My Diary.
to Share my Life Events

Hmmm...

Hmmm…
(manyun)

Aku ingin bercerita. Aku rindu menulis. Tapi rasanya mulut terkunci, pikiran melayang-layang entah kemana, dan jari-jaripun hanya bisa berhenti kaku di atas tuts keyboard. Semua menumpuk, menyumbat aliran darah di kepala. Apa yang ingin kuceritakan? Apa yang mau kutulis? Buntu. Inspirasiku seolah pergi, menghilang. Beberapa pekerjaan menulisku pun hanya bisa kupandangi, lembaran tak kunjung bertambah, padahal batas waktu semakin dekat.

Seorang sahabat pernah berkata, tulisan itu makhluk hidup, jika kita tidak bisa menghembuskan nyawa di dalamnya, maka yang kita hasilkan adalah benda mati yang tidak dapat memberikan manfaat pada sesama.

Ya, apa yang kita rasa, pikir, dan renungkan akan sangat mempengaruhi tulisan yang kita buat. Seperti menulis cerpen, ceritanya akan lebih hidup jika sang penulis mencoba merasakan masuk ke dalam lakon. Ya, dan apa yang kita ceritakan dan tuliskan haruslah bernyawa, memberikan manfaat bagi orang lain dan diri sendiri.

Hmmm…
(memejamkan mata, merenung)

Pagi ini hujan turun, hanya gerimis, sisa hujan lebat semalam. Aku keluar rumah lalu memandang air yang jatuh membasahi rerumputan di halaman belakang. Segar, damai. Kuhirup udara dalam-dalam lalu kuhembuskan perlahan. Kaki ini mulai beranjak, turun ke halaman. Hujan-hujan. Ehm.. Menyenangkan. Tuhan begitu baik memberikan hujan, memberikan kehidupan bagi tanaman-tanaman ini, dan juga semua makhluk mendapatkan manfaat dari hujan.

Lalu kakiku terus beralih ke kolam ikan di halaman depan. Tujuh ekor ikan mas koki berenang riang diantara dedaunan teratai, sambil sesekali hilir mudik mendekat ke air mancur. Mereka datang mendekat ke arahku yang baru tiba . Aku tahu, mereka minta makan, lalu seperti biasa kuberikan beberapa butir pakan, dan mereka pun begitu senang.

Hei, bukankah itu hal yang sangat kecil dan mudah bagiku? Hanya memberikan ikan-ikan itu makan, dan itu sudah membantu mereka hidup, membantu mereka bahagia, membantu mereka memiliki harapan. Seperti halnya Tuhan memberikan hujan bagi bumi, ringan bagi-Nya tapi besar manfaatnya bagi dunia.  Ya, sekecil apapun yang kita lakukan, bila itu memberikan manfaat untuk makhluk lain bukankan suatu hal yang mulia? 

Si inspirasi pun mulai datang kembali.

Hmmm….
(tersenyum)

Baiklah… mari semangat lagi, mari memberi manfaat, mari bercerita, dan mari menulis…
\(^.^)/

*) draft chapter 1 and chapter 2, done! 
Riyuni Asih Riyuni Asih Author

Instagram @riyuniasih

Riyuni's Facebook

Popular Posts

Translate

Total Pageviews

NetworkBlogs