Hati-hati Naik Kendaraan Umum!
1:38 PM
Hati-hati terhadap Pelecehan Seksual!
Beberapa hari lalu seorang teman saya mengirimkan pesan pada
saya, memberitahu saya mengenai kejadian yang menimpanya petang itu. Karena
gangguan kereta listrik (KRL) dan commuter
line di Jakarta, teman saya terpaksa pulang naik bus. Teman saya ini
bekerja di salah satu pusat perkantoran di Jakarta. Jam pulang kantor di
Jakarta bisa dipastikan macet dan semua angkutan umum penuh, apalagi sore ini
hujan sangat deras mengguyur Ibu Kota Republik Indonesia tercinta ini. Dengan terpaksa,
dia naik bus yang arah rumahnya daerah Jakarta Timur. Bus penuh sesak. Layaknya
pepes, kata salah seorang teman saya yang lain ketika kami sering kali
mengomentari bus yang penuh sesak. Saya bisa bayangkan betapa sangat
tersiksanya berada dalam bus tersebut. Sempit, sesak, bau, capek, berdiri,
gerah, dan tentunya sangat tidak nyaman.
Teman saya ini tidak dapat tempat duduk, sehingga harus
berdiri dan berdesak-desakan dengan penumpang lain. Oiya, teman saya ini
perempuan. Dia sekedar menoleh ke belakang, dan dilihatnya seorang bapak-bapak
setengah baya berdiri tepat di belakangnya. Dia cuek saja. Namun, lama-lama kok
ada yang aneh. Si Bapak tersebut seperti maju mundur, dan itu mengenai –maaf-
“p*nt*t” teman saya. Teman saya gerak menghindar karena risih, ehhh si Bapak
tersebut ikutan bergerak. Teman saya hanya bisa berdoa sepanjang jalan dan
berusaha menghindar. Untunglah tak lama kemudian, orang itu turun. Nah pas si
Bapak ini turun, teman saya nggak sengaja lihat ada yang “menonjol” di bagian
tengah celananya. Aih…benar-benar kurang ajar. Ini namanya pelecehan seksual!
Teman saya sampai trauma naik bus ini.
Kisah nyata lainnya juga ada. Tetangga teman saya ini
sebelumnya kena pelecehan juga ketika sedang naik bus kota, bahkan lebih parah
dari yang teman saya tadi alami. Suatu hari dia naik bus, karena kelelahan dan
jalanan macet, tertidurlah di di bus (dia dapat kursi di bus). Nah, setelah
agak lama perjalanan ditempuh, dia terbangun karena merasa ada yang duduk di
sebelahnya. Tapi kaget bukan kepalang ketika dia dapati salah satu tangannya
memegang benda asing yang ternyata adalah “alat kelamin” laki-laki yang duduk
di sebelahnya. Dia bahkan tak sadar tangannya telah dipindahkan oleh laki-laki
tersebut ke tempat yang tidak seharusnya. Sontak dia tarik cepat-cepat tangan
itu dan menghindar dari ‘penjahat” tersebut.
Kejadian tersebut baru sedikit dari banyak kejadian yang
pernah terjadi di angkutan umum. Masih banyak lagi kasus pelecehan sexual
lainnya yang bahkan lebih biadab. Seperti yang seringkali marak diberitakan di televise
dan media lainnya, pemerkosaan di angkot, dll.
Hati-hati terhadap Pemalakan dan Pencopetan!
Pencopetan menjadi hal yang tidak asing lagi terjadi di
dalam angkutan umum. Angkot juga harus diwaspadai ketika kita naik. Pernah
suatu ketika saya pulang kantor sendirian, jam sudah menunjukkan pukul 18.30,
saya bimbang antara naik angkot atau naik taxi. Akhirnya saya memutuskan naik
angkot saja. Namun ternyata angkot yang saya tumpangi tidak melalui jalur
langsung naik jembatan layang Atrium, tapi masuk terminal Senen dan lewat depan
Stasiun Senen. Ketika lewat depan stasiun, ada 3 orang masuk angkot yang saya
tumpangi, satu laki-laki dan dua perempuan. Tak lama kemudian, ada dua orang
remaja laki-laki berpakaian lusuh masuk juga. Ternyata mereka berdua ini
peminta-minta. Seorang lelaki lain yang sudah naik bareng saya langsung keluar
ketika dua orang ini masuk, saya kaget dan heran, bukankah mas nya ini tadi mau
ke Kampung Melayu? Kenapa turun di Senen?. Ternyata mas itu sudah tau apa yang
akan terjadi sehingga dia pilih buru-buru turun dan ganti angkutan. Saya baru
sadar ketika dua orang berpakaian kumal tadi meminta uang dari kami penumpang
angkot secara paksa dan mengancam. Dikasih seribu atau dua ribu nggak mau,
maunya semua yang ada di kantong. Terpaksa saya kasih Rp 5.000,00 mereka, asal
cabut dari kantong celana, untung saja bukan Rp 50.000,00 yang saya ambil :-P.
Saya masih agak shock juga setelah itu.
Kapok naik angkot malam-malam. Mending naik taxi, agak mahal namun relative
lebih aman. Tetapi kita juga harus pilih taxi yang terpercaya, jangan
asal-asalan taxi.
Belum lama ini pernah ada kejadian penodongan di dalam taxi
di Jakarta. Seorang sopir taxi yang saya tumpangi pernah bercerita pada saya
dan di berita televisi nampaknya pernah juga diberitakan. Dua orang wanita
ditodong di dalam taxi ketika suatu malam mereka naik taxi hendak pulang ke
rumah.
Kemarin sore, seorang teman juga bercerita bahwa teman
kerjanya kehilangan i-Phone ketika naik bus kota. Modusnya, seorang laki-laki
paruh baya seolah-olah jatuh kacamatanya lalu terjadilah perdebatan lalu tak
lama kemudian laki-laki itu turun. Tersadarlah si empunya i-Phone ternyata
benda berharganya tersebut telah lenyap seiring dengan turunnya laki-laki tadi.
Dompet-dompet penumpang juga rawan menjadi incaran para pencopet ini, sehingga
sebisa mungkin letakkan benda-benda berharga di tempat yang aman.
Waspadalah… Waspadalah!
Saya menceritakan ini bukan untuk menakut-nakuti, namun agar
kita bisa waspada dengan segala bentuk kemungkinan yang terjadi ketika naik
angkutan umum. Di Jogja, saya sangat jarang naik angkutan umum kecuali Bus
Trans Jogja sekali waktu, selebihnya naik motor. Di Jakarta, saya tidak punya
kendaraan pribadi, sehingga jika tidak bareng dengan teman yang memiliki
kendaraan pribadi, saya harus menggunakan angkutan umum. Tiap berangkat kantor
saya naik angkot, karena pagi hari jadi relative aman dan banyak penumpang
lainnya. Hal yang tidak mengenakkan ketika naik angkot ini adalah supirnya
sering ugal-ugalan, ngebut lalu tiba-tiba ngerem mendadak, dll. Jika hari sudah
beranjak malam, sebaiknya menghindari untuk naik angkot apalagi jika sendirian.
Bus menjadi salah satu alat transportasi yang enak
sebenarnya di Jakarta karena armadanya banyak dan berbagai jurusan tersedia,
namun agak rawan. Lebih enak menggunakan jasa bus Trans Jakarta. Bus Trans
Jakarta ini lebih nyaman karena ber-AC, relative lebih aman, dan di bagian
depan biasanya disediakan kursi bagi wanita. Namun, tidak jarang pula penuh
sesak dan berhimpitan ketika jam berangkat dan pulang kantor. Tetap harus
waspada naik ini. Begitu pula dengan kereta. Banyaknya pengguna kereta ketika
berangkat dan pulang kantor membuat gerbong penuh dan berdesak-desakan,
memungkinkan banyak kejahatan di dalamnya. Beruntung, pengelola kereta
menyediakan gerbong khusus wanita untuk beberapa armadanya.
Dalam menggunakan jasa taxi, biasanya saya memilih taxi yang
ternama dan terjamin kualitasnya. Meskipun agak sedikit lebih mahal, namun
pelayanannya lebih bagus (meskipun kadang adapula yang sopirnya kurang tau
arah, mungkin baru). Karena beberapa kali berpengalaman kurang menyenangkan
dengan taxi, saya selalu tanya dulu pada sopirnya, tahu beneran nggak alamat
yang saya tuju. Saya pernah diputar-putarkan jalan dulu. Biasakan juga baca
nama sopir taxinya, lebih bagus lagi nomor mobilnya (saya sering baca, tapi
nggak terlalu ingat, hemm payah).
Tetap waspada ya, friends! Bagaimanapun juga, transportasi umum merupakan salah satu
solusi kebutuhan warga dan juga salah satu solusi mengatasi macet. Semoga saja
keadaan akan menjadi lebih baik, sarana transportasi umum lebih baik, nyaman,
dan aman, serta kualitas sumber daya manusia di Indonesia semakin meningkat
sehingga kriminalitas jauh berkurang dan kita aman untuk tinggal di negara
tercinta ini. ^^
Keep Careful, guys..!
^^
This comment has been removed by a blog administrator.
ReplyDelete