Manusia Setengah Salmon
10:13 PM
Saya baru selesai membaca bukunya Raditya Dika "Manusia Setengah Salmon". Sebelumnya kurang tertarik untuk meluangkan waktu membaca buku ini, apalagi membelinya, namun tidak sengaja ketika sedang "ngadem" di Gramedia saya melihat buku ini dan teringat teman saya yang cerita bahwa dia sampai bisa tertawa terbahak-bahak membaca buku ini. Penasaran, akhirnya saya masukkan buku ini dalam alokasi belanja saya hari itu. Tidak membutuhkan waktu yang lama untuk bisa "melalap" habis 258 halaman yang ada, sangat jauh lebih cepat daripada progres membaca buku latihan bahasa inggris yang sedang saya pelajari hehe....
Ngakak-ngakak beneran baca bab-bab awal buku ini, namun saya tertarik di bab terakhir "manusia setengah salmon". Intinya, hidup ini merupakan potongan-potongan antara perpindahan satu dengan lainnya dan kita hidup diantaranya. Untuk mencapai suatu pencapaian yang lebih, kita tidak bisa hanya bertahan di satu tempat yang sama. Seperti ikan salmon yang setiap tahunnya harus bermigrasi ber mil-mil jaraknya dan melawan arus untuk bertelur. Saya jadi ingat, seorang teman dulu pernah menyampaikan hal serupa untuk menyemangati saya ketika saya masih awal-awal tiba di Jakarta (waktu itu kami sama-sama belum pernah membaca buku ini).
Saya sangat merasakan mengalami berbagai perpindahan dalam hidup, dan pasti demikian pula dengan kalian. Perpindahan dari masa kanak-kanak ke remaja lalu dewasa, perpindahan sekolah, perpindahan cita-cita dan impian, perpindahan hati, perpindahan status, perpindahan pekerjaan, perpindahan selera, dll. Dalam berpindah, tidak selamanya semua mudah dan menyenangkan, namun juga tidak selalu menyedihkan. Saat ini, saya menyadari bahwa saya sudah semakin berpindah jauh dari masa lampau. Dulu gadis kecil dari desa kecil yang setiap hari ke sekolah naik sepeda, main lumpur, main dengan kaos oblong dan celana pendek, bandel... sekarang, saya sudah menjadi wanita berusia seperempat abad, sudah selesai sekolah, sudah mampu bepergian jauh seorang diri, dan memiliki pandangan-pandangan yang sudah sangat jauh berbeda dari masa lalu.... Hemm... begitu cepat rasanya waktu berlalu (kalimat klasik yang sering kali terlontar). Sudah banyak teman-teman yang tak sama seperti dulu lagi, sudah banyak yang menikah dan meiliki anak, dan banyak yang merantau. Dan insyaAllah saya pun akan melalui fase perpindahan itu. Perpindahan yang terkadang membuat cemas dan was-was.
Demikian pula perpindahan saya ke ibukota, sangat tidak direncanakan dan diduga sebelumnya. Dengan bermodal yakin, saya meninggalkan Jogja yang begitu nyaman dan familiar karena sejak lahir saya belum pernah merantau dari sana. Dan kini saya di sini, bermigrasi (urbanisasi tepatnya), dan mendapatkan banyak hal yang tak terduga sebelumnya.
Perpindahan marital status juga merupakan suatu tantangan besar tersendiri. Seorang kawan pernah bilang bahwa pernikahan itu seperti promosi jabatan, naik level. Level yang lebih tinggi dengan kenikmatan dan tanggung jawab yang sesuai dengan level tersebut. Jika boleh jujur, saya terkadang mencemaskan "kenaikan jabatan" ini. Namun, seorang kawan lain yang telah lebih dulu mengalami perpindahan ini mengatakan, kehidupan ini seperti perjalanan...kadang mulus, kadang berkelok-kelok, naik turun, jalanan terjal... kita harus bersyukur untuk semuanya, menikmati perjalanan yang ada, mengatasi batu sandungan yang menghalangi jalan, dan tetap berdoa dan bersyukur. Saya menikmati perpindahan ini...dan suatu hari nanti saya pun harus bermigrasi lagi, melawan arus yang lebih deras lagi, menghadapi ancaman "pemangsa" yang begitu buas, menghadapi kelelahan dan rintangan, demi mendapatkan pencapaian yang lebih besar lagi... Sama halnya juga seperti perjalanan ikan salmon untuk bertelur....
Selamat berpindah..
ReplyDeleteSelamat promosi..
"everything" will change, but one thing for sure, It's for better purposes.. (",)
thank you.. ^^ really thank you from my deepest heart... salmon...
Delete