Senja
2:34 AM
Aku duduk membonceng sepeda motor
yang dikendarai Bapak sore ini. Melewati ruas jalan perbatasan yang tak luas
namun indah menawan. Mataku tak hentinya memandang ke arah barat. Menatap
merahnya langit yang mampu membawa pikiran menerawang, hati bergejolak, dan
airmata yang berontak ingin keluar. Awan-awan berwarna abu-abu menyeruak
diantara jingga angkasa. Menambah ketertarikanku untuk terus menikmati pesonanya.
Tapi matahari semakin tenggelam.
Ah, tak rela rasanya ketika warna menggelap
menyongsong malam yang tak berwarna.
Roda motor terus melaju.
Mengantarkanku ke bandara untuk bertolak ke ibukota. Tak kulihat lagi meriahnya
langit sore ini, sang malam telah datang menyapa.
Rasanya...
Masih ingin berlama-lama di sini.
Masih ingin kembali menghirup aroma segar ini.
Masih rindu mata ini terpana moleknya pemandangan ini.
Namun langkah kaki harus tetap
beranjak demi harapan yang menanti untuk digapai.
Semakin kupergi, semakin kucinta.
Nantikanku ditiap cerahmu.
Senja…
ini kayak puisi yaaa
ReplyDeletemain kesini yaa pengunjungna yuyun di www.elyaafifah.com (numpang hihihi)
Yaa semacam itulah mbaak hehhehehhe...
Delete