My Diary.
to Share my Life Events

Mendadak Mudik!

Adzan maghrib berkumandang... Itu artinya, ramadhan tahun ini pun berakhir digantikan dengan gema takbir menyambut Idul Fitri.

Saya melalui buka puasa kali ini di Bakso Oasis Stasiun Gambir Jakarta, sambil menunggu kedatangan sang Argo Lawu jam 21.40 WIB nanti. Ya masih 3,5 jam lagi, waktu yang masih cukup lama untuk menunggu, terlebih lagi saya seorang diri. Loh kok?? Kemana Mas Simatupang nya?!

Ya, namanya juga mendadak mudik! Jadilah kondisinya begini. Kami beda kereta dan jadwal keberangkatan! Hohoho... ~~"

Karena kami pindah ke kota ini cukup mendadak dan banyak yang harus dilakukan, jadilah belum kepikiran buat mudik lebaran. Malah tadinya diputuskan untuk tidak mudik kemanapun, baik ke barat maupun ke timur. Tapi, beberapa hari lalu muncul hasrat yang kuat untuk pulang, jadilah kami begadang untuk mencari tiket. Beruntung, kami bisa dapat tiket kereta yang konon memang susah didapatkan jika musim mudik tiba ini. Tapi ya itu, beda kereta, satunya Gajayana yang berangkat jam 17.50 dan satunya Argo Lawu tambahan berangkat pukul 21.40.

Ngga apa-apa, yang penting mudik! :D

--------*****-----------

(sudah pindah tempat nongkrong)

Ahh....selalu saja, Stasiun membuat saya menjadi melowww! :') Apalagi jika sambil duduk menunggu di Dunkin Donut dan menyeruput teh panas.

Sekarang ini mungkin anak-anak TPA Masjid Al Waqaf dan OPC sedang takbir keliling Tamanmartani bagian utara. Dulu sebelum merantau saya ikut serta, dari jaman masih unyu-unyu santri TPA sampai lulus kuliah. Ngobrol tak kunjung henti bareng sahabat di jalan sampai pulang. Ahhhhh.... rindunyaaaa..... :')

Tak apa meski tak lagi bisa turut serta sekarang, tapi kenangan masih bisa membuat saya begitu bahagia pernah merasakannya. Semoga demikian pula dengan teman-teman lain ya...

Hmmmm.....

Bersyukur sekali juga, bisa sampai pada hari ini dengan perjalanan dan kejadian yang tak terduga. Setelah setahun meninggalkan kota ini, akhirnya kembali lagi. Memang skenario Allah luar biasa dan tak disangka-sangka. Bahkan banyak hal terjadi yang kemudian menunjukkan betapa Allah masih mengasihi saya dan betapa banyak orang yang menyayangi saya, meskipun seringkali saya masih lalai! Malunya saya pada Mu Tuhan...

Ramadhan kali ini pun rasanya banyak ujian untuk saya lalui, hingga mendadak mudik kali ini merupakan hadiah istimewa untuk saya...

Saya sadari banyak kesalahan yang saya lakukan baik dalam menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya serta dalam pergaulan sesama manusia. Semoga Allah berkenan memaafkan, demikian pula dengan saudara, rekan, kerabat, dan siapapun yang telah saya sakiti atau singgung... Semoga juga masih diberikan kesempatan bertemu Ramadhan berikutnya.

Selamat Idul Fitri! Taqobalallahu minna wa minkum...

---------****----------

Ryu

Yang sedang menunggu dan mendengarkan takbir di DD Stasiun Gambir dan sangat merindukan takbiran di Tamanmartani!

Riyuni Asih Riyuni Asih Author

Susah Tidur

Krik... Krik... Krik...

Meskipun tidak ada suara jangkrik sungguhan, saya berharap ada sungguhan untuk beberapa malam ini. Setidaknya buat nemenin saya biar ngga ketap ketip sendirian. :p

Tengok sebelah, sudah pules. Jadilah hp teman setia kali ini, untung paket internet masih ada.

Beberapa hari ini susah tidur. Glundang glundung ngga jelas ~~" Kalo ngga gitu, ngimpinya aneh-aneh... Ngga nyeremin sih, tapi entahlah sulit diartikan :p

Insomnia kah?!

Ah semoga tidak, mungkin hanya karena banyak yang dipikirkan jadi ngga tenang. Sooo....rileks Riyuni...

Inhale.... Exhale..... Inhale... Exhale...

Bismillah, mari coba tidur....

Riyuni Asih Riyuni Asih Author

Quote

"Kesepian itu ketika tak ada yang bisa diajak "bicara" (baik lisan, tulisan, maupun bahasa tubuh), meskipun mungkin ada banyak orang di sekitar. "

Riyuni Asih Riyuni Asih Author

Kukira Malaikat

Darinya,
Aku belajar arti kasih sayang, makna menyayangi sepenuh hati

Darinya,
Aku belajar ikhlas membantu orang lain, tanpa terpikir imbalan apa yang kan kuterima

Darinya,
Aku belajar tak membenci, meski luka hati menganga begitu lebar

Darinya,
Aku belajar untuk gigih meraih tujuan, walau batuan terjal menghadang

Darinya,
Aku belajar memperjuangkan hal berharga dalam hidup

Darinya,
Aku belajar bahwa sabar adalah perjuangan yang amat besar untuk dilakukan

Darinya,
Aku belajar tegar menerima ujian yang tak ringan dan menguras air mata

Darinya,
Aku belajar cara mencinta dengan sepenuh jiwa

Darinya,
Aku memahami ketulusan hati manusia

Dia, yang menjejak bumi laksana umumnya manusia... Yang sebelumnya kukira malaikat, meskipun tanpa sayap...

Semoga Tuhan selalu memberinya kebahagiaan yang berlimpah...

Riyuni Asih Riyuni Asih Author

Menunggu Kereta Malam (eh.. Senja)

Tak terasa sudah dua tahun lamanya. Dan saat ini saya sedang duduk di tempat yang sama, minum cokelat panas yang serupa, dan menunggu sesuatu yang tidak berbeda.

Suatu Sabtu pagi di pertengahan bulan Juni 2012, saya pergi ke Depok menggunakan kereta comuter line setelah sehari sebelumnya juga naik kereta serupa pulang dari Bogor. Malamnya saya harus ke stasiun Pasar Senen untuk naik kereta menuju Jogja. Bisa dibilang hari-hari yang akrab dengan kereta :) Saya pulang ke Jogja dengan tujuan untuk melakukan ujian thesis S2 saya di Fakultas Peternakan UGM. Jadi ini kepulangan yang sangat penting buat saya. Sebelum hari H ujian, saya harus sudah sampai untuk melakukan persiapan dan membenahi materi presentasi.
Riyuni Asih Riyuni Asih Author

Nyanyian Burung Pipit

Ada yang hilang satu minggu ini.

Kubayangkan hal itu ada lagi di setiap pagiku. Menemaniku memulai aktivitas dengan riang dan penuh semangat.

Aku juga berharap menutup petang bersamanya. Sambil menikmati indahnya langit sore berwarna jingga.

Dulu, aku tidak menyukai tempat itu. Asing, terpencil, sunyi.
Tapi karenanya, aku begitu menikmati hari-hari yang menjadi begitu damai.
Membuatku memaknai, bahwa hidup ini sangat berharga.

Nyanyian burung pipit.

Ya, nyanyian burung-burung itu selalu terngiang dipikiranku setiap pagi dan petang. Membawaku sangat ingin kembali bersamanya, mengusir kesepianku ditengah riuhnya kota.

Burung-burung, bernyanyilah untukku kali ini...  Seperti yang biasa kalian dendangkan setiap pagi dan petang di halaman rumah...
Untuk aku yang benar-benar merindukan hadirmu...

"Burung-burung pun memberikan salam, dalam kesejukan dan indahnya pagi...
Seandainya suasana pagi ini, kan sepanjang hari, betapa indahnya..."

Riyuni Asih Riyuni Asih Author

Exploring Gunung Leuser National Park

It was my first adventure visiting Bukit Lawang, a part of Gunung Leuser National Park in Bohorok, North Sumatera, Indonesia. Gunung Leuser National Park is one of the two remaining habitats for Sumatran Orangutans (Pongo abelii). I came here one year ago with my husband and my brother in law. We took the tour package to enter the forest and to see Orangutans, because the tourists were not allowed to walk into the jungle alone without the tour guides. There are many tour agents who have some alternatives of trip packages, for examples, the 3 hours and 6 hours adventure exploring the National Park.

Fortunately, our tour guides were Abang Rama and Abang Nikko, friends of Abang Andre, my brother in law, so we got a special price for this exploration (hehehhe….). For your information, the normal rate is about $250 - $600 per person. The rate is on Dollars or Euro because the most tourists who took the the tour were foreigners. 

Bang Rama, Bang Andre, Me, and Bang Fai

  •  
  •  
Riyuni Asih Riyuni Asih Author

7 Masalah Saya dengan HP

Pernah nggak sih dimarahi orang gara-gara susah dihubungi atau terkait hal lain yang bersangkutan dengan komunikasi via handphone (HP)?

Unfortunately, saya PERNAH bahkan SERING! Saya termasuk salah satu orang yang sering sekali bermasalah dengan komunikasi melalui perangkat canggih satu ini, HP. Beberapa orang sering ngomel-ngomel pada saya yang cukup teledor ini. Masalahnya bermacam-macam, mari coba kita bahas beberapa yang paling sering saya alami:
Riyuni Asih Riyuni Asih Author

No Excuse

In the last few days, I have been amazed by an interesting communication when two of my friends, a blind Indonesian and a deaf American, try to exchange their ideas about research. Just imagine, one who can’t see and one who can’t hear, then how do they communicate?
  •  
  •  
Riyuni Asih Riyuni Asih Author

HUJAN ABU PAGI INI


Pagi ini saya dikejutkan dengan pemandangan halaman rumah yang tidak seperti biasanya, hampir semua tertutup abu yang cukup tebal dan hujan abu masih berlangsung. Memang bukan kali pertama hujan abu menyambangi daerah kami, karena sebelumnya ketika terjadi erupsi gunung Merapi hujan abu juga sampai ke rumah kami yang jaraknya kurang dari 30 km dari puncak Merapi. Hujan abu kali ini lebih tebal dari biasanya, abu yang menumpuk jauh lebih banyak, akan tapi Merapi tidak sedang erupsi, lalu dari mana asalnya?.
  •  
Riyuni Asih Riyuni Asih Author

Instagram @riyuniasih

Riyuni's Facebook

Popular Posts

Translate

Total Pageviews

NetworkBlogs