My Diary.
to Share my Life Events

Dongeng Ikan Air Laut dan Ikan Air Tawar


Alkisah, suatu ketika Neptunus Sang Dewa Laut mengadakan suatu pelatihan mengenai ketahanan pangan bagi kaum ikan. Neptunus mengundang beberapa perwakilan dari negara-negara kekuasaan dan negara sekitarnya, termasuk Negara Air Tawar. Apa bisa ikan air tawar hidup di laut? Inilah lebihnya Neptunus, dia memberikan kemampuan bagi ikan air tawar untuk bisa hidup di laut tapi hanya 3 bulan saja.

Peserta pelatihan sebanyak 50 orang. Terdiri dari berbagai jenis ikan dengan perbedaan usia dan jenis kelamin. Seluruh peserta tersebut dibagi menjadi 5 kelompok dengan 1 orang pendamping di setiap kelompoknya. Flavo, seekor ikan  laut jantan muda yang penuh wibawa menjadi salah satu orang yang dipercaya Neptunus untuk menjadi pendamping di kelompok 2.

Flavo seekor ikan yang cerdas dan sangat antusias menjadi pendamping. Pada hari pertama pelatihan, dia dikejutkan oleh ikan kecil yang datang terlambat sambil tergopoh-gopoh membawa barang yang cukup banyak. Ikan itu bernama Mega. Satu-satunya ikan air tawar yang ikut pelatihan ini.

Permisi, nama saya Mega. Maaf saya terlambat”, sapa Mega ketika dirinya masuk kelas dan menjadi pusat perhatian seluruh peserta dan pendamping.

Penampilannya yang unik, berwarna keemasan dengan beberapa motif di punggungnya menjadikannya mudah diiingat. Tak kalah unik, tingkah lakunya pun tergolong aneh dan tidak biasa. Dan ikan kecil aneh ini adalah salah satu anggota kelompok 2, kelompok yang Flavo dampingi. Setelah acara hari pertama selesai, semua peserta beristirahat di asrama yang telah disediakan.
Asrama dimana ya, Mas Flavo?” tanya Mega.
Oh, di sana dekat dengan asrama saya”. Kata Flavo sambil menunjukkan arah.
Boleh bareng nggak? Takut nyasar hehehe”, pinta Mega sambil nyengir.
Mereka berdua pun pergi bersama, sambil berbagi cerita di perjalanan. Banyak topik obrolan yang cocok bagi mereka. Sejak itu mereka berdua bersahabat dan selalu pulang bersama pasca pelatihan selesai. Mereka menjadi sahabat dekat, saling berbagi pengalaman dan pengetahuan. Mega mendapat banyak pelajaran mengenai dunia laut yang sebelumnya tak diperolehnya di sungai maupun danau. Bagaimana mencari makan, melestarikan terumbu karang, menjaga ekosistem laut, dan menikmati betapa indahnya alam bawah laut yang begitu memukau. Sebaliknya, Flavo juga mendapat pengetahuan mengenai dunia air tawar yang tak kalah menarik. 

Mereka berdua memiliki banyak kesamaan. Dari sekedar motif kecil di ekor, minat belajar yang tinggi, cara mengepakkan sirip, kesenangan terhadap musik, dan mimpi yang serupa: keliling dunia. Ilmu-ilmu baru yang diperoleh dari pelatihan dan informasi yang diberikan Flavo diluar pelatihan semakin memperkaya wawasan Mega. Betapa beruntung Mega bisa menjadi salah satu peserta pelatihan ini. Bertemu Flavo yang memiliki passion dan impian yang sama. Membuatnya tidak menyerah mengejar mimpinya. Mereka pun saling mengerti satu sama lain. Saling memberi semangat dan perhatian. Saling menemukan partner yang cocok yang selama ini belum pernah mereka temui sebelumnya.

Sampai saat akhir bulan ketiga telah tiba. Pelatihan telah usai. Neptunus secara resmi menutup upacara pelatihan ini dengan menghentakkan tongkatnya tiga kali. Kini peserta diberikan waktu tiga hari bebas untuk berjalan-jalan menikmati indahnya Kerajaan Neptunus. Lalu setelah itu, semua akan kembali ke negara masing-masing.
Tinggallah kamu di sini…” kata Flavo pada Mega seketika setelah upacara perpisahan.
Kenapa?” Mega balik bertanya.
Tinggallah, lalu kita kejar mimpi kita sama-sama. Hanya denganmu aku merasa semuanya menjadi mungkin.
Andai saja bisa.” jawab Mega sedih.
Kenapa tidak?” Flavo terus bertanya. Meskipun dia tahu semuanya mustahil terjadi.
Tidak bisa, kita hidup di dunia yang berbeda. Aku di air tawar dan kamu di air laut. Dunia yang sangat berbeda.”, jawab Mega lirih, sambil menyeka air matanya.
Kita bisa minta Neptunus untuk memberimu kekuatan agar bisa hidup di air laut!
Tidak bisa selamanya. Kekuatan itu hanya bertahan sementara.
Tapi aku ingin bersamamu.” kata Flavo lagi.
Sama saja. Bagaimana kamu bisa hidup di air tawar? Lagipula, kamu punya tanggungjawab besar di Kerajaan Neptunus dan aku pun demikian di Negara Air Tawar.” Jelas Mega sambil berlinang air mata. Sedih.
Aku akan sangat merindukanmu.”, ucap Flavo yang juga berlinang air mata.
Aku pun begitu.”, sahut Mega. “Bagaimana kalau kita habiskan 3 hari ini untuk berpetualang?” lanjut Mega. “Menciptakan pengalaman yang tak kan kita lupakan!”.
Hmm…baiklah, ayo aku ajak ke suatu tempat!” ajak Flavo.
Mereka berdua pun berenang dengan cepat, mengitari terumbu karang yang indah, menyelam, lalu naik ke permukaan. Menyembul dan melompat di permukaan laut. Menatap awan putih yang bergumul di langit biru. Mereka terus mengulangnya berkali-kali. Menikmati indahnya awan di langit dan hangatnya mentari yang bersinar. Berkhayal membayangkan awan-awan tersebut berbentuk ikan yang sedang melompat-lompat seperti halnya mereka. Sesekali mereka lihat pelangi setelah hujan datang.
Mega-mega yang indah. Seperti kamu.” kata Flavo pada Mega.
Kini, keduanya telah berada di habitat masing-masing. Mega di Negara Air Tawar dan Flavo di Kerajaan Neptunus. Pertemuan singkat yang mengukirkan kisah mendalam.

Hal yang biasa dilakukan ketika Mega merindukan Flavo adalah dengan naik dan melompat ke permukaan air, melihat gumpalan awan dan membayangkannya berbentuk ikan sedang melakukan hal serupa. Mega berharap dia melihat awan yang sama seperti yang dilihat Flavo, pada saat bersamaan. Ternyata demikian pula dengan Flavo. Melakukan hal yang sama.

Mereka berada di tempat yang berbeda, tapi memandang awan yang sama.

 -end-
  •  
Riyuni Asih Riyuni Asih Author

Instagram @riyuniasih

Riyuni's Facebook

Popular Posts

Translate

Total Pageviews

NetworkBlogs