HUJAN ABU PAGI INI
10:26 PM
Pagi ini saya dikejutkan dengan pemandangan halaman rumah yang tidak seperti biasanya, hampir semua tertutup abu yang cukup tebal dan hujan abu masih berlangsung. Memang bukan kali pertama hujan abu menyambangi daerah kami, karena sebelumnya ketika terjadi erupsi gunung Merapi hujan abu juga sampai ke rumah kami yang jaraknya kurang dari 30 km dari puncak Merapi. Hujan abu kali ini lebih tebal dari biasanya, abu yang menumpuk jauh lebih banyak, akan tapi Merapi tidak sedang erupsi, lalu dari mana asalnya?.
Abu vulkanik
yang terbang dan menyelubungi Jogja ini ternyata hasil ledakan gunung Kelud
yang terletak di Kediri Jawa Timur. Meskipun tempatnya cukup jauh dari Jogja,
angin telah membawa material tersebut sampai ke beberapa daerah yang jauh
dari lokasi gunung, bahkan berdasarkan berita di televisi, abu hasil erupsi
tersebut sampai juga di Jawa Barat.
Dikarenakan
Jogja dan sekitarnya terselimuti abu tebal dan masih diguyur hujan abu, maka
sekolah-sekolah dan kantor diliburkan. Sebagian besar warga memilih untuk
tinggal di rumah karena material vulkanik tersebut berpotensi besar mengganggu
kesehatan. Begitu pula saya yang pada akhirnya libur hari ini. Saya sendiri
langsung bersin-bersin dan kemudian pilek. Debu ada di mana-mana, terlebih lagi
rumah kami merupakan rumah tradisional yang tanpa plafon dan memiliki bagian
terbuka di lantai atas tempat menjemur pakaian yang terhubung dengan dapur dan
ruang makan, sehingga abu masuk rumah melalui celah genting dan celah terbuka. Tidak
ada persediaan masker di rumah, mau beli pun tidak mungkin karena rumah kami
jauh dari apotek ataupun toko yang menjual masker, lagipula kondisi tidak
memungkinkan untuk keluar rumah. Oleh sebab itu kami memakai kain kerudung untuk
menutupi hidung dan mulut.
Saya
dan ibu saya berkali-kali menyapu lantai dan membersihkan barang-barang, tapi
masih saja tetap kotor berdebu. Setelah hujan abu reda, tanaman hias di depan
rumah saya sirami untuk menghindari kerusakan yang lebih parah, begitu juga
halaman, agar abu vulkanik tidak lebih banyak beterbangan tertiup angin. Wew,
tebal dan sulit membersihkannya, apalagi hujan tak kunjung turun sampai malam tiba.
Ini
baru hujan abu, orang-orang yang tinggal di dekat gunung Kelud pastilah lebih
merasakan dampak yang lebih besar dari erupsi tersebut. Perasaan cemas pastilah
menyelubungi hati dan pikiran mereka, takut kalau-kalau awan panas menyapu
pemukiman dan penghuninya, rumah dan harta benda harus ditinggalkan untuk
mengungsi, kesehatan yang tentulah terganggu, persediaan pangan yang minim,
dll.
Saya
ingat betul ketika gunung Merapi meletus tahun 2010 lalu. Gemuruh terdengar
keras sekali, dini hari orang-orang berbondong-bondong lari dengan abu dan
lumpur memenuhi tubuh dan kendaraannya melewati samping rumah saya, hujan abu
cukup deras, listrik padam, dan semua orang dalam keadaan panik. Pasca ledakan
pun, masyarakat masih dihantui ketakutan terhadap ledakan susulan. Ah…benar-benar
menegangkan!
Bencana alam memang datang
dengan kuasa Tuhan. Semoga keadaan segera membaik, dan korban serta kita semua
diberi kesanggupan, kesabaran, dan kemampuan untuk menghadapi persoalan yang menimpa. Stay safe dan jaga
kesehatan ya, friends!