Rukun Pangkal Bahagia
2:17 PM
Suatu
hari saya tidak sengaja menonton film televisi di RCTI. Karena ceritanya cukup
menarik, akhirnya saya ikuti sampai akhir. Meskipun sampai akhir cerita, saya
tidak tahu judulnya apa hehe… Kali ini temanya bukan soal cerita cinta remaja,
tapi soal keluarga.
Dikisahkan
seorang anak laki-laki dalam sebuah keluarga, bernama Rio, menjadi begitu
depresi sejak kematian ayahnya yang diakibatkan kelalaiannya mengemudi. Dia
tidak berkonsentrasi menyetir karena patah hati, ditinggalkan kekasihnya. Depresi
yang dialaminya cukup parah, sampai terus saja berteriak-teriak dan linglung,
menyebabkan keluarganya putus asa dan menuduhnya gila. Kakak dan adik-adiknya
terus saja menganggap Rio seharusnya dikirim ke rumah sakit jiwa, karena dengan
dia tetap di rumah maka mempermalukan dan menyusahkan keluarga. Lebih dari itu,
Rio dianggap telah membunuh ayahnya karena kesalahan yang dilakukannya.
Namun,
ada satu orang yang tidak pernah putus asa menghadapi Rio dan membantunya agar
dapat sembuh kembali. Ibunya. Meskipun harus banting tulang membiayai
anak-anaknya, si Ibu terus bekerja keras sampai keempat anaknya dapat lulus
kuliah dan bekerja, tentunya tak lupa terus berjuang agar satu lagi anaknya,
Rio, sembuh dari depresinya. Meskipun anak-anaknya yang lain bersikukuh
menganggap Rio gila dan memaksa ibunya agar mengirimkan Rio ke rumah sakit
jiwa, si Ibu tetap meyakini bahwa Rio tidak gila dan akan sembuh suatu hari
nanti.
Kondisi
Rio semakin parah karena saudara-saudaranya terus saja menyalahkannya,
menganggapnya menjadi ancaman karena takut tiba-tiba mengamuk atau membahayakan
dan cemburu karena si Ibu begitu memperhatikan Rio. Si Ibu semakin bersedih
melihat anak-anaknya tidak membantu Rio, tapi justru menekannya terus menerus.
Sampai suatu hari ibunya jatuh sakit, memikirkan anak-anaknya. Dalam keadaan si
Ibu sakit tersebut, anak-anaknya menggunakan kesempatan itu untuk memaksa Rio
masuk rumah sakit jiwa. Si Ibu pun tahu, kemudian mencegahnya dan menangisi
semuanya. Dia begitu kecewa dengan sikap anak-anaknya tersebut. Tidak ada pilih
kasih, karena Ibu mencintai anak-anaknya sama rata. Namun, Rio butuh perhatian
dari Ibu dan saudara-saudaranya untuk sembuh. Singkat cerita, anak-anaknya pun
sadar, memohon maaf pada Ibu dan Rio. Perlahan Rio sembuh dari depresinya. Happy ending.
^_^
Salah
satu nilai yang dapat saya ambil dari cerita tersebut adalah, bahwa orang tua
itu akan bahagia jika anak-anaknya bisa rukun, saling membantu dalam keadaan
susah, saling berbagi kebahagiaan. Bahkan dalam kondisi sulitpun akan terasa
lebih ringan bagi orang tua, jika anak-anaknya turut menguatkan dan membantu
orang tuanya. Pandangan negatif atau gunjingan orang lain terhadap keluarga
kita tidak harus selalu diperhatikan jika hanya mempersulit keadaan dan tidak
menyelesaikan masalah. Jika ada keluarga kita yang mengalami masalah atau
kekurangan, jangan dianggap sebagai aib, justru kitalah yang bertugas
membantunya mengatasi kesulitannya.
Saya
selalu ingat, betapa sedih orang tua saya ketika dulu waktu kecil saya dan
kakak saya selalu berantem. Saya selalu yang kebagian nangis meraung-raung.
Namun, begitu bahagianya orang tua kami ketika melihat kami anak-anaknya rukun
dan saling membantu, membuat mereka lebih kuat menghadapi permasalahan yang
teramat sering mendera. Seperti halnya mereka membantu menguatkan kami ketika
menghadapi kerasnya kehidupan, menegakkan ketika kami terjatuh, dan menjadi
garda terdepan dalam melindungi kami.
Saya
selalu berharap, saya dan saudara-saudara saya bisa rukun, saling membantu, dan
saling menyayangi. Semoga orang tua kami selalu bahagia, dan kami menjadi
anak-anak yang bisa membahagiakan mereka.