My Diary.
to Share my Life Events

Hati-hati Naik Kendaraan Umum!


Hati-hati terhadap Pelecehan Seksual!

Beberapa hari lalu seorang teman saya mengirimkan pesan pada saya, memberitahu saya mengenai kejadian yang menimpanya petang itu. Karena gangguan kereta listrik (KRL) dan commuter line di Jakarta, teman saya terpaksa pulang naik bus. Teman saya ini bekerja di salah satu pusat perkantoran di Jakarta. Jam pulang kantor di Jakarta bisa dipastikan macet dan semua angkutan umum penuh, apalagi sore ini hujan sangat deras mengguyur Ibu Kota Republik Indonesia tercinta ini. Dengan terpaksa, dia naik bus yang arah rumahnya daerah Jakarta Timur. Bus penuh sesak. Layaknya pepes, kata salah seorang teman saya yang lain ketika kami sering kali mengomentari bus yang penuh sesak. Saya bisa bayangkan betapa sangat tersiksanya berada dalam bus tersebut. Sempit, sesak, bau, capek, berdiri, gerah, dan tentunya sangat tidak nyaman.

Teman saya ini tidak dapat tempat duduk, sehingga harus berdiri dan berdesak-desakan dengan penumpang lain. Oiya, teman saya ini perempuan. Dia sekedar menoleh ke belakang, dan dilihatnya seorang bapak-bapak setengah baya berdiri tepat di belakangnya. Dia cuek saja. Namun, lama-lama kok ada yang aneh. Si Bapak tersebut seperti maju mundur, dan itu mengenai –maaf- “p*nt*t” teman saya. Teman saya gerak menghindar karena risih, ehhh si Bapak tersebut ikutan bergerak. Teman saya hanya bisa berdoa sepanjang jalan dan berusaha menghindar. Untunglah tak lama kemudian, orang itu turun. Nah pas si Bapak ini turun, teman saya nggak sengaja lihat ada yang “menonjol” di bagian tengah celananya. Aih…benar-benar kurang ajar. Ini namanya pelecehan seksual! Teman saya sampai trauma naik bus ini.

Kisah nyata lainnya juga ada. Tetangga teman saya ini sebelumnya kena pelecehan juga ketika sedang naik bus kota, bahkan lebih parah dari yang teman saya tadi alami. Suatu hari dia naik bus, karena kelelahan dan jalanan macet, tertidurlah di di bus (dia dapat kursi di bus). Nah, setelah agak lama perjalanan ditempuh, dia terbangun karena merasa ada yang duduk di sebelahnya. Tapi kaget bukan kepalang ketika dia dapati salah satu tangannya memegang benda asing yang ternyata adalah “alat kelamin” laki-laki yang duduk di sebelahnya. Dia bahkan tak sadar tangannya telah dipindahkan oleh laki-laki tersebut ke tempat yang tidak seharusnya. Sontak dia tarik cepat-cepat tangan itu dan menghindar dari ‘penjahat” tersebut.

Kejadian tersebut baru sedikit dari banyak kejadian yang pernah terjadi di angkutan umum. Masih banyak lagi kasus pelecehan sexual lainnya yang bahkan lebih biadab. Seperti yang seringkali marak diberitakan di televise dan media lainnya, pemerkosaan di angkot, dll.

Hati-hati terhadap Pemalakan dan Pencopetan!

Pencopetan menjadi hal yang tidak asing lagi terjadi di dalam angkutan umum. Angkot juga harus diwaspadai ketika kita naik. Pernah suatu ketika saya pulang kantor sendirian, jam sudah menunjukkan pukul 18.30, saya bimbang antara naik angkot atau naik taxi. Akhirnya saya memutuskan naik angkot saja. Namun ternyata angkot yang saya tumpangi tidak melalui jalur langsung naik jembatan layang Atrium, tapi masuk terminal Senen dan lewat depan Stasiun Senen. Ketika lewat depan stasiun, ada 3 orang masuk angkot yang saya tumpangi, satu laki-laki dan dua perempuan. Tak lama kemudian, ada dua orang remaja laki-laki berpakaian lusuh masuk juga. Ternyata mereka berdua ini peminta-minta. Seorang lelaki lain yang sudah naik bareng saya langsung keluar ketika dua orang ini masuk, saya kaget dan heran, bukankah mas nya ini tadi mau ke Kampung Melayu? Kenapa turun di Senen?. Ternyata mas itu sudah tau apa yang akan terjadi sehingga dia pilih buru-buru turun dan ganti angkutan. Saya baru sadar ketika dua orang berpakaian kumal tadi meminta uang dari kami penumpang angkot secara paksa dan mengancam. Dikasih seribu atau dua ribu nggak mau, maunya semua yang ada di kantong. Terpaksa saya kasih Rp 5.000,00 mereka, asal cabut dari kantong celana, untung saja bukan Rp 50.000,00 yang saya ambil :-P. Saya masih agak shock juga setelah itu. Kapok naik angkot malam-malam. Mending naik taxi, agak mahal namun relative lebih aman. Tetapi kita juga harus pilih taxi yang terpercaya, jangan asal-asalan taxi.

Belum lama ini pernah ada kejadian penodongan di dalam taxi di Jakarta. Seorang sopir taxi yang saya tumpangi pernah bercerita pada saya dan di berita televisi nampaknya pernah juga diberitakan. Dua orang wanita ditodong di dalam taxi ketika suatu malam mereka naik taxi hendak pulang ke rumah.

Kemarin sore, seorang teman juga bercerita bahwa teman kerjanya kehilangan i-Phone ketika naik bus kota. Modusnya, seorang laki-laki paruh baya seolah-olah jatuh kacamatanya lalu terjadilah perdebatan lalu tak lama kemudian laki-laki itu turun. Tersadarlah si empunya i-Phone ternyata benda berharganya tersebut telah lenyap seiring dengan turunnya laki-laki tadi. Dompet-dompet penumpang juga rawan menjadi incaran para pencopet ini, sehingga sebisa mungkin letakkan benda-benda berharga di tempat yang aman.

Waspadalah… Waspadalah!

Saya menceritakan ini bukan untuk menakut-nakuti, namun agar kita bisa waspada dengan segala bentuk kemungkinan yang terjadi ketika naik angkutan umum. Di Jogja, saya sangat jarang naik angkutan umum kecuali Bus Trans Jogja sekali waktu, selebihnya naik motor. Di Jakarta, saya tidak punya kendaraan pribadi, sehingga jika tidak bareng dengan teman yang memiliki kendaraan pribadi, saya harus menggunakan angkutan umum. Tiap berangkat kantor saya naik angkot, karena pagi hari jadi relative aman dan banyak penumpang lainnya. Hal yang tidak mengenakkan ketika naik angkot ini adalah supirnya sering ugal-ugalan, ngebut lalu tiba-tiba ngerem mendadak, dll. Jika hari sudah beranjak malam, sebaiknya menghindari untuk naik angkot apalagi jika sendirian.

Bus menjadi salah satu alat transportasi yang enak sebenarnya di Jakarta karena armadanya banyak dan berbagai jurusan tersedia, namun agak rawan. Lebih enak menggunakan jasa bus Trans Jakarta. Bus Trans Jakarta ini lebih nyaman karena ber-AC, relative lebih aman, dan di bagian depan biasanya disediakan kursi bagi wanita. Namun, tidak jarang pula penuh sesak dan berhimpitan ketika jam berangkat dan pulang kantor. Tetap harus waspada naik ini. Begitu pula dengan kereta. Banyaknya pengguna kereta ketika berangkat dan pulang kantor membuat gerbong penuh dan berdesak-desakan, memungkinkan banyak kejahatan di dalamnya. Beruntung, pengelola kereta menyediakan gerbong khusus wanita untuk beberapa armadanya.

Dalam menggunakan jasa taxi, biasanya saya memilih taxi yang ternama dan terjamin kualitasnya. Meskipun agak sedikit lebih mahal, namun pelayanannya lebih bagus (meskipun kadang adapula yang sopirnya kurang tau arah, mungkin baru). Karena beberapa kali berpengalaman kurang menyenangkan dengan taxi, saya selalu tanya dulu pada sopirnya, tahu beneran nggak alamat yang saya tuju. Saya pernah diputar-putarkan jalan dulu. Biasakan juga baca nama sopir taxinya, lebih bagus lagi nomor mobilnya (saya sering baca, tapi nggak terlalu ingat, hemm payah).

Tetap waspada ya, friends! Bagaimanapun juga, transportasi umum merupakan salah satu solusi kebutuhan warga dan juga salah satu solusi mengatasi macet. Semoga saja keadaan akan menjadi lebih baik, sarana transportasi umum lebih baik, nyaman, dan aman, serta kualitas sumber daya manusia di Indonesia semakin meningkat sehingga kriminalitas jauh berkurang dan kita aman untuk tinggal di negara tercinta ini. ^^

Keep Careful, guys..! ^^
  •  
  •  
Riyuni Asih Riyuni Asih Author

1 comment :

  1. This comment has been removed by a blog administrator.

    ReplyDelete

Instagram @riyuniasih

Riyuni's Facebook

Popular Posts

Translate

Total Pageviews

NetworkBlogs