My Diary.
to Share my Life Events

Menjadi Pencinta Alam

Gunung Rinjani, Lombok NTB, Indonesia
Membaca novel dan menyaksikan film layar lebar 5 cm mengingatkan Saya tentang masa remaja. Tidak terlalu nyambung, tapi ini berkaitan dengan mimpi Saya mendaki gunung dan menjadi seorang pencinta alam :-) Sejak SMA Saya mengagumi para pencinta alam, Mapala (Mahasiswa Pencinta Alam), petualang, dan sejenisnya. Dulu ingin sekali ikut ekstra kurikuler (ekskul) pencinta alam agar bisa naik gunung, tapi di sekolah Saya dulu nggak eksis ekskul ini. Jadi, pupuslah harapan Saya untuk bisa berkecimpung menjadi seorang Siswa Pencinta Alam (Sispala) dan tentunya mendaki gunung.

Kenapa Saya tertarik?

Ya, karena pasti menyenangkan bisa mendaki gunung, berpetualang menyusur hutan, camping di pantai, mengarungi jeram, memanjat tebing, dan banyak kegiatan lain yang menantang dan seru. Menemukan banyak hal baru. Tayangan favorit Saya sejak dulu adalah “Jejak Petualang” yang disiarkan oleh salah satu stasiun TV (TV7) yang sekarang berubah nama jadi Trans7, dengan pembawa acara Mbak Riyani Djangkaru (sok akrab banget iak..). Selain dia menarik dan cerdas, Saya menyukainya karena nama kami hampir sama, Riyani dan Riyuni (hehhehe…maksaaa!). Saya kadang berandai-andai menjadi dia, pasti seru berpetualang dan banyak melakukan hal-hal yang menyenangkan serta menantang. Meskipun gagal menjadi seorang Sispala dan tentunya menerima kenyataan bahwa Saya bukan seorang Riyuni Riyani Djangkaru,  Saya suka sekali style ala pencinta alam yang cool menurut Saya: celana cargo, sandal gunung, ransel, sepatu, dll. Jadilah sedikit Saya ikuti beberapa gaya, sesuailah dengan Saya yang agak tomboy :-) 

Ketika masuk kuliah, keinginan Saya menjadi seorang Mapala belum pupus sepenuhnya. Awal kuliah, kami ditawari berbagai macam kegiatan di luar kuliah seperti Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ), forum studi, Mapala, dan juga media fakultas. Saya sebenarnya tertarik di dua bidang, Mapala dan media. Namun ternyata keduanya tidak berjodoh dengan Saya, karena pada akhirnya Saya hanya menjadi anggota HMJ dimana Saya kurang aktif pula di dalamnya. Saya lupa kenapa tidak jadi bergabung di media, tapi Saya ingat betul kenapa Saya tidak jadi bergabung dengan Mapala di Fakultas Peternakan. IBU SAYA TIDAK MENGIJINKAN. What a pity me. Berhubung restu orang tua sangat penting, Saya sebagai seorang anak yang ingin berbakti akhirnya menghapus keinginan menjadi seorang anggota Mapala dari daftar “What I Want To Do”. Tentunya ibu Saya khawatir anak perempuan satu-satunya ini (kala itu belum punya adik) menantang bahaya kalau harus mendaki gunung dan kegiatan ekstrim lainnya.

Baiklah, Saya terima kenyataan bahwa Saya tidak akan pernah menjadi seorang anggota Mapala dan kemungkinan sangaaaat kecil untuk bisa merasakan sensasi mendaki gunung dan berbagai kegiatan ekstrim lainnya (meskipun masih sedikit berharap). Apalagi mengingat kondisi fisik Saya yang sepertinya tak terlalu kuat untuk melaksanakan keinginan-keinginan yang begitu banyak di dalam otak Saya.

Luckily, keinginan Saya itu sepertinya tak sepenuhnya diabaikan oleh Tuhan. Ketika bahkan Saya tidak lagi terpikir tentang keinginan Saya tersebut, Tuhan mengirimkan seorang Mapala untuk Saya, yang memberikan Saya pengalaman baru dan banyak informasi yang sebelumnya tak Saya ketahui. Seseorang yang seringkali penuh kejutan dengan membuat Saya merasakan pengalaman yang sebelumnya sangat Saya inginkan. Saya memang belum pernah mendaki gunung, tapi seolah Saya tahu rasanya karena dia bercerita dengan begitu bergairah dan bersemangat. Nama saya pun pernah terususun dengan kepingan-kepingan batu di puncak Gunung Rinjani (what a nice!) ^^.




Saya salut terhadap para pencinta alam. Tetapi, Saya terkadang sedih ketika melihat beberapa orang yang mengaku dirinya seorang Mapala justru bertindak bertentangan, contoh kecilnya saja membuang sampah sembarangan, tidak menjaga kebersihan lingkungan, merusak alam, mabuk-mabukan, kurang memperhatikan diri sendiri dan orang lain, serta bersikap semaunya. Sedih ketika kemudian image pencinta alam menjadi negatif karena terkesan semau gue. Sedih ketika dulu pernah ada yang bilang dengan nada negatif dan kurang nyaman “Pacarmu Mapala? Mapala kan biasanya…bla….bla…bla….” >.<!? #hadeeehh....

Setelah Saya pikir-pikir lagi, menjadi seorang mahasiswa atau seorang pencinta alam tidaklah wajib menjadi anggota sebuah klub pencinta alam dan sebangsanya. Namun bagaimana kita harus bersikap baik dan bijak pada alam, mencintai dengan sungguh-sungguh alam semesta yang begitu mempesona ini. Bukan berarti menjadi seorang Mapala atau pencinta alam itu tidak bagus, justru sangat bagus :-)

Mencintai alam bukan sekedar mendaki gunung, mengarungi jeram, mendaki tebing, menyusuri gua, dan menyusuri hutan… Menjadi seorang pencinta alam bukan hanya orang yang melakukan semua itu… Mencintai alam lebih bermakna menjaganya agar tak rusak sia-sia, merawatnya agar lestari, membuatnya bersinar indah dan mempesona… ^^


Danau Segara Anak, Rinjani, Lombok


*Photo diambil dari koleksi Arif Faisal Simatupang (dokumentasi perjalanan ke Gunung Rinjani bersama sahabat-sahabatnya: BTW, Ari, Anton)
  •  
  •  
Riyuni Asih Riyuni Asih Author

Pembuatan Pupuk Organik ala ORIFEZ

Bagi yang ingin tahu cara pembuatan kompos/ pupuk organik yang berbahan dasar feses sapi dan daun-daun kering, bisa cek ;)


Video ini adalah video yang dulu kami buat untuk Monev PKM (Pekan Kreativitas Mahasiswa) bidang kewirausahaan tahun 2008. Tim kami terdiri dari Friki Cyntia Dewi, Amelia Oktaviani, Didik Hermawan, dan saya Riyuni Asih

ORIFEZ = organik fertilizer. 

Sedikit bernostalgia, dan ternyata perjuangan kami dulu membuat proposal, presentasi, mengumpulkan daun-daun kering di lembah UGM (orang-orang yang lewat sampai heran), menempuh perjalanan ke Jakal km 13 setiap minggu, ngangkut dan mencangkuli feses sapi, mbolak mbalik kompos, mengayak, dan mengemas, sudah hampir lima tahun berlalu. ^^

Dan rasanya sejak itu pula, hubungan kami semakin erat dan begitu menyenangkan, terutama kami bertiga: Saya, Amel, dan Friki. Persahabatan yang luar biasa :-)

  •  
Riyuni Asih Riyuni Asih Author

How can a novel influence its readers?



Novel is a long narrative prose which usually describes fictional story. Thousands of novels had been published in the world. Many kinds of novels had been written with different style. Writers try to convey a story which informing and affecting readers. There are various themes in novels, such as love story, life story, success story, religion story, detective story, etc.

Novel can influence its readers positively. Stories written in a novel could motivate readers to make a huge effort to be success. For example, a novel titled “Rainbow Troops” by Andrea Hirata describes an experience on pursuing dreams to study might give motivation to many people on achieving their ideas.

Moreover, novel can also give knowledge and attract people’s interest in reading. A novel might contain useful information such as culture, tourism, education, science, human character, religion, etc. To illustrate this point, novel “The Land of Five Towers” by Ahmad Fuadi might predispose some people to choose study in religion school. In this novel, Fuadi narrate his interesting school life in a religion school so that readers could get the messages.

Yet, novel may bring negative effects to its readers. For example, novel with pornography, violence or racism substances might offer a negative impact. Readers might duplicate bad attitude from the story.

Too often reading novels may make some people reluctant to do other activities. Sometimes, novel is like an opium. It can bring or create addiction for some people. Readers would be interested to continuously read a novel to the end of the book and read another one.

It is clear that novel can influence its readers, positively or negatively. People should choose which novel they have to read so they can obtain positive effects. 
Riyuni Asih Riyuni Asih Author

Beasiswa S1 dan S2: “Tanoto Foundation National Champion Scholarship 2013/2014”

Kabar gembira buat para pemburu beasiswa dalam negeri, baik S1 maupun S2. Tanoto Foundation tahun ini akan memberikan beasiswa kepada 200 mahasiswa S1 dari 7 Perguruan Tinggi (PT) dan 30 mahasiswa S2  dari 4 PT. 

Daftar Perguruan Tinggi untuk S1:
1.       Universitas Gadjah Mada
2.       Universitas Indonesia
3.       Institut Teknologi Bandung
4.       Institut Pertanian Bogor
5.       Universitas Jambi
6.       Universitas Sumatera Utara
7.       Universitas Riau
Daftar Perguruan Tinggi untuk S2:
1.       Universitas Gadjah Mada
2.       Universitas Indonesia
3.       Institut Teknologi Bandung
4.       Institut Pertanian Bogor
Persyaratan Umum Program S1:
1.     WNI
2.    Terdaftar di PT mitra (tersebut di atas)
3.    Usia maks 21 tahun pada Juli 2013
4.    Min IPK 3,00 (skala 4,00)
5.    Bagi mahasiswa tahun pertama, nilai rata-rata kelas tiga min 8 (skala 10)
6.    Membutuhkan dukungan financial
7.    Berjiwa kepemimpinan dan memiliki kepedulian serta komitmen untuk  memajukan bangsa Indonesia
Persyaratan Umum Program S2:
1.    WNI
2.    Terdaftar di PT mitra (tersebut di atas)
3.    Usia maks 40 tahun pada Juli 2013
4.    Min IPK 3,25 (skala 4,00)
5.    Memiliki pengalaman bekerja minimal 2 tahun
6.    Berjiwa kepemimpinan dan memiliki kepedulian serta komitmen untuk memajukan bangsa Indonesia
Tahap Seleksi:
  1. Seleksi Administrasi: Sebaiknya siapkan dan kirimkan persyaratan yang dibutuhkan secara lengkap karena pelamar berjumlah ribuan sehingga persaingan ketat.
  2. Psikotest: Biasanya, hanya peserta yang lolos seleksi administrasi yang ikut.
  3. Wawancara: Jika tahap psikotes berhasil dilalui, siapkan diri buat wawancara.
Batas Pengumpulan Pendaftaran: 31 Januari 2013 (cap pos)


Untuk informasi lebih lanjut, bisa buka website Tanoto Foundation  (klik di sini)

"Saya salah seorang alumni penerima beasiswa ini. Beasiswa ini menarik dan sangat membantu penyelesaian kuliah saya. Apalagi sekarang ada fasilitas gathering bareng sesama penerima beasiswa, pastinya lebih bermanfaat. Sangat beruntung pernah jadi penerima beasiswa ini. Semangat berjuang, friends! Don't Give Up Without A Fight! ^^"
by: Riyuni Asih

Tanoto Scholars Gathering
Tanoto Scholars Gathering

  •  
Riyuni Asih Riyuni Asih Author

Look The Difference Part 2

Three of Us: Ambar Susi Marleny, Riyuni Asih, dan Martha Saraswasti. They are my close friends. Look the difference among us, it has been many years ago ^^

First Year Senior High School Students, 2003.





Leny's Wdding, 2011.

Hemm... I'm wondering how we look the next 10 years  ^^
Riyuni Asih Riyuni Asih Author

Look The Difference

I have a best friend, since we were in the first year of senior high school (2002), named Martha Saraswasti. 
Look, the pictures below are our pictures when we were 15 years old and 25 years old. 

Senior High School Students. 2003.
Newest picture. December 2012.


Riyuni Asih Riyuni Asih Author

SOBUR: Soto dan Bubur

Bingung mau sarapan apa? Soto atau bubur?
Nggak perlu bingung lagi, warung makan SOBUR memberikan alternatif untuk bisa menikmati keduanya ^^. 

Sobur, Tampak Depan
Menu favorit Saya di warung ini adalah bubur ayam dengan kuah soto. Bubur ayam disajikan terpisah dengan kuah soto ayam yang ditempatkan dalam mangkok kecil tersendiri sehingga kita bisa mencampurkannya sesuai selera. Pangsit goreng sebagai bagian dari menu ini juga menambah selera makan, sebagai pengganti kerupuk. Sangat nikmat bila dinikmati pagi hari untuk sarapan.


Bubur Ayam Komplit

Menu lain yang ada di SOBUR adalah soto ayam. Soto ayam dengan kuah tanpa santan namun bercampur aneka rempah-rempah membuatnya segar untuk dinikmati dalam keadaan panas.

Soto Ayam Rempah
Warung ini bersih sehingga kita nyaman makan di sini. Sobur buka pada hari Minggu s/d Jumat pada pukul 06.00 - 15.00 WIB. Buat yang tinggal di Jogja dan sekitarnya atau sedang liburan ke Jogja, bisa banget niih pilih SOBUR jadi alternatif wisata kulinermu ;-)

Harga yang ditawarkan sangat terjangkau:
Bubur ayam komplit : Rp 6.000,00
Bubur ayam polos    : Rp 5.000,00
Soto Rempah              : Rp 5.000,00
Teh Manis               : Rp 1.500,00


Daftar Harga

Alamat Warung makan SOBUR 
Jalan Blok O, dekat dengan komplek perumahan TNI AU dan STTA Adi Sucipto, 
Banguntapan, Bantul, D.I. Yogyakarta. 
  •  
Riyuni Asih Riyuni Asih Author

Kembang Api di Tahun Baru

Malam Perganitian Tahun yang Berbeda

Malam pergantian tahun, biasanya saya lewatkan di rumah, nonton TV, ngobrol dengan keluarga, atau bahkan tidur lelap sementara orang lain merayakan gegap gempita pergantian tahun dengan berbagai acara yang meriah. Bukan sesuatu yang saya ratapi karena tidak bisa bersenang-senang di luar sana, tapi saya lebih memilih tenang di rumah menikmati malam dan sesekali menulis di buku harian.

Malam pergantian tahun kali ini berbeda bagi saya. Alhamdulillah saya diberi kesempatan melewatkan akhir tahun di Kota Palembang sampai tahun baru. Semalam, menikmati malam, pertunjukan, dan kembang api di tepi Sungai Musi dekat Jembatan Ampera. Sebenarnya saya agak kurang bersemangat berkerumun di tengah keramaian dan jalanan yang macet karena penduduk kota maupun pendatang berbondong-bondong ke daerah ini. Malam itu bahkan saya baru beranjak bangun dari tempat tidur hampir pukul 22.00 WIB setelah sebelumnya terlelap karena kelelahan jalan-jalan sorenya. Namun karena suami saya ingin sekali menikmati kemeriahan malam tahun baru di tepi Sungai Musi maka beranjaklah kami ke sana.

Kembang Api di Sungai Musi

Jembatan Ampera penuh sesak oleh kendaraan yang melintas. Di Bawahnya, di tepian Sungai Musi ada panggung besar yang menampilkan pertunjukan sembari kampanye yang nampaknya disponsori oleh pejabat yang akan mencalonkan diri menjadi pemimpin daerah. Kembang api bertebaran di udara meskipun waktu belum menunjukkan pukul 00.00 WIB. Kami pun berjalan mencari tempat duduk di pagar yang berbatasan dengan sungai, namun karena terlalu penuh, kami pun akhirnya ke salah satu rumah makan yang memiliki semacam anjungan untuk menikmati pemandangan Jembatan Ampera. Niatnya siiih mau numpang duduk sambil makan dan menikmati pemandangan, tapi berhubung lokasi strategisnya penuh kami ke anjungan saja tanpa membeli makan :-P



 Kembang api memang indah dinyalakan di malam hari. Apalagi di bawahnya ada Jembatan Ampera yang kokoh berdiri dan dihiasi lampu penuh warna sehingga menjadikannya rupawan. Langit semakin berwarna ketika waktu telah menunjukkan pukul 00.00 WIB pertanda telah memasuki tahun 2013, kembang api terus menerus bertebaran. Indah dan meriah. Orang-orang bersuka cita menyambut datangnya lembaran baru tahun ini. Banyak yang melewatinya bersama keluarga, kekasih, sahabat, bahkan ada beberapa keluarga yang berada di atas perahu sambil membawa bekal makanan. 



Namun kembang api juga bisa menjadi sesuatu yang mengerikan, bila dinyalakan tepat di samping kita (kembang api yang di pegang di tangan kemudian bisa meletus ke udara lalu menjadi kembang api yang menyala) dengan suara letusan yang memekakkan telinga dan ada pula kembang api yang tiba-tiba meletus di belakang kita berdiri. Itu terjadi pada saya malam itu. >.< Saya ngeri kalau sama petasan dan sejenisnya. Setelah beberapa saat setelah puncak acara pergantian tahun, kami pun pulang karena saya keburu "parno" dengan kejadian tadi.

Kembang Api dan Tahun Baru

Dalam Wikipedia dijelaskan bahwa kembang api adalah bahan peledak berdaya ledak rendah piroteknik yang digunakan umumnya untuk estetika dan hiburan. Salah satu bentuk kembang api yang umum adalah dalam pertunjukan kembang api. Kembang api menghasilkan empat efek primer: suara, cahaya, asap, dan bahan terbang (contohnya confetti). Kembang api dirancang agar dapat meletus sedemikian rupa dan menghasilkan cahaya yang berwarna-warni seperti merah, oranye, kuning, hijau, biru, ungu, dan perak. 

Kembang api ditemukan di Cina untuk menakut-nakuti roh jahat, sebagai perkembangan dari penemuan lainnya yaitu bubuk mesiu. Perayaan dan festival seperti Tahun Baru Imlek dan Festival Bulan pada pertengahan musim gugur masih dilengkapi dengan kembang api. Cina adalah penghasil dan pengekspor kembang api terbesar di dunia.



Karena keindahannya dan dapat membuat suatu acara menjadi meriah, setiap perayaan tahun baru banyak tempat yang menyajikan pesta kembang api agar masyarakat terhibur dan dengan gembira menyambut datangnya tahun yang baru. Di Indonesia sendiri, hampir di setiap kota menampilkan pesta kembang api sebagai puncak perayaan tahun baru, baik yang skala kecil maupun kembang api yang super besar dan megah. 

Semoga kemeriahan pesta kembang api di tahun baru dapat membawa semangat baru dan  menginspirasi perubahan yang baik di hari-hari selanjutnya. Bukan hanya hura-hura semata yang kemudian menyisakan problema.

Selamat Tahun Baru 2013, friends.. ^^ 







  •  
  •  
Riyuni Asih Riyuni Asih Author

Instagram @riyuniasih

Riyuni's Facebook

Popular Posts

Translate

Total Pageviews

NetworkBlogs