My Diary.
to Share my Life Events

Memiliki Keluarga Penyandang Disabilitas

Saya baru selesai menonton drama Korea dengan judul "Our Blues" episode 14, yang mengisahkan seorang Yeong-Ok yang malu dan terpuruk karena memiliki saudara kembar seorang penyandang Syndrom Down dan Skizofrenia, Yeon-Hui. Terlebih lagi, orang tuanya telah meninggal ketika mereka berusia 12 tahun dan dia harus menanggung sendiri tanggung jawab berat untuk menjaga Yeon-Hui yang berkebutuhan khusus. 

Pasti sangat berat rasanya, ketika anak sekecil itu membawa beban besar seorang diri tanpa dukungan lingkungan yang memadai. Sampai ketika sudah dewasa, dia melarikan diri dengan memilih bekerja jauh dari kakaknya karena sudah tidak tahan, menginginkan kebebasan dan kebahagiaan, terlepas dari beban yang menurutnya disebabkan oleh kakak yang merepotkan. Berkali-kali ditinggalkan pacar karena karena alasan kembaran yang "aneh" membuatnya tidak mau lagi berkomitmen dengan laki-laki.

Episode masih berlanjut minggu depan, meskipun sebenarnya kali ini saya tidak akan terlalu membahas drama tersebut, tapi terkait pesan yang terkandung dan realitas yang terjadi di dunia nyata. 

Apakah setiap orang mau memiliki anggota keluarga dengan disabilitas/berkebutuhan khusus? 

Tentu TIDAK

Setiap orang pasti memilih kesempurnaan dan kenyamanan hidup, jika boleh memilih. Namun, hidup tidak selalu sesuai harapan. Semua tergantung Sang Pemilik Semesta, mau diapakan makhluk-makhluk ciptaan-Nya ini. Demikian pula lahirnya seorang anak difabel, tidak mungkin orang tuanya berdoa menginginkan anak seperti itu, tapi mau bagaimana lagi jika takdir Tuhan menjadikannya demikian. Pasti ada misi tersendiri untuk setiap yang bersinggungan, berdampingan hidup dengan mereka, menjaga, dan memanusiakannya karena pada dasarnya kita semua sama, makhluk ciptaan Yang Maha Kuasa. 

Saya pun, dulu tidak pernah membayangkan bahwa keluarga kami merupakan salah satu "yang terpilih" untuk mempunyai anggota dengan kebutuhan khusus. Adik kami, anak bungsu orang tua kami, menyandang Syndrom Down. Lahir di saat kondisi Ibu yang tak lagi muda dan tak disangka. Namun, ada untungnya juga dia lahir di saat Saya dan Kakak telah berusia lebih dari 20 tahun sehingga dengan sadar kami menerima dan menyayanginya dengan tulus. Meski berat menerima kenyataan itu, namun yang bisa kita lakukan adalah merawatnya dengan baik. Karena pasti yang paling repot dengan semua ini adalah Ibu, sehingga perlu lingkungan yang suportif untuk membuatnya tidak merasa berat sendirian. 

Hei, Kamu Tidak Sendiri!

Ya, ternyata banyak di dunia ini mengalami hal serupa. Tak hanya kisah di TV ataupun film, tapi di lingkungan sekitar kita banyak juga yang mengalami. Beberapa teman yang hidupnya terlihat "sempurna", pun memiliki kisah "biru" yang menguras energi dan emosi. Berbagai kisah, bermacam perjuangan. That's life

Lingkungan harus mendukung untuk menjaga orang-orang dengan kebutuhan khusus ini. Semua dapat memiliki peran, jangan mencibir, merendahkan, bahkan mendiskriminasi. Justru, seharusnya orang-orang yang merasa "normal" lah, harus melakukan hal-hal untuk memberi dukungan kepada penyandang disabilitas serta keluarganya. 

Dan, bagi yang memiliki keluarga dengan kebutuhan khusus, tidak perlu malu, ya karena memang bukan salah kita kan. Tuhan berkehendak, jadilah maka jadilah. Semoga kita dikuatkan dan diberi kemampuan menjalani hidup dengan baik, sesuai tujuan dan misi yang diemban oleh setiap makhluk yang diberikan penciptanya. 


Riyuni Asih Riyuni Asih Author

Harapan yang Terwujud

Pernah aku melamun sendiri sambil memandang pintu, kemudian berandai-andai "ah coba ada yang tiba-tiba mengetuk pintu, teman-teman yang datang berkunjung". Tetapi tak kunjung ada yang datang mengetuk, kecuali tukang kebun yang membersihkan rumah. 😂

Ingat masa-masa tinggal di kebun membuatku lebih bersyukur saat ini. Betapa tidak, dulu lokasinya jauuuuuhhh sekali dari kota, bisa 5-9 jam perjalanan naik mobil 😂😂 Tidak punya teman kecuali ibu-ibu staf dan karyawan dengan frekuensi percakapan yang berbeda, susah sinyal, dll. Bisa dibayangkan bukan hehehhee....

Alhamdulillah Gusti Allah baik sekali, memberikan kesempatan kami untuk pindah memulai petualangan baru. Kemudian harapanku tentang teman dan kerabat yang sering berkunjung dikabulkan, baik itu ketika masih di kontrakan maupun saat sudah pindah rumah baru. Terima kasih Allah, sebaik-baik pengabul doa. 😍

Meski di perantauan, semoga semakin banyak teman dan keluarga. Rumah semakin meriah dan berkah karena banyak silaturahmi 😍

Unknown Unknown Author

TIPS Persiapan Menjelang Pendaftaran CPNS

Sumber: http://makassar.tribunnews.com

Sekarang sudah bulan September 2018, dan kabarnya akan ada pembukaan lowongan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di berbagai instansi. Bagi yang ingin jadi Pegawai Negeri sebaiknya mulai aktif mempersiapkan diri, karena kalau hanya mengandalkan keberuntungan dan tidak kita usahakan, ya mustahil dapat kesempatan.

Saya sudah pernah mengikuti beberapa kali tes CPNS, dari sejak ngga niat sama sekali,  sampai yang serius sekali 😁 Ndilalah, saya keterima saat niat dan usahanya paling kuat hehhee... Tapi banyak orang juga sih yang tidak niat dan tidak belajar pun lulus tes CPNS dengan cemerlang. Tapi percayalah, seenggak niatnya, pasti ada usaha yang dilakukan 😎

Ada beberapa persiapan yang sebaiknya kita lakukan (menurut saya) agar saat pendaftaran tiba, tidak terlalu tergesa-gesa:

  1. Kelengkapan Dokumen
    Dokumen yang diperlukan untuk pendaftaran CPNS biasanya standar sih, hampir sama tiap instansi dan setiap tahunnya, antara lain: ijazah dan transkrip nilai/NEM dari SD - Kuliah (asli, legalisir, scan), KTP (asli, fotocopy, scan), SKCK (asli dan legalisir), Kartu Keluarga (asli dan legalisir), surat keterangan akreditasi jurusan/fakultas, sertifikat TOEFL (tidak semua instansi minta ini), dll tergantung instansinya minta tambahan dokumen apa. Lebih baik cek ke website instansi dan lihat rekrutmen tahun sebelumnya, biasanya tidak akan jauh berbeda.
  2. Update Informasi
    Jangan lupa update berita dan informasi seputar penerimaan CPNS, follow akun sosial media instansi yang diminati (biasanya update infonya), sering-sering baca berita, dan komunikasi sama teman yang sama-sama mau daftar. Website resmi Badan Kepegawaian Negara: www.bkn.go.id atau kalau untuk pendaftaran CPNS di https://sscn.bkn.go.id
  3. Belajar
    Kalau memang niat jadi PNS, belajar. Apa yang dipelajari? Soal-soal yang akan diujiankan, tahap pertama adalah Tes Kemampuan Dasar (TKD). TKD terdiri dari 3 bagian, yaitu Tes Intelegensia Umum (TIU), Tes Wawasan Kebangsaan (TWK), dan Tes Kepribadian. TIU semacam tes IQ dan pengetahuan umum. TWK ini mengasah pengetahuan tentang kebangsaan seperti, UUD 1945, Pancasila, sejarah, politik, dll. TWK ini paling sulit, terbukti banyak yang gagal. Sedangkan untuk Tes Kepribadian tidak begitu sulit sih, karena tidak ada jawaban benar salah, tapi pakai bobot nilai.
    TKD merupakan penentu kamu lolos seleksi berikutnya atau tidak, bahkan untuk instansi yang rekrutmennya sangat banyak, ujiannya ya cuma TKD ini, nilai paling tinggi yang diterima. Namun ada juga instansi yang yang setelah lolos TKD, ada tahap Tes Kemampuan Bidang (TKB), Psikotes, dan wawancara. Untuk mengikuti tes lanjutan, hanya diambil 3:1 lowongan yang ada. Jadi misalnya ada 1 lowongan jabatan, yang bisa ikut tes lanjutan hanya 3 orang dengan peringkat TKD tertinggi. Makanya penting untuk bisa dapatkan nilai tinggi di TKD, atau berharap setidaknya sainganmu ngga lebih tinggi dari nilaimu hehehhehe...
    Kalau saya dulu sih lebih suka yang tesnya banyak, karena peluang jadi lebih besar meningkatkan nilai di wawancara atau tes lain.
    Trus kalau ngga niat ikut ujian? Ya TIDAK USAH DAFTAR, buang-buang waktu. Apalagi kalau sudah ketrima lalu mengundurkan diri, mending tidak usah daftar, kasihan peluang orang lain jadi hilang gara-gara keegoisan atau ketidakniatan seseorang.
  4. Tentukan Pilihan
    Akan lebih bagus kalau punya minat mau kerja di instansi mana, baru kemudian ditentukan ketika pengumuman penerimaan sudah ada. Akan ketahuan posisi apa saja yang dibutuhkan. Perkirakan pula peluang-peluang keterima atau tidaknya. Misalnya, berapa posisi yang dibutuhkan, dll. Selain itu, pertimbangkan juga hal-hal lainnya, baru diputuskan akan pilih yang mana.
    Setiap orang punya pertimbangan sih untuk menentukan pilihannya.
    Contohnya kalau pertimbangan saya dulu:
    • Lokasi: lokasi yang dekat dengan keluarga agar tetap berkumpul, dan kalaupun mau mudik ke Jogja masih mudah 
    • Mutasi: pilih yang kantornya cuma 1, jadi tidak dimutasi ke luar daerah 
    • Transportasi: mudah dijangkau akses transportasi dari rumah, baik kendaraan umum maupun pribadi 
    • Posisi: ada posisi/lowongan untuk jurusan saya 
    • Potensi: pekerjaannya memiliki potensi yang baik untuk karir maupun pengembangan diri, tidak cuma asal jadi PNS.
  5. Siapkan Mental, Gaji PNS Tidak Besar!
    Gaji PNS itu tidak besar, apalagi gaji pokoknya, di bawah UMR untuk di beberapa lokasi. Ada tunjangan, tapi berbeda-beda jumlahnya/nilainya di tiap instansi. Nah selama masih CPNS, gaji dibayarkan 80% saja. Bisa googling untuk tahu gaji PNS. Ini bisa jadi pertimbangan buat kamu yang mau jadi PNS, jangan sampai nanti ngeluh dan nyalahin pemerintah kalau gajinya tidak lebih besar dari uang jajan yang dikasih orang tua 😔 Kan kamu sendiri yang mau jadi PNS hahhahaha
    Tapi meskipun begitu, bukan berarti PNS tidak bisa hidup layak sih, ya harus upgrade terus ilmu finansialnya biar bisa lebih baik hidupnya. Sisihkan beberapa bagian penghasilan buat upgrade otak dan sedekah.  
Demikian sedikit informasi dari saya, semoga bermanfaat, kalaupun tidak ya sudah tidak apa-apa hehehehhehe

Salam,

Ryu
Unknown Unknown Author

Beautiful Belitung

Saya mengetahui indahnya Pulau Belitung atau Belitong pertama kali adalah dari novel Laskar Pelangi, yang kemudian lebih tergambar dalam filmnya. Saat itu, saya membayangkan dapat berada di tempat itu dan merasakan atmosphere Ikal yang berjuang dengan teman-teman sekolahnya di SD Muhammadiyah Gantong. Kemudian berpikir, kapan ke sana ya? Hmmm…😥

Lalu setelah lebih dari 10 tahun, akhirnya Saya bisa mengunjungi pulau yang kini dikenal sebagai Negeri Laskar Pelangi. Senang?? Iya donkk… :D Saya mau cerita sedikit pengalaman ketika berada di Belitong, cekidot yaaa… hohohoho….😉
Riyuni Asih Riyuni Asih Author

Mendadak Mudik

Adzan maghrib berkumandang... Itu artinya, ramadhan tahun ini pun berakhir digantikan dengan gema takbir menyambut Idul Fitri.
Saya melalui buka puasa kali ini di Bakso Oasis Stasiun Gambir Jakarta, sambil menunggu kedatangan sang Argo Lawu jam 21.40 WIB nanti. Ya, waktu yang masih cukup lama untuk menunggu, terlebih lagi saya seorang diri. Loh kok?? Kemana Mas Simatupang nya?!
Ya, namanya juga mendadak mudik! Jadilah kondisinya begini. Kami beda kereta dan jadwal keberangkatan! Hohoho... ~~"
Riyuni Asih Riyuni Asih Author

Jadi Ibu dan Ayah "beneran"

Apa maksudnya "beneran" dalam judul tulisan kali ini? Apa sebelumnya jadi Ibu dan Ayah bajakan?
No no... bukan itu masud saya kok, masak iya bajakan atau KW !? 
--------
Riyuni Asih Riyuni Asih Author

My Baby is Turning 1 Year Old

25th April 2016
That was his birthday! I was really exciting on his special moment. Even though I couldn't prepare everything well because of not enough time, I organized what I could do.
Riyuni Asih Riyuni Asih Author

Instagram @riyuniasih

Riyuni's Facebook

Popular Posts

Translate

Total Pageviews

NetworkBlogs