinar indah dan mempesona… ^^


Danau Segara Anak, Rinjani, Lombok


*Photo diambil dari koleksi Arif Faisal Simatupang (dokumentasi perjalanan ke Gunung Rinjani bersama sahabat-sahabatnya: BTW, Ari, Anton)
  •  
  •  
Riyuni Asih Riyuni Asih Author

Pembuatan Pupuk Organik ala ORIFEZ

Bagi yang ingin tahu cara pembuatan kompos/ pupuk organik yang berbahan dasar feses sapi dan daun-daun kering, bisa cek ;)


Video ini adalah video yang dulu kami buat untuk Monev PKM (Pekan Kreativitas Mahasiswa) bidang kewirausahaan tahun 2008. Tim kami terdiri dari Friki Cyntia Dewi, Amelia Oktaviani, Didik Hermawan, dan saya Riyuni Asih

ORIFEZ = organik fertilizer. 

Sedikit bernostalgia, dan ternyata perjuangan kami dulu membuat proposal, presentasi, mengumpulkan daun-daun kering di lembah UGM (orang-orang yang lewat sampai heran), menempuh perjalanan ke Jakal km 13 setiap minggu, ngangkut dan mencangkuli feses sapi, mbolak mbalik kompos, mengayak, dan mengemas, sudah hampir lima tahun berlalu. ^^

Dan rasanya sejak itu pula, hubungan kami semakin erat dan begitu menyenangkan, terutama kami bertiga: Saya, Amel, dan Friki. Persahabatan yang luar biasa :-)

  •  
Riyuni Asih Riyuni Asih Author

How can a novel influence its readers?



Novel is a long narrative prose which usually describes fictional story. Thousands of novels had been published in the world. Many kinds of novels had been written with different style. Writers try to convey a story which informing and affecting readers. There are various themes in novels, such as love story, life story, success story, religion story, detective story, etc.

Novel can influence its readers positively. Stories written in a novel could motivate readers to make a huge effort to be success. For example, a novel titled “Rainbow Troops” by Andrea Hirata describes an experience on pursuing dreams to study might give motivation to many people on achieving their ideas.

Moreover, novel can also give knowledge and attract people’s interest in reading. A novel might contain useful information such as culture, tourism, education, science, human character, religion, etc. To illustrate this point, novel “The Land of Five Towers” by Ahmad Fuadi might predispose some people to choose study in religion school. In this novel, Fuadi narrate his interesting school life in a religion school so that readers could get the messages.

Yet, novel may bring negative effects to its readers. For example, novel with pornography, violence or racism substances might offer a negative impact. Readers might duplicate bad attitude from the story.

Too often reading novels may make some people reluctant to do other activities. Sometimes, novel is like an opium. It can bring or create addiction for some people. Readers would be interested to continuously read a novel to the end of the book and read another one.

It is clear that novel can influence its readers, positively or negatively. People should choose which novel they have to read so they can obtain positive effects. 
Riyuni Asih Riyuni Asih Author

Beasiswa S1 dan S2: “Tanoto Foundation National Champion Scholarship 2013/2014”

Kabar gembira buat para pemburu beasiswa dalam negeri, baik S1 maupun S2. Tanoto Foundation tahun ini akan memberikan beasiswa kepada 200 mahasiswa S1 dari 7 Perguruan Tinggi (PT) dan 30 mahasiswa S2  dari 4 PT. 

Daftar Perguruan Tinggi untuk S1:
1.       Universitas Gadjah Mada
2.       Universitas Indonesia
3.       Institut Teknologi Bandung
4.       Institut Pertanian Bogor
5.       Universitas Jambi
6.       Universitas Sumatera Utara
7.       Universitas Riau
Daftar Perguruan Tinggi untuk S2:
1.       Universitas Gadjah Mada
2.       Universitas Indonesia
3.       Institut Teknologi Bandung
4.       Institut Pertanian Bogor
Persyaratan Umum Program S1:
1.     WNI
2.    Terdaftar di PT mitra (tersebut di atas)
3.    Usia maks 21 tahun pada Juli 2013
4.    Min IPK 3,00 (skala 4,00)
5.    Bagi mahasiswa tahun pertama, nilai rata-rata kelas tiga min 8 (skala 10)
6.    Membutuhkan dukungan financial
7.    Berjiwa kepemimpinan dan memiliki kepedulian serta komitmen untuk  memajukan bangsa Indonesia
Persyaratan Umum Program S2:
1.    WNI
2.    Terdaftar di PT mitra (tersebut di atas)
3.    Usia maks 40 tahun pada Juli 2013
4.    Min IPK 3,25 (skala 4,00)
5.    Memiliki pengalaman bekerja minimal 2 tahun
6.    Berjiwa kepemimpinan dan memiliki kepedulian serta komitmen untuk memajukan bangsa Indonesia
Tahap Seleksi:
  1. Seleksi Administrasi: Sebaiknya siapkan dan kirimkan persyaratan yang dibutuhkan secara lengkap karena pelamar berjumlah ribuan sehingga persaingan ketat.
  2. Psikotest: Biasanya, hanya peserta yang lolos seleksi administrasi yang ikut.
  3. Wawancara: Jika tahap psikotes berhasil dilalui, siapkan diri buat wawancara.
Batas Pengumpulan Pendaftaran: 31 Januari 2013 (cap pos)


Untuk informasi lebih lanjut, bisa buka website Tanoto Foundation  (klik di sini)

"Saya salah seorang alumni penerima beasiswa ini. Beasiswa ini menarik dan sangat membantu penyelesaian kuliah saya. Apalagi sekarang ada fasilitas gathering bareng sesama penerima beasiswa, pastinya lebih bermanfaat. Sangat beruntung pernah jadi penerima beasiswa ini. Semangat berjuang, friends! Don't Give Up Without A Fight! ^^"
by: Riyuni Asih

Tanoto Scholars Gathering
Tanoto Scholars Gathering

  •  
Riyuni Asih Riyuni Asih Author

Look The Difference Part 2

Three of Us: Ambar Susi Marleny, Riyuni Asih, dan Martha Saraswasti. They are my close friends. Look the difference among us, it has been many years ago ^^

First Year Senior High School Students, 2003.





Leny's Wdding, 2011.

Hemm... I'm wondering how we look the next 10 years  ^^
Riyuni Asih Riyuni Asih Author

Look The Difference

I have a best friend, since we were in the first year of senior high school (2002), named Martha Saraswasti. 
Look, the pictures below are our pictures when we were 15 years old and 25 years old. 

Senior High School Students. 2003.
Newest picture. December 2012.


Riyuni Asih Riyuni Asih Author

SOBUR: Soto dan Bubur

Bingung mau sarapan apa? Soto atau bubur?
Nggak perlu bingung lagi, warung makan SOBUR memberikan alternatif untuk bisa menikmati keduanya ^^. 

Sobur, Tampak Depan
Menu favorit Saya di warung ini adalah bubur ayam dengan kuah soto. Bubur ayam disajikan terpisah dengan kuah soto ayam yang ditempatkan dalam mangkok kecil tersendiri sehingga kita bisa mencampurkannya sesuai selera. Pangsit goreng sebagai bagian dari menu ini juga menambah selera makan, sebagai pengganti kerupuk. Sangat nikmat bila dinikmati pagi hari untuk sarapan.


Bubur Ayam Komplit

Menu lain yang ada di SOBUR adalah soto ayam. Soto ayam dengan kuah tanpa santan namun bercampur aneka rempah-rempah membuatnya segar untuk dinikmati dalam keadaan panas.

Soto Ayam Rempah
Warung ini bersih sehingga kita nyaman makan di sini. Sobur buka pada hari Minggu s/d Jumat pada pukul 06.00 - 15.00 WIB. Buat yang tinggal di Jogja dan sekitarnya atau sedang liburan ke Jogja, bisa banget niih pilih SOBUR jadi alternatif wisata kulinermu ;-)

Harga yang ditawarkan sangat terjangkau:
Bubur ayam komplit : Rp 6.000,00
Bubur ayam polos    : Rp 5.000,00
Soto Rempah              : Rp 5.000,00
Teh Manis               : Rp 1.500,00


Daftar Harga

Alamat Warung makan SOBUR 
Jalan Blok O, dekat dengan komplek perumahan TNI AU dan STTA Adi Sucipto, 
Banguntapan, Bantul, D.I. Yogyakarta. 
  •  
Riyuni Asih Riyuni Asih Author

Kembang Api di Tahun Baru

Malam Perganitian Tahun yang Berbeda

Malam pergantian tahun, biasanya saya lewatkan di rumah, nonton TV, ngobrol dengan keluarga, atau bahkan tidur lelap sementara orang lain merayakan gegap gempita pergantian tahun dengan berbagai acara yang meriah. Bukan sesuatu yang saya ratapi karena tidak bisa bersenang-senang di luar sana, tapi saya lebih memilih tenang di rumah menikmati malam dan sesekali menulis di buku harian.

Malam pergantian tahun kali ini berbeda bagi saya. Alhamdulillah saya diberi kesempatan melewatkan akhir tahun di Kota Palembang sampai tahun baru. Semalam, menikmati malam, pertunjukan, dan kembang api di tepi Sungai Musi dekat Jembatan Ampera. Sebenarnya saya agak kurang bersemangat berkerumun di tengah keramaian dan jalanan yang macet karena penduduk kota maupun pendatang berbondong-bondong ke daerah ini. Malam itu bahkan saya baru beranjak bangun dari tempat tidur hampir pukul 22.00 WIB setelah sebelumnya terlelap karena kelelahan jalan-jalan sorenya. Namun karena suami saya ingin sekali menikmati kemeriahan malam tahun baru di tepi Sungai Musi maka beranjaklah kami ke sana.

Kembang Api di Sungai Musi

Jembatan Ampera penuh sesak oleh kendaraan yang melintas. Di Bawahnya, di tepian Sungai Musi ada panggung besar yang menampilkan pertunjukan sembari kampanye yang nampaknya disponsori oleh pejabat yang akan mencalonkan diri menjadi pemimpin daerah. Kembang api bertebaran di udara meskipun waktu belum menunjukkan pukul 00.00 WIB. Kami pun berjalan mencari tempat duduk di pagar yang berbatasan dengan sungai, namun karena terlalu penuh, kami pun akhirnya ke salah satu rumah makan yang memiliki semacam anjungan untuk menikmati pemandangan Jembatan Ampera. Niatnya siiih mau numpang duduk sambil makan dan menikmati pemandangan, tapi berhubung lokasi strategisnya penuh kami ke anjungan saja tanpa membeli makan :-P



 Kembang api memang indah dinyalakan di malam hari. Apalagi di bawahnya ada Jembatan Ampera yang kokoh berdiri dan dihiasi lampu penuh warna sehingga menjadikannya rupawan. Langit semakin berwarna ketika waktu telah menunjukkan pukul 00.00 WIB pertanda telah memasuki tahun 2013, kembang api terus menerus bertebaran. Indah dan meriah. Orang-orang bersuka cita menyambut datangnya lembaran baru tahun ini. Banyak yang melewatinya bersama keluarga, kekasih, sahabat, bahkan ada beberapa keluarga yang berada di atas perahu sambil membawa bekal makanan. 



Namun kembang api juga bisa menjadi sesuatu yang mengerikan, bila dinyalakan tepat di samping kita (kembang api yang di pegang di tangan kemudian bisa meletus ke udara lalu menjadi kembang api yang menyala) dengan suara letusan yang memekakkan telinga dan ada pula kembang api yang tiba-tiba meletus di belakang kita berdiri. Itu terjadi pada saya malam itu. >.< Saya ngeri kalau sama petasan dan sejenisnya. Setelah beberapa saat setelah puncak acara pergantian tahun, kami pun pulang karena saya keburu "parno" dengan kejadian tadi.

Kembang Api dan Tahun Baru

Dalam Wikipedia dijelaskan bahwa kembang api adalah bahan peledak berdaya ledak rendah piroteknik yang digunakan umumnya untuk estetika dan hiburan. Salah satu bentuk kembang api yang umum adalah dalam pertunjukan kembang api. Kembang api menghasilkan empat efek primer: suara, cahaya, asap, dan bahan terbang (contohnya confetti). Kembang api dirancang agar dapat meletus sedemikian rupa dan menghasilkan cahaya yang berwarna-warni seperti merah, oranye, kuning, hijau, biru, ungu, dan perak. 

Kembang api ditemukan di Cina untuk menakut-nakuti roh jahat, sebagai perkembangan dari penemuan lainnya yaitu bubuk mesiu. Perayaan dan festival seperti Tahun Baru Imlek dan Festival Bulan pada pertengahan musim gugur masih dilengkapi dengan kembang api. Cina adalah penghasil dan pengekspor kembang api terbesar di dunia.



Karena keindahannya dan dapat membuat suatu acara menjadi meriah, setiap perayaan tahun baru banyak tempat yang menyajikan pesta kembang api agar masyarakat terhibur dan dengan gembira menyambut datangnya tahun yang baru. Di Indonesia sendiri, hampir di setiap kota menampilkan pesta kembang api sebagai puncak perayaan tahun baru, baik yang skala kecil maupun kembang api yang super besar dan megah. 

Semoga kemeriahan pesta kembang api di tahun baru dapat membawa semangat baru dan  menginspirasi perubahan yang baik di hari-hari selanjutnya. Bukan hanya hura-hura semata yang kemudian menyisakan problema.

Selamat Tahun Baru 2013, friends.. ^^ 







  •  
  •  
Riyuni Asih Riyuni Asih Author

Blog Archive

Instagram @riyuniasih

Riyuni's Facebook

Popular Posts

Translate

Total Pageviews

NetworkBlogs