Hmmm...
4:06 PM
Hmmm…
(manyun)
Aku ingin bercerita.
Aku rindu menulis. Tapi rasanya mulut terkunci, pikiran melayang-layang entah
kemana, dan jari-jaripun hanya bisa berhenti kaku di atas tuts keyboard. Semua
menumpuk, menyumbat aliran darah di kepala. Apa yang ingin kuceritakan? Apa yang
mau kutulis? Buntu. Inspirasiku seolah pergi, menghilang. Beberapa
pekerjaan menulisku pun hanya bisa kupandangi, lembaran tak kunjung bertambah, padahal batas waktu semakin
dekat.
Seorang sahabat
pernah berkata, tulisan itu makhluk hidup, jika kita tidak bisa menghembuskan
nyawa di dalamnya, maka yang kita hasilkan adalah benda mati yang tidak dapat
memberikan manfaat pada sesama.
Ya, apa yang kita
rasa, pikir, dan renungkan akan sangat mempengaruhi tulisan yang kita buat.
Seperti menulis cerpen, ceritanya akan lebih hidup jika sang penulis mencoba
merasakan masuk ke dalam lakon. Ya, dan apa yang kita ceritakan dan tuliskan
haruslah bernyawa, memberikan manfaat bagi orang lain dan diri sendiri.
Hmmm…
(memejamkan mata, merenung)
Pagi ini hujan
turun, hanya gerimis, sisa hujan lebat semalam. Aku keluar rumah lalu memandang
air yang jatuh membasahi rerumputan di halaman belakang. Segar, damai. Kuhirup
udara dalam-dalam lalu kuhembuskan perlahan. Kaki ini mulai beranjak, turun ke
halaman. Hujan-hujan. Ehm.. Menyenangkan. Tuhan begitu baik memberikan hujan,
memberikan kehidupan bagi tanaman-tanaman ini, dan juga semua makhluk
mendapatkan manfaat dari hujan.
Lalu kakiku terus beralih ke kolam ikan di
halaman depan. Tujuh ekor ikan mas koki berenang riang diantara dedaunan
teratai, sambil sesekali hilir mudik mendekat ke air mancur. Mereka datang
mendekat ke arahku yang baru tiba . Aku tahu, mereka minta makan, lalu seperti
biasa kuberikan beberapa butir pakan, dan mereka pun begitu senang.
Hei, bukankah itu
hal yang sangat kecil dan mudah bagiku? Hanya memberikan ikan-ikan itu makan,
dan itu sudah membantu mereka hidup, membantu mereka bahagia, membantu mereka
memiliki harapan. Seperti halnya Tuhan memberikan hujan bagi bumi, ringan
bagi-Nya tapi besar manfaatnya bagi dunia.
Ya, sekecil apapun yang kita lakukan, bila itu memberikan manfaat untuk
makhluk lain bukankan suatu hal yang mulia?
Si inspirasi pun
mulai datang kembali.
Hmmm….
(tersenyum)
Baiklah… mari
semangat lagi, mari memberi manfaat, mari bercerita, dan mari menulis…
\(^.^)/
*) draft chapter 1 and chapter 2, done!