My Diary.
to Share my Life Events

Riyuni Reading Corner: Mewujudkan Mimpi Masa Kecil

 Sebenarnya sudah beberapa bulan ini saya mulai membuat sebuah tempat membaca di rumah, terletak di salah satu sudut rumah keluarga saya yang berbentuk limasan gaya jawa. Baru terdapat sedikit rak buku, namun koleksi buku yang ada sudah cukup lumayan sebenarnya. Sejak kecil, saya senang membaca, terutama majalah, novel, dan juga komik :p Dulu saya baca buku pinjam dari perpustakaan sekolah, pinjam teman, beberap milik sendiri, atau sewa di rental. Saya memiliki keinginan untuk memiliki perpustakaan sendiri, agar akses membaca lebih mudah dan dapat mengoleksi buku-buku menarik. Saat itu ya masih sekedar mimpi muluk saja, belum tau harus melakukan apa. Untuk memenuhi kebutuhan sekolah dan pribadi saja pas-pas an, bagaimana mau beli buku yang banyak?! Alhasil, saya masih sering pinjam buku di perpustakaan sampai SMA.

Ketika kuliah, mulai sedikit demi sedikit membeli buku untuk kepentingan kuliah maupun buku-buku umum serta novel. Uang beasiswa yang saya dapat, beberapa saya belikan buku. Kakak saya juga mulai sering membeli buku, lalu kami taruh dalam rak buku di kamar kami masing-masing. Sampai suatu ketika di tahun 2009, seorang kawan menitipkan banyak bukunya pada saya karena harus pindahan ke luar kota untuk pulang kampung setelah selesai kuliah. Sayang kalau bukunya rusak, lemari baju pun saya alih fungsikan sebagai lemari buku. Kemudian pada tahun 2011, saya terinspirasi untuk mewujudkan mimpi masa kecil saya membuat sebuah taman bacaan di rumah agar masyarakat di dusun saya menjadi gemar membaca. Memanfaatkan pula buku-buku yang ada agar lebih bermanfaat.

Saya sering kali melihat, banyak anak-anak dan remaja yang sebenarnya potensial dan suka membaca justru tidak sering membaca buku-buku non mata pelajaran. Terlihat mereka sebenarnya senang membaca, ketika di perpustakaan masjid ada buku-buku untuk dibaca dan mereka sangat senang. Namun saya jarang melihat anak-anak itu berlomba-lomba membaca buku dari perpustakaan sekolah dan sumber bacaan lain. Saya dulu ketika SD sering sekali berlomba-lomba membaca dan membuat resensi bersama sahabat satu kelas. Kemampuan finansial dan atau kesadaran pentingnya membaca sering kali kurang dimiliki oleh orang tua, apalagi di desa yang akses untuk membeli buku lebih terbatas. Hal tersebut dapat menjadikan anak menjadi kurang memiliki minat membaca, hanya membaca buku yang di suruh baca oleh gurunya di sekolah.

Berbekal buku-buku koleksi pribadi saya dan mas Bayu kakak saya, dan saya meminta ijin Mas Faisal yang menitipkan buku-bukunya pada saya untuk menggunakan sebagian buku-buku tersebut, saya membuat tempat baca di sudut rumah. Waktu itu saya masih kekurangan uang untuk membuat rak buku, sampai saya kemudian ngobrol dengan sahabat kuliah saya Imam yang kemudian merespon positif dan mendukung serta membantu saya melengkapi fasilitas taman bacaan ini. Dia pun menyumbangkan buku-buku nya ketika saat itu di harus pindah untuk bekerja di ibukota. Selain itu, sahabat saya Martha dan keluarganya membantu memberikan majalah-majalah Bobo, majalah remaja, serta majalah wanita. Bapak saya membuatkan rak buku untuk menaruh sebagian buku-buku ini. Ibu saya membantu membersihkan ketika saya tidak ada di rumah. Kawan saya depan rumah, Mas Bambang ,juga membantu saya membuat banner untuk sudut membaca ini. Terima Kasih semuanya :)

Saya termasuk lambat dalam melaunching tempat ini, dikarenakan kesibukan kuliah dan pekerjaan saat itu. Beberapa rencana yang saya susun belum terlaksana, tapi minimal saat ini Riyuni Reading Corner sudah bisa diakses. Sepupu saya kadang-kadang mengajak teman-temannya (anak-anak SD) untuk main ke rumah membaca majalah bersama. Adik saya (yang meskipun belum bisa membaca) sering saya belikan buku dan mulai tertarik pada buku (pura-pura membaca hehehe). Ibu saya dan teman-temannya sering kali membaca bersama di sudut itu, biar mengurangi kebiasaan ngerumpi juga. Saudara dan teman-teman jika ke rumah bisa sambil membaca juga. Tetangga-tetangga ada juga yang datang meminjam buku.

Belum banyak yang bisa saya lakukan. Sebenarnya saya ingin ada kegiatan-kegiatan di tempat ini, agar bisa menambah wawasan juga. Saat ini masih terbatas untuk baca ditempat, karena terbatasnya tenaga yang mengontrol keluar masuknya buku-buku tersebut. Saya masih sangat membutuhkan bantuan dalam mengelolanya. Meskipun sedikit dan perlahan...saya harap bisa memberikan manfaat untuk orang lain. Kemungkinan nanti saya tidak tinggal di desa ini lagi, tapi saya ingin berterimakasih pada tanah kelahiran saya yang membantu saya tumbuh dan membuat saya berani bermimpi ^^

Bagi teman-teman yang ingin memberikan saran, masukan, kritik, dukungan dalam bentuk apapun, bisa menghubungi saya di riyuni.asih@yahoo.com

















  •  
Riyuni Asih Riyuni Asih Author

Instagram @riyuniasih

Riyuni's Facebook

Popular Posts

Translate

Total Pageviews

NetworkBlogs