My Diary.
to Share my Life Events

Sembarangan Buang Sampah, Kontribusi Mencemari Negara!

Suatu pagi di Ibukota...

Kemarin pagi saya agak terlambat masuk kantor. Seperti biasa saya naik angkot menuju kantor, karena sudah agak siang jadi kondisi di dalam angkot agak lengang, yang biasanya 4-6 (posisi duduk) kali ini hanya 3-2. Saya duduk di dekat pintu karena biar dekat dengan aliran udara dan mudah untuk keluar. Sampai di tengah perjalanan, ada seorang wanita muda masuk sambil membawa satu bungkus plastik jajanan (nampaknya empek-empek siap makan berikut sausnya). Si Mbak ini duduk di depan saya, sambil kemudian menikmati makanannya. Saya menghadap agak serong, sehingga tatapan saya ke arah depan angkot. Tiba-tiba "whussss...." ada benda melayang tepat di depan muka saya melaju ke arah pintu. Saya kaget. Saya amati sekitar, ternyata si Mbak ini membuang bungkus bekas jajanannya ke jalan raya begitu saja dari dalam angkot.

Saya kemudian amati benar-benar si Mbak ini (mungkin dia risih saya sering lihatin hehe). Mbaknya cantik, dandanannya rapi, pakai masker untuk menghindari polusi udara yang bisa mengganggu pernapasannya, nampaknya cukup berpendidikan (minimal SMA pastilah dia telah tamat), nampaknya seorang pekerja kantoran. Namun aksi pembuangan sampah yang begitu praktis ekonomis dan terjadi persisi di depan mata saya ini menurunkan penilaian saya pada Mbak yang cantik ini. "Ah...kenapa di buang ke jalan sih Mbak?" pikir saya. 


Banyak yang selalu berkomentar mengenai sebagian besar lingkungan Jakarta yang kotor dan kumuh, banyak yang mengeluh ini dan itu, namun sudahkah penghuni kota ini bertanya pada diri sendiri "Apakah yang telah saya perbuat sehingga membantu ibu pertiwi menjaga kebersihan dan keelokannya?". Hal kecil membuang sampah saja tidak kita patuhi norma dan aturannya. Ketika lingkungan menjadi tercemar, kita juga yang selalu sewot dan tidak nyaman. Ketika banjir merajalela menerjang berbagai penjuru kota, seringkali orang-orang menyalahkan pemerintah yang dirasa tidak becus kerjanya. Selama ini banyak sampah berserakan tak tentu di setiap tempat. Sungai, selokan, jalanan, halte, terminal, stasiun, dan banyak tempat lain yang tidak semestinya ada onggokan sampah tak beraturan. Lalu siapa yang membuatnya seperti itu? 

Tumpukan Sampah di Jalanan (photo: Republika Online)

Kisah lain di kota berbeda...

Hal serupa terjadi pula ketika saya di Jambi akhir minggu lalu. Malam Minggu saya bersama Mas Faisal suami saya "nongkrong" di Ancol-nya Jambi sampai hampir tengah malam. Ancol ini sebutan untuk tempat nongkrong di tepi Sungai Batanghari, banyak penjual jagung bakar, es tebu, bakso, sate padang, sekuteng, dan makanan lain. Suasananya ramai. Kami memilih duduk tepat di tepi sungai di kursi plastik yang tersedia sambil menunggu orang yang jualan bertanya akan makan apa. Kami pesan segelas sekuteng panas (rasanya enak, namun agak beda dengan sekuteng yang di Jawa) dan segelas es tebu. Sambil menunggu pesanan datang kami ngobrol, Mas Faisal sembari makan donut yang kami beli di salah satu Mall. Tak lama kemudian saya terdiam dengan ekspresi setengah kaget, bengong, dan tatapan tak hengkang dari pemandangan di depan mata saya. Seorang pemuda yang tadi menawari kami menu makanan dan minuman dengan sigapnya membereskan meja di sebelah meja kami, mengangkat gelas, lalu cekatan membersihkan sampah sisa jagung bakar dan tissu lalu membuangnya dengan begitu ringan ke sungai yang persis mengalir di depan meja, Sungai Batanghari. 

Ancol - Tepi Sungai Batanghari, Jambi

Kenapa harus ke Sungai?

Ini baru sampah satu meja malam ini, padahal satu meja itu pastilah telah dipakai berkali-kali oleh tamu lain yang juga meninggalkan sampah di meja. Dan di sepanjang tempat itu ada berpuluh-puluh meja serta ratusan orang yang datang setiap hari untuk makan di sana. Bayangkan berapa ton sampah yang dihasilkan dan bila kesemuanya itu dibuang ke sungai. Meskipun Sungai Batanghari lebar dan besar, namun bukankah semua sampah itu mencemari lingkungan dan lambat laun pastilah mengganggu ekosistem yang ada? 

Sembarangan buang sampah, kontribusi mencemari negara!

Dua cerita di atas hanyalah segelintir kecil kejadian yang terjadi di negara yang kita cintai ini.  Selama ini pastilah tak jarang kita lihat, dan bahkan disadari maupun tak disadari kita pun lalai membuang sampah sembarangan. Tidak pada tempat yang seharusnya. Dan itu terjadi tidak hanya pada golongan masyarakat bawah yang minim pendidikan, namun bahkan sampai kaum-kaum terpelajar dan tingkat ekonomi atas. Sepele mungkin kelihatannya, tapi dampaknya sangatlah besar. 

Saya ingat trainer saya ketika training beasiswa menyampaikan bahwa permasalahan yang sering terjadi di negara kita adalah masalah mentalitas. Tidak peduli dari golongan mana, hampir sama. Contoh kecilnya salah satu ya masalah buang sampah ini. Banyak warga yang masih rendah kesadarannya terhadap pentingnya masalah "persampahan" ini.

Problematika sampah yang tak teratasi menyisakan ribuan buntut persoalan yang tak kunjung selesai. Pencemaran lingkungan terjadi di mana-mana. Hasilnya kita sendiri yang terganggu dari dampak rusaknya alam sekitar dan kotornya area publik. Kesehatan dan kenyamanan kita yang dipertaruhkan. Selain itu, citra negara kita pun dipertaruhkan. Bayangkan bagaimana pendapat orang asing melihat kondisi berbagai tempat di Indonesia yang masih banyak bergelimang sampah tak bertuan, di banyak area publik dan tempat-tempat yang tak seharusnya benda-benda itu berada. 

Berbuat kebaikan untuk diri kita, lingkungan, dan bangsa ini salah satunya bisa dengan kesadaran dan kemauan untuk menempatkan sampah pada tempatnya. Mengelola sampah dengan baik sehingga lingkungan terjaga kelestariannya. Kecil tapi besar manfaatnya. 

Mari jaga lingkungan, jaga negara kita... ^^





  •  
Riyuni Asih Riyuni Asih Author

2 comments :

  1. saya salut dengan anda karena walaupun anda secara formal bukan mapala tetapi mindset anda adalah mapala/pemerhati lingkungan...dan ini jauh lebih penting...

    ReplyDelete
  2. Pecinta alam bukan cuma yg suka naik gunung, bukan? ;)

    ReplyDelete

Instagram @riyuniasih

Riyuni's Facebook

Popular Posts

Translate

Total Pageviews

NetworkBlogs