Senja
2:34 AM
Aku duduk membonceng sepeda motor
yang dikendarai Bapak sore ini. Melewati ruas jalan perbatasan yang tak luas
namun indah menawan. Mataku tak hentinya memandang ke arah barat. Menatap
merahnya langit yang mampu membawa pikiran menerawang, hati bergejolak, dan
airmata yang berontak ingin keluar. Awan-awan berwarna abu-abu menyeruak
diantara jingga angkasa. Menambah ketertarikanku untuk terus menikmati pesonanya.