My Diary.
to Share my Life Events

Angkot oh Angkot

"brruukkk..."
"aduuh.."

Tubuh saya tiba-tiba terpelanting ke depan ketika supir angkot ngerem mendadak. Dan itu tidak hanya terjadi sekali, jadi saya kemudian siap siaga pegangan kursi angkot. 

Setiap hari ke kantor saya naik angkot. Banyak serba serbi yang bisa dirasakan saat naik angkot ini. Baik senang maupun susah :-D Senangnya, kalau di Jakarta kita bisa banyak temui angkot di mana-mana jadi nggak perlu bingung cari angkutan. Selain itu ongkosnya juga tidak terlalu mahal, sekitar Rp 2.000 - Rp 3.000. Nggak perlu berdiri seperti kalau naik bus yang penuh dan berdesak-desakan.

Tapiiii.....susahnya juga nggak sedikit! Angkot suka ngetem (mangkal) dan berhenti seenaknya, nggak kenal istilah halte, akibatnya ya itu ngerem mendadak dan membuat penumpangnya terpelanting. Tapi terkadang penumpangnya juga yang keliru, minta berhenti mendadak sehingga si supir ngerem mendadak juga. Angkot juga sering melaju seenaknya, memotong jalan dan nyalip-nyalip sekenanya. Yang bikin ngeri, kalau ada pengamen atau peminta-minta di angkot, kadang-kadang suka maksa, nah posisi mobil yang sempit dan pintu penumpang cuma satu jadi bikin tambah parno. 

Kejadian yang bikin jengkel banget adalah ketika diturunkan di tengah perjalanan. Saya pernah pulang kantor naik angkot yang biasanya, ehh ternyata cuma diturunkan di terminal Senen yang jaraknya masih jauh dari kos. Lebih parah lagi, ketika beberapa hari lalu saya dan seorang teman naik angkot kemudian diturunkan di perempatan lampu merah yang sedang nggak karuan macet dan lalu lalangnya, di tengah hujan pula. Posisi kantor masih lumayan jauh kalau harus ditempuh dengan jalan kaki (hujan dan nggak bawa payung). Kami kemudian harus nyebrang jalan sambil hujan-hujan dan menunggu taxi yang tak kunjung lewat. Hemmmhh... what a day! Alhasil, teman saya langsung demam, badannya panas. ~~" (semoga lekas sehat yaa....)

Huhuhu...sebel siiihh sebenarnyaaa, tapi bagaimana lagi, masih butuh naik angkot tiap hari untuk sampai kantor. Angkot membantu banyak orang (termasuk saya) dalam hal transportasi umum meskipun masih banyak kekurangannya. Namun, sebagai warga, saya masih sangat berharap transportasi umum di kota ini dan negeri ini semakin baik lagi. Baik kendaraannya, sistemnya, supirnya, jalannya, dan penumpangnya. ^^ Sehingga permasalahan transportasi dan kemacetan bisa ditangulangi dengan lebih baik lagi. 

Riyuni Asih Riyuni Asih Author

9 comments :

  1. Ngga sopan itu supirnya.. :)
    Saya udah "berpartisipasi" ya....

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya tuh supir parah banget...

      Asik, makasih makasih :)

      Delete
  2. Penglaman berharga,,, jadikan pelajaran kedepannya... Hehe

    ReplyDelete
  3. angkutan umum banyak yang belum layak dan penumpang dianggap seperti barang. nah, salah satu indikator kemajuan sosial jug adari moda transportasi yang tersedia; dari jumlah, kualitas kendaraan, pelayanan, dll. dan sepertinya di Indonesia masih rendah dlm segala hal. he3... ohya, bisa dibikin cerpen lho dr pengalaman sehari2. salam kreatif

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih Komentarnya, Pak :)

      Iya saya juga sedang belajar untuk membuat cerpen, masih belum PD, tapi semoga segera bisa publish yaaa :) mohon bimbingannya ^^

      Delete
  4. saran ne yun klo mau enak naiklah angkot yang sudah SNI...:-)

    ReplyDelete
  5. Yun saran saya naiklah angkot yang sudah SNI...:-)

    ReplyDelete
    Replies
    1. sayangnya nggak ada yang memenuhi SNI mas santo :D

      Delete

Instagram @riyuniasih

Riyuni's Facebook

Popular Posts

Translate

Total Pageviews

NetworkBlogs