Dongeng Ikan Air Laut dan Ikan Air Tawar
10:24 PM
Alkisah,
suatu ketika Neptunus Sang Dewa Laut mengadakan suatu pelatihan mengenai
ketahanan pangan bagi kaum ikan. Neptunus mengundang beberapa perwakilan dari
negara-negara kekuasaan dan negara sekitarnya, termasuk Negara Air Tawar. Apa
bisa ikan air tawar hidup di laut? Inilah lebihnya Neptunus, dia memberikan
kemampuan bagi ikan air tawar untuk bisa hidup di laut tapi hanya 3 bulan saja.
Peserta
pelatihan sebanyak 50 orang. Terdiri dari berbagai jenis ikan dengan perbedaan
usia dan jenis kelamin. Seluruh peserta tersebut dibagi menjadi 5 kelompok
dengan 1 orang pendamping di setiap kelompoknya. Flavo, seekor ikan laut jantan muda yang penuh wibawa menjadi
salah satu orang yang dipercaya Neptunus untuk menjadi pendamping di kelompok
2.
Flavo
seekor ikan yang cerdas dan sangat antusias menjadi pendamping. Pada hari
pertama pelatihan, dia dikejutkan oleh ikan kecil yang datang terlambat sambil
tergopoh-gopoh membawa barang yang cukup banyak. Ikan itu bernama Mega.
Satu-satunya ikan air tawar yang ikut pelatihan ini.
“Permisi, nama saya Mega. Maaf saya terlambat”, sapa Mega ketika dirinya masuk kelas dan menjadi pusat perhatian seluruh peserta dan pendamping.
Penampilannya
yang unik, berwarna keemasan dengan beberapa motif di punggungnya menjadikannya
mudah diiingat. Tak kalah unik, tingkah lakunya pun tergolong aneh dan tidak
biasa. Dan ikan kecil aneh ini adalah salah satu anggota kelompok 2, kelompok yang
Flavo dampingi. Setelah acara hari pertama selesai, semua peserta beristirahat di asrama yang telah disediakan.
“Asrama dimana ya, Mas Flavo?” tanya Mega.
“Oh, di sana dekat dengan asrama saya”. Kata Flavo sambil menunjukkan arah.
“Boleh bareng nggak? Takut nyasar hehehe”, pinta Mega sambil nyengir.
Mereka
berdua pun pergi bersama, sambil berbagi cerita di perjalanan. Banyak topik
obrolan yang cocok bagi mereka. Sejak itu mereka berdua bersahabat dan selalu
pulang bersama pasca pelatihan selesai. Mereka menjadi sahabat dekat, saling
berbagi pengalaman dan pengetahuan. Mega mendapat banyak pelajaran mengenai
dunia laut yang sebelumnya tak diperolehnya di sungai maupun danau. Bagaimana
mencari makan, melestarikan terumbu karang, menjaga ekosistem laut, dan
menikmati betapa indahnya alam bawah laut yang begitu memukau. Sebaliknya,
Flavo juga mendapat pengetahuan mengenai dunia air tawar yang tak kalah
menarik.
Mereka
berdua memiliki banyak kesamaan. Dari sekedar motif kecil di ekor, minat
belajar yang tinggi, cara mengepakkan sirip, kesenangan terhadap musik, dan
mimpi yang serupa: keliling dunia. Ilmu-ilmu baru yang diperoleh dari pelatihan
dan informasi yang diberikan Flavo diluar pelatihan semakin memperkaya wawasan Mega.
Betapa beruntung Mega bisa menjadi salah satu peserta pelatihan ini. Bertemu
Flavo yang memiliki passion dan
impian yang sama. Membuatnya tidak menyerah mengejar mimpinya. Mereka pun
saling mengerti satu sama lain. Saling memberi semangat dan perhatian. Saling menemukan partner yang cocok yang selama ini belum pernah mereka temui sebelumnya.
Sampai
saat akhir bulan ketiga telah tiba. Pelatihan telah usai. Neptunus secara resmi
menutup upacara pelatihan ini dengan menghentakkan tongkatnya tiga kali. Kini
peserta diberikan waktu tiga hari bebas untuk berjalan-jalan menikmati indahnya
Kerajaan Neptunus. Lalu setelah itu, semua akan kembali ke negara masing-masing.
“Tinggallah kamu di sini…” kata Flavo pada Mega seketika setelah upacara perpisahan.
“Kenapa?” Mega balik bertanya.
“Tinggallah, lalu kita kejar mimpi kita sama-sama. Hanya denganmu aku merasa semuanya menjadi mungkin.”
“Andai saja bisa.” jawab Mega sedih.
“Kenapa tidak?” Flavo terus bertanya. Meskipun dia tahu semuanya mustahil terjadi.
“Tidak bisa, kita hidup di dunia yang berbeda. Aku di air tawar dan kamu di air laut. Dunia yang sangat berbeda.”, jawab Mega lirih, sambil menyeka air matanya.
“Kita bisa minta Neptunus untuk memberimu kekuatan agar bisa hidup di air laut!”
“Tidak bisa selamanya. Kekuatan itu hanya bertahan sementara.”
“Tapi aku ingin bersamamu.” kata Flavo lagi.
“Sama saja. Bagaimana kamu bisa hidup di air tawar? Lagipula, kamu punya tanggungjawab besar di Kerajaan Neptunus dan aku pun demikian di Negara Air Tawar.” Jelas Mega sambil berlinang air mata. Sedih.
“Aku akan sangat merindukanmu.”, ucap Flavo yang juga berlinang air mata.
“Aku pun begitu.”, sahut Mega. “Bagaimana kalau kita habiskan 3 hari ini untuk berpetualang?” lanjut Mega. “Menciptakan pengalaman yang tak kan kita lupakan!”.
“Hmm…baiklah, ayo aku ajak ke suatu tempat!” ajak Flavo.
Mereka
berdua pun berenang dengan cepat, mengitari terumbu karang yang indah,
menyelam, lalu naik ke permukaan. Menyembul dan melompat di permukaan laut. Menatap
awan putih yang bergumul di langit biru. Mereka terus mengulangnya
berkali-kali. Menikmati indahnya awan di langit dan hangatnya mentari yang
bersinar. Berkhayal membayangkan awan-awan tersebut berbentuk ikan yang sedang
melompat-lompat seperti halnya mereka. Sesekali mereka lihat pelangi setelah
hujan datang.
“Mega-mega yang indah. Seperti kamu.” kata Flavo pada Mega.
Kini,
keduanya telah berada di habitat masing-masing. Mega di Negara Air Tawar dan
Flavo di Kerajaan Neptunus. Pertemuan singkat yang mengukirkan kisah mendalam.
Hal
yang biasa dilakukan ketika Mega merindukan Flavo adalah dengan naik dan
melompat ke permukaan air, melihat gumpalan awan dan membayangkannya berbentuk
ikan sedang melakukan hal serupa. Mega berharap dia melihat awan yang sama
seperti yang dilihat Flavo, pada saat bersamaan. Ternyata demikian pula dengan Flavo.
Melakukan hal yang sama.
Mereka
berada di tempat yang berbeda, tapi memandang awan yang sama.
-end-