My Diary.
to Share my Life Events

Rukun Pangkal Bahagia

Suatu hari saya tidak sengaja menonton film televisi di RCTI. Karena ceritanya cukup menarik, akhirnya saya ikuti sampai akhir. Meskipun sampai akhir cerita, saya tidak tahu judulnya apa hehe… Kali ini temanya bukan soal cerita cinta remaja, tapi soal keluarga.

Dikisahkan seorang anak laki-laki dalam sebuah keluarga, bernama Rio, menjadi begitu depresi sejak kematian ayahnya yang diakibatkan kelalaiannya mengemudi. Dia tidak berkonsentrasi menyetir karena patah hati, ditinggalkan kekasihnya. Depresi yang dialaminya cukup parah, sampai terus saja berteriak-teriak dan linglung, menyebabkan keluarganya putus asa dan menuduhnya gila. Kakak dan adik-adiknya terus saja menganggap Rio seharusnya dikirim ke rumah sakit jiwa, karena dengan dia tetap di rumah maka mempermalukan dan menyusahkan keluarga. Lebih dari itu, Rio dianggap telah membunuh ayahnya karena kesalahan yang dilakukannya.

Namun, ada satu orang yang tidak pernah putus asa menghadapi Rio dan membantunya agar dapat sembuh kembali. Ibunya. Meskipun harus banting tulang membiayai anak-anaknya, si Ibu terus bekerja keras sampai keempat anaknya dapat lulus kuliah dan bekerja, tentunya tak lupa terus berjuang agar satu lagi anaknya, Rio, sembuh dari depresinya. Meskipun anak-anaknya yang lain bersikukuh menganggap Rio gila dan memaksa ibunya agar mengirimkan Rio ke rumah sakit jiwa, si Ibu tetap meyakini bahwa Rio tidak gila dan akan sembuh suatu hari nanti. 

Kondisi Rio semakin parah karena saudara-saudaranya terus saja menyalahkannya, menganggapnya menjadi ancaman karena takut tiba-tiba mengamuk atau membahayakan dan cemburu karena si Ibu begitu memperhatikan Rio. Si Ibu semakin bersedih melihat anak-anaknya tidak membantu Rio, tapi justru menekannya terus menerus. Sampai suatu hari ibunya jatuh sakit, memikirkan anak-anaknya. Dalam keadaan si Ibu sakit tersebut, anak-anaknya menggunakan kesempatan itu untuk memaksa Rio masuk rumah sakit jiwa. Si Ibu pun tahu, kemudian mencegahnya dan menangisi semuanya. Dia begitu kecewa dengan sikap anak-anaknya tersebut. Tidak ada pilih kasih, karena Ibu mencintai anak-anaknya sama rata. Namun, Rio butuh perhatian dari Ibu dan saudara-saudaranya untuk sembuh. Singkat cerita, anak-anaknya pun sadar, memohon maaf pada Ibu dan Rio. Perlahan Rio sembuh dari depresinya. Happy ending

^_^

Salah satu nilai yang dapat saya ambil dari cerita tersebut adalah, bahwa orang tua itu akan bahagia jika anak-anaknya bisa rukun, saling membantu dalam keadaan susah, saling berbagi kebahagiaan. Bahkan dalam kondisi sulitpun akan terasa lebih ringan bagi orang tua, jika anak-anaknya turut menguatkan dan membantu orang tuanya. Pandangan negatif atau gunjingan orang lain terhadap keluarga kita tidak harus selalu diperhatikan jika hanya mempersulit keadaan dan tidak menyelesaikan masalah. Jika ada keluarga kita yang mengalami masalah atau kekurangan, jangan dianggap sebagai aib, justru kitalah yang bertugas membantunya mengatasi kesulitannya. 

Saya selalu ingat, betapa sedih orang tua saya ketika dulu waktu kecil saya dan kakak saya selalu berantem. Saya selalu yang kebagian nangis meraung-raung. Namun, begitu bahagianya orang tua kami ketika melihat kami anak-anaknya rukun dan saling membantu, membuat mereka lebih kuat menghadapi permasalahan yang teramat sering mendera. Seperti halnya mereka membantu menguatkan kami ketika menghadapi kerasnya kehidupan, menegakkan ketika kami terjatuh, dan menjadi garda terdepan dalam melindungi kami. 

Saya selalu berharap, saya dan saudara-saudara saya bisa rukun, saling membantu, dan saling menyayangi. Semoga orang tua kami selalu bahagia, dan kami menjadi anak-anak yang bisa membahagiakan mereka. 

Maafkan kami yang masih saja sering menyusahkan sampai saat ini…
  •  
Riyuni Asih Riyuni Asih Author

Instagram @riyuniasih

Riyuni's Facebook

Popular Posts

Translate

Total Pageviews

NetworkBlogs