My Diary.
to Share my Life Events

Desaku Yang Kucinta

Jalan Kikis

Saya selalu menikmati jalan ini, jalan menuju rumah, tepatnya rumah kakek Saya yang kami sekeluarga tempati sejak dulu. Jalan kecil beraspal, membelah persawahan, dan menjadi pembatas antara Kabupaten Sleman dan Kabupaten Klaten. Jalan ini tidak ramai, hanya beberapa motor melintas sore ini, termasuk Victoria, motor Honda Supra-X merah yang dikendarai Mas Bayu dan Saya membonceng di belakang. 

Gunung Merapi berdiri megah di depan sana, samping kanan dan kiri jalan membentang sawah hijau penuh tanaman padi yang masih belum terlalu lama ditanam, beberapa pohon sengon berjajar ditepi jalan, dan jika menoleh ke belakang (arah selatan) akan terlihat barisan rapi Gunung Kidul yang sedang hijau karena musim hujan. Saya suka pemandangan ini. Udara segar Saya hirup dalam-dalam. Hmm...pulang... setelah 3 bulan Saya tidak pulang ke kampung halaman :)

Sejak dulu Saya mungkin terkesan sedikit "lebay" alias berlebihan dalam menikmati pemandangan di sekitar rumah saya, termasuk jalanan ini. Jalan Kikis. Warga sekitar menyebutnya begitu. Kecuali malam hari, saya biasanya memperlambat laju kendaraan Saya  demi menikmati pemandangan indah ini. Setiap musim berganti-ganti pemandangan, tergantung tanaman apa yang sedang ditanam. Tanaman padi yang masih hijau segar, padi yang telah menguning dan siap panen, onggokan sawah bekas panen, tanaman tembakau, sayuran, dll. 

Banyak tempat yang jauh lebih indah dari desa ini. Tapi daerah ini memberikan keindahan dan kenangan tersendiri bagi Saya. Mungkin banyak orang yang setiap hari melintasinya merasa biasa saja, tidak ada yang istimewa. Padahal, desa ini begitu indah dan damai. Namun, perlahan banyak tumbuh rumah-rumah yang dibangun di areal persawahan tersebut. Lambat laun, kemungkinan besar pemandangan tak kan lagi seindah dulu dan sekarang. Sekarang saja sudah jauh berbeda dari dahulu. 

Selain jalan kikis, tempat favorit Saya yang lain adalah sawah. Sawah kami terletak di tepi barat dusun. Dekat dengan kali Opak, jurang, dan berlatar pemandangan Gunung Merapi. Kalau ke sawah, bukannya membantu Bapak bekerja, Saya lebih sering foto-foto atau sekedar duduk di gubuk menikmati pemandangan dan makanan yang dibawa dari rumah. Damai sekali. 


Sawah Barat Dusun

Awan Sore Hari

Kali Opak pun memberikan tempat yang menarik, apalagi sebelum adanya eruspsi Merapi tahun 2010 lalu. Bebatuan besar yang terbawa lahar dingin membentuk kumpulan bebatuan indah di sepanjang kali. Bendungan Tempur yang dibangun sejak masa penjajahan dulu masih berfungsi dan berdiri kokoh di aliran sungai ini. 

Kali Opak dan Bendungan Tempur, 2009

Bersepeda pagi hari di daerah sekitar desa kami juga sangat menarik. Dulu sebelum pindah Jakarta, sering Saya dan teman-teman bersepeda dan menikmati pemandangan pedesaan yang memukau. 


Gapura Selamat Datang

Terima kasih telah memberikan Saya kehidupan yang menyenangkan. Saya berharap masih bisa memberikan kontribusi yang bermanfaat bagi desa ini. ^^

Desaku yang kucinta, pujaan hatiku... 
Tempat ayah dan bunda, dan hadai taulanku.. 
Tak mudah kulupakan, tak mudah bercerai... 
Selalu kurindukan, desaku yang permai...


  •  
  •  
Riyuni Asih Riyuni Asih Author

Dongeng Ikan Air Laut dan Ikan Air Tawar


Alkisah, suatu ketika Neptunus Sang Dewa Laut mengadakan suatu pelatihan mengenai ketahanan pangan bagi kaum ikan. Neptunus mengundang beberapa perwakilan dari negara-negara kekuasaan dan negara sekitarnya, termasuk Negara Air Tawar. Apa bisa ikan air tawar hidup di laut? Inilah lebihnya Neptunus, dia memberikan kemampuan bagi ikan air tawar untuk bisa hidup di laut tapi hanya 3 bulan saja.

Peserta pelatihan sebanyak 50 orang. Terdiri dari berbagai jenis ikan dengan perbedaan usia dan jenis kelamin. Seluruh peserta tersebut dibagi menjadi 5 kelompok dengan 1 orang pendamping di setiap kelompoknya. Flavo, seekor ikan  laut jantan muda yang penuh wibawa menjadi salah satu orang yang dipercaya Neptunus untuk menjadi pendamping di kelompok 2.

Flavo seekor ikan yang cerdas dan sangat antusias menjadi pendamping. Pada hari pertama pelatihan, dia dikejutkan oleh ikan kecil yang datang terlambat sambil tergopoh-gopoh membawa barang yang cukup banyak. Ikan itu bernama Mega. Satu-satunya ikan air tawar yang ikut pelatihan ini.

Permisi, nama saya Mega. Maaf saya terlambat”, sapa Mega ketika dirinya masuk kelas dan menjadi pusat perhatian seluruh peserta dan pendamping.

Penampilannya yang unik, berwarna keemasan dengan beberapa motif di punggungnya menjadikannya mudah diiingat. Tak kalah unik, tingkah lakunya pun tergolong aneh dan tidak biasa. Dan ikan kecil aneh ini adalah salah satu anggota kelompok 2, kelompok yang Flavo dampingi. Setelah acara hari pertama selesai, semua peserta beristirahat di asrama yang telah disediakan.
Asrama dimana ya, Mas Flavo?” tanya Mega.
Oh, di sana dekat dengan asrama saya”. Kata Flavo sambil menunjukkan arah.
Boleh bareng nggak? Takut nyasar hehehe”, pinta Mega sambil nyengir.
Mereka berdua pun pergi bersama, sambil berbagi cerita di perjalanan. Banyak topik obrolan yang cocok bagi mereka. Sejak itu mereka berdua bersahabat dan selalu pulang bersama pasca pelatihan selesai. Mereka menjadi sahabat dekat, saling berbagi pengalaman dan pengetahuan. Mega mendapat banyak pelajaran mengenai dunia laut yang sebelumnya tak diperolehnya di sungai maupun danau. Bagaimana mencari makan, melestarikan terumbu karang, menjaga ekosistem laut, dan menikmati betapa indahnya alam bawah laut yang begitu memukau. Sebaliknya, Flavo juga mendapat pengetahuan mengenai dunia air tawar yang tak kalah menarik. 

Mereka berdua memiliki banyak kesamaan. Dari sekedar motif kecil di ekor, minat belajar yang tinggi, cara mengepakkan sirip, kesenangan terhadap musik, dan mimpi yang serupa: keliling dunia. Ilmu-ilmu baru yang diperoleh dari pelatihan dan informasi yang diberikan Flavo diluar pelatihan semakin memperkaya wawasan Mega. Betapa beruntung Mega bisa menjadi salah satu peserta pelatihan ini. Bertemu Flavo yang memiliki passion dan impian yang sama. Membuatnya tidak menyerah mengejar mimpinya. Mereka pun saling mengerti satu sama lain. Saling memberi semangat dan perhatian. Saling menemukan partner yang cocok yang selama ini belum pernah mereka temui sebelumnya.

Sampai saat akhir bulan ketiga telah tiba. Pelatihan telah usai. Neptunus secara resmi menutup upacara pelatihan ini dengan menghentakkan tongkatnya tiga kali. Kini peserta diberikan waktu tiga hari bebas untuk berjalan-jalan menikmati indahnya Kerajaan Neptunus. Lalu setelah itu, semua akan kembali ke negara masing-masing.
Tinggallah kamu di sini…” kata Flavo pada Mega seketika setelah upacara perpisahan.
Kenapa?” Mega balik bertanya.
Tinggallah, lalu kita kejar mimpi kita sama-sama. Hanya denganmu aku merasa semuanya menjadi mungkin.
Andai saja bisa.” jawab Mega sedih.
Kenapa tidak?” Flavo terus bertanya. Meskipun dia tahu semuanya mustahil terjadi.
Tidak bisa, kita hidup di dunia yang berbeda. Aku di air tawar dan kamu di air laut. Dunia yang sangat berbeda.”, jawab Mega lirih, sambil menyeka air matanya.
Kita bisa minta Neptunus untuk memberimu kekuatan agar bisa hidup di air laut!
Tidak bisa selamanya. Kekuatan itu hanya bertahan sementara.
Tapi aku ingin bersamamu.” kata Flavo lagi.
Sama saja. Bagaimana kamu bisa hidup di air tawar? Lagipula, kamu punya tanggungjawab besar di Kerajaan Neptunus dan aku pun demikian di Negara Air Tawar.” Jelas Mega sambil berlinang air mata. Sedih.
Aku akan sangat merindukanmu.”, ucap Flavo yang juga berlinang air mata.
Aku pun begitu.”, sahut Mega. “Bagaimana kalau kita habiskan 3 hari ini untuk berpetualang?” lanjut Mega. “Menciptakan pengalaman yang tak kan kita lupakan!”.
Hmm…baiklah, ayo aku ajak ke suatu tempat!” ajak Flavo.
Mereka berdua pun berenang dengan cepat, mengitari terumbu karang yang indah, menyelam, lalu naik ke permukaan. Menyembul dan melompat di permukaan laut. Menatap awan putih yang bergumul di langit biru. Mereka terus mengulangnya berkali-kali. Menikmati indahnya awan di langit dan hangatnya mentari yang bersinar. Berkhayal membayangkan awan-awan tersebut berbentuk ikan yang sedang melompat-lompat seperti halnya mereka. Sesekali mereka lihat pelangi setelah hujan datang.
Mega-mega yang indah. Seperti kamu.” kata Flavo pada Mega.
Kini, keduanya telah berada di habitat masing-masing. Mega di Negara Air Tawar dan Flavo di Kerajaan Neptunus. Pertemuan singkat yang mengukirkan kisah mendalam.

Hal yang biasa dilakukan ketika Mega merindukan Flavo adalah dengan naik dan melompat ke permukaan air, melihat gumpalan awan dan membayangkannya berbentuk ikan sedang melakukan hal serupa. Mega berharap dia melihat awan yang sama seperti yang dilihat Flavo, pada saat bersamaan. Ternyata demikian pula dengan Flavo. Melakukan hal yang sama.

Mereka berada di tempat yang berbeda, tapi memandang awan yang sama.

 -end-
  •  
Riyuni Asih Riyuni Asih Author

Bulan


Tidak dapat bersinar
Tak bisa berpendar

Tak semegah matahari yang mampu memberikan energi bagi alam semesta
Tak seindah bintang yang mampu menghiasi angkasa dengan kilaunya
Tak seelok bumi yang mampu memberikan kehidupan bagi penghuninya
Hanya bisa memantulkan cahaya matahari untuk menunjukkan senyumnya

Berbeda rupa setiap malam menjelma
Kadang purnama, kadang gerhana
Berusaha menampakkan riangnya, membenamkan murungnya
Menghabiskan hidupnya mengelilingi bumi, mejalankan fungsinya 


Riyuni Asih Riyuni Asih Author

G[a]keRs: Sedulur Sak Lawase





Semboyan sedulur sak lawase merupakan bahasa Jawa yang kurang lebih artinya adalah saudara selamanya. Sedangkan g[a]keRs sendiri merupakan singkatan dari “garis keras”.

Siapa g[a]keRs?

Tidak sekeras nama yang tertera. Nama tersebut entah dulu dari mana asalnya, sepertinya teman-teman cowok yang mulai membentuknya dulu. Dikepalai oleh Presiden Jonilim alias Ismatulllah Salim, g[a]keRs sebenarnya adalah kumpulan teman-teman mahasiswa (saat ini mayoritas telah lulus) Fakultas Peternakan UGM angkatan 2005. Bukan organisasi resmi, tidak ada kartu anggota, tapi kami ada, nyata.

Foto Bersama di Gedung Pusat UGM

Silaturahmi terus terjalin sesama anggota meskipun kini telah terpisah-pisah. Berbeda kota, pulau, bahkan berbeda benua. Bahkan saya sendiri pun tidak menyangka hubungan kekeluargaan kami terjalin begitu dekat sampai saat ini. Sejak kami masih mahasiswa, sampai sekarang telah menempuh jalan masing-masing, komunikasi tetap terjalin kuat. Melalui bbm group, whatsapp group, personal communication antar teman-teman, fb group, twitter, dan juga pertemuan langsung. Meskipun obrolan di grup yang kemudian sering nggak jelas ngalor-ngidul nggak karuan, mulai dari soal makan siang, anak,  lelucon, de el el (hehehe). Seru-seruan, tapi berujung kekeluargaan. Bahkan sampai punya bendera segala ^^ Dan bendera ini telah berkibar di beberapa belahan bumi selain Indonesia :-D Semoga semakin melanglang buana lagi.

Gakers in Australia. Photo by Eko S. Pranoto

Dulu ketika kami semua masih mengenyam pendidikan di Fakultas Peternakan UGM, kami sering mengadakan kegiatan bersama. Buka puasa bersama, makrab (malam keakraban), main sepak bola ataupun futsal (bagi anak-anak lelaki), bakti sosial, belajar bersama, menjenguk teman yang sakit, Qurban, juga beramai-ramai menghadiri pesta pernikahan anggota, dan lain-lain. Saya juga salut, teman-teman saling membantu dan menyemangati untuk kelulusan teman yang lain ;-) #two tumbs up dehh... d(^.^)b


Makrab

Foto bersama di depan kampus Fapet UGM
Makrab di Kaliurang
Kumpul di bunderan Fapet UGM
Kini, meskipun tidak lagi tergabung dalam satu institusi yang sama, kami masih sering mengadakan kegiatan-kegiatan. Buka puasa ketika ramadhan diadakan di Jogja maupun di area Jabodetabek. Tidak hanya kumpul-kumpul semata, telah berdiri pula Gakers Foundation yang bergerak di bidang sosial. Pembuatan souvenir dimana keuntungan penjualannya masuk Gakers Foundation. Dana sukarela yang terkumpul dari teman-teman dikumpulkan oleh Gakers Foundation yang kemudian disalurkan untuk kepentingan sosial seperti memberikan santunan kepada anak yatim dan dhuafa, berkontribusi dalam taman bacaan, dll.

Gakers Foundation in Action
Thank You for Coming, friends 
Piknik di Candi Plaosan, Prambanan pasca resepsi nikahan Dedem
Nikahan Tutik, Klaten

Nikahan Gema, Sleman

Saya beruntung menjadi salah satu bagian dari mereka. “Orang-orang terpilih”. Wohooo... :D Stiker Gakers yang diberikan oleh teman-teman ketika buka puasa lalu pun saya tempel di pintu kamar kos saya ^^ (biar Gakers-isasi dimana-mana) :D


Semoga seperti semboyan kita, kita bisa bersaudara selamanya. 

Salam sedulur sak lawase, kawans...

Note:
*) photos diambil dari FB Gakers Indonesia dan koleksi pribadi

*)Bagi yang ingin berbagi dan bersedekah bisa disalurkan melalui:
Gakers Foundation 
Bank Syariah Mandiri KCP Departemen Pertanian 
a/n Ismatullah SalimNo. 
Rek: 7033858878

Wisuda
Salah satu buletin Gakers (ada Yuyun Cell juga di sana ^^)


\
  •  
  •  
Riyuni Asih Riyuni Asih Author

Pempek Bakar, Lemak Nian!

Mau coba variasi lain pempek?

Coba deh, pempek bakar! Lemak nian! Enak Banget.


Saya mencoba makan pempek bakar ini ketika berkunjung ke Jambi akhir bulan lalu. ENAK. Rasanya sedikit berbeda dengan pempek goreng yang biasa kita temui. Kombinasi rasa tepung dan ikan yang cukup unik, ditambah lagi udang kering dengan saus yang diselipkan ke tengahnya menambah variasi rasanya menjadi lebih unik. Cara makannya sama dengan pempek goreng, yaitu bersama kuah/saus pempek yang asam, pedas, manis. Sluurrppp…..nyummmyyy….. :-D


Pempek Lemak Nian 99. Demikian nama yang terpasang di spanduk warung kaki lima ini. Spanduk terpasang di muka warung sekaligus berperan sebagai pembatas dan beratapkan kain bekas spanduk outdoor printing. Tempatnya memang di pinggir jalan, tidak terlalu menarik, dan terkesan warung kaki lima biasa. Kami pun makan di sini kerena terpaksa pada mulanya, namun ketagihan setelah mencobanya ;-)


Harga yang diberikan sangat terjangkau, Rp 2.500/buah. Selain itu ada juga otak-otak bakar (dibungkus pakai daun pisang) yang dibandrol harga yang sama. Kurang tahu juga tepatnya warung ini buka setiap hari apa, tapi warung ini berjualan pagi sampai sore dan hari Minggu ketika saya ke sana lagi ternyata tutup.

Cobain deh kalo suatu hari berkunjung ke Kota Jambi ;-)

Lokasi:
Pempek Lemak Nian 99
Jl. Gatot Soebroto, Angso Duo Jambi (Depan Hotel Wisata, pas pertigaan)
  •  
Riyuni Asih Riyuni Asih Author

Teh Panas

Bapak dan Ibu saya dulu sering saya tegur karena setiap hari selalu minum teh panas, lebih banyak dari minum air putih nampaknya. Pagi-pagi, di meja selalu telah siap teh panas. Ibu saya membuatnya untuk dirinya sendiri dan tentunya untuk Bapak. Sore dan malam pun demikian. Bapak bahkan sering bilang "tidak mantap kalo tidak minum teh". Saya hanya sesekali saja minum, lebih banyak mengkonsumsi air putih.

Beberapa waktu terakhir, entah kapan mulainya, saya mulai menikmati minum teh panas. Teh manis panas maupun teh tawar panas. Sepertinya sejak saya di Jakarta, sering makan di restoran fastfood. Softdrink yang banyak ditawarkan tidak bisa beradaptasi dengan perut saya secara baik sehingga saya selalu memesan minuman panas. Teh panas adalah pilihan tepat. Dan kini saya mulai menikmatinya meskipun saya sekarang justru sering balik ditegur atas kegemaran baru ini, air putih tetap harus lebih banyak dikonsumsi. 

Kini saya tahu kenapa Ibu dan Bapak begitu menikmati teh panas...

Teh panas itu menenangkan...
Teh panas itu melegakan... 



  •  
Riyuni Asih Riyuni Asih Author

Education To Prevent Sexual Abuse Against Women With Disabilities



Indonesian National Commissions for Women defines sexual abuse to women as a violence against women in any act based on gender-based discrimination that result or may result in misery of suffering to women physically, sexually, or psychologically, including threat of such acts, coercion or arbitrary deprivation of liberty, whether occurring in public or in private life.

Women with disabilities are more likely to suffer violence as well as sexual abuse than women without disabilities. Not only adult women, but also children could be victims of sexual harassment. Many irresponsible people used both the chance and the weaknesses of disabled people to do crimes. In many cases, they are often abused by someone they know such as family member, teacher, or neighbor. For example, there is a case that a woman with mental retardation was raped by her neighbor. Another case is reported that a cruel stepfather had raped her disable daughter when his wife was not at home.

One of the anticipations to prevent and protect disabled women from any violence is education. Education including sexual education should be given to disabled women.  Many of them do not have good knowledge about sexuality. Education is very important for them. Yet, their access to education is usually prohibited or restricted. Some people still have traditional view that their daughters with disabilities may not receive a normal education. Many parents feel ashamed to their daughters with special needs then they ignore to give their children a normal education. When parents have no attention to their children, the encouragement to obtain good education is non-exist.

The family should be conscious of the necessary of both formal and informal education for their family member with disabilities. Disabled women should be taught about sexual education, social life, science, as well as religion. They need to have knowledge to survive and become independent in their life, so they can prevent themselves from any sexual abuses and also violence.
  •  
  •  
Riyuni Asih Riyuni Asih Author

The Influence of Mass Media


The evolution of the mass media has an enormous influence in forming people’s mind. I believe to some extent, that the development of mass media has converted the society’s thought in many sectors.
               
First of all, Mass media is the greatest resource of knowledge for its users. For example, according to recent survey, 80% of college students use mass media such as newspaper and internet as their reference when they are looking for supporting data. 

Furthermore, Mass media has the ability to change people’s paradigm. To illustrate this point, we can make a comparison between urban and remote area’s residences when facing presidential election. In urban area, where the information about all candidates are easy to find at mass media, urban people can make an analysis over candidate’s programs and at the end they are able to choose the best one. However, because of the limitation of access of information, people in the remote area will make their political decision based on like or dislike factor to the candidate and the party.

Yet, since mass media can be easily accessed by children, mass media has a potential to influence children’s behavior in negative way. Many television programs show violence that can be worst figure to kids. Children may duplicate the action of their idol, even though that is crime.

Also, People tend to be more consumptive due to mass media’s advertising programs. To illustrate this point, people can be provoked by commercial activities to buy many things such as fashion, gadget, and food, although sometime that’s not necessary to buy.

In conclusion, it is clear that the mass media has substantial effect to people’s opinion. The users of mass media should aware and careful in absorb the information so that they can use the knowledge wisely.
Riyuni Asih Riyuni Asih Author

Sembarangan Buang Sampah, Kontribusi Mencemari Negara!

Suatu pagi di Ibukota...

Kemarin pagi saya agak terlambat masuk kantor. Seperti biasa saya naik angkot menuju kantor, karena sudah agak siang jadi kondisi di dalam angkot agak lengang, yang biasanya 4-6 (posisi duduk) kali ini hanya 3-2. Saya duduk di dekat pintu karena biar dekat dengan aliran udara dan mudah untuk keluar. Sampai di tengah perjalanan, ada seorang wanita muda masuk sambil membawa satu bungkus plastik jajanan (nampaknya empek-empek siap makan berikut sausnya). Si Mbak ini duduk di depan saya, sambil kemudian menikmati makanannya. Saya menghadap agak serong, sehingga tatapan saya ke arah depan angkot. Tiba-tiba "whussss...." ada benda melayang tepat di depan muka saya melaju ke arah pintu. Saya kaget. Saya amati sekitar, ternyata si Mbak ini membuang bungkus bekas jajanannya ke jalan raya begitu saja dari dalam angkot.

Saya kemudian amati benar-benar si Mbak ini (mungkin dia risih saya sering lihatin hehe). Mbaknya cantik, dandanannya rapi, pakai masker untuk menghindari polusi udara yang bisa mengganggu pernapasannya, nampaknya cukup berpendidikan (minimal SMA pastilah dia telah tamat), nampaknya seorang pekerja kantoran. Namun aksi pembuangan sampah yang begitu praktis ekonomis dan terjadi persisi di depan mata saya ini menurunkan penilaian saya pada Mbak yang cantik ini. "Ah...kenapa di buang ke jalan sih Mbak?" pikir saya. 


Banyak yang selalu berkomentar mengenai sebagian besar lingkungan Jakarta yang kotor dan kumuh, banyak yang mengeluh ini dan itu, namun sudahkah penghuni kota ini bertanya pada diri sendiri "Apakah yang telah saya perbuat sehingga membantu ibu pertiwi menjaga kebersihan dan keelokannya?". Hal kecil membuang sampah saja tidak kita patuhi norma dan aturannya. Ketika lingkungan menjadi tercemar, kita juga yang selalu sewot dan tidak nyaman. Ketika banjir merajalela menerjang berbagai penjuru kota, seringkali orang-orang menyalahkan pemerintah yang dirasa tidak becus kerjanya. Selama ini banyak sampah berserakan tak tentu di setiap tempat. Sungai, selokan, jalanan, halte, terminal, stasiun, dan banyak tempat lain yang tidak semestinya ada onggokan sampah tak beraturan. Lalu siapa yang membuatnya seperti itu? 

Tumpukan Sampah di Jalanan (photo: Republika Online)

Kisah lain di kota berbeda...

Hal serupa terjadi pula ketika saya di Jambi akhir minggu lalu. Malam Minggu saya bersama Mas Faisal suami saya "nongkrong" di Ancol-nya Jambi sampai hampir tengah malam. Ancol ini sebutan untuk tempat nongkrong di tepi Sungai Batanghari, banyak penjual jagung bakar, es tebu, bakso, sate padang, sekuteng, dan makanan lain. Suasananya ramai. Kami memilih duduk tepat di tepi sungai di kursi plastik yang tersedia sambil menunggu orang yang jualan bertanya akan makan apa. Kami pesan segelas sekuteng panas (rasanya enak, namun agak beda dengan sekuteng yang di Jawa) dan segelas es tebu. Sambil menunggu pesanan datang kami ngobrol, Mas Faisal sembari makan donut yang kami beli di salah satu Mall. Tak lama kemudian saya terdiam dengan ekspresi setengah kaget, bengong, dan tatapan tak hengkang dari pemandangan di depan mata saya. Seorang pemuda yang tadi menawari kami menu makanan dan minuman dengan sigapnya membereskan meja di sebelah meja kami, mengangkat gelas, lalu cekatan membersihkan sampah sisa jagung bakar dan tissu lalu membuangnya dengan begitu ringan ke sungai yang persis mengalir di depan meja, Sungai Batanghari. 

Ancol - Tepi Sungai Batanghari, Jambi

Kenapa harus ke Sungai?

Ini baru sampah satu meja malam ini, padahal satu meja itu pastilah telah dipakai berkali-kali oleh tamu lain yang juga meninggalkan sampah di meja. Dan di sepanjang tempat itu ada berpuluh-puluh meja serta ratusan orang yang datang setiap hari untuk makan di sana. Bayangkan berapa ton sampah yang dihasilkan dan bila kesemuanya itu dibuang ke sungai. Meskipun Sungai Batanghari lebar dan besar, namun bukankah semua sampah itu mencemari lingkungan dan lambat laun pastilah mengganggu ekosistem yang ada? 

Sembarangan buang sampah, kontribusi mencemari negara!

Dua cerita di atas hanyalah segelintir kecil kejadian yang terjadi di negara yang kita cintai ini.  Selama ini pastilah tak jarang kita lihat, dan bahkan disadari maupun tak disadari kita pun lalai membuang sampah sembarangan. Tidak pada tempat yang seharusnya. Dan itu terjadi tidak hanya pada golongan masyarakat bawah yang minim pendidikan, namun bahkan sampai kaum-kaum terpelajar dan tingkat ekonomi atas. Sepele mungkin kelihatannya, tapi dampaknya sangatlah besar. 

Saya ingat trainer saya ketika training beasiswa menyampaikan bahwa permasalahan yang sering terjadi di negara kita adalah masalah mentalitas. Tidak peduli dari golongan mana, hampir sama. Contoh kecilnya salah satu ya masalah buang sampah ini. Banyak warga yang masih rendah kesadarannya terhadap pentingnya masalah "persampahan" ini.

Problematika sampah yang tak teratasi menyisakan ribuan buntut persoalan yang tak kunjung selesai. Pencemaran lingkungan terjadi di mana-mana. Hasilnya kita sendiri yang terganggu dari dampak rusaknya alam sekitar dan kotornya area publik. Kesehatan dan kenyamanan kita yang dipertaruhkan. Selain itu, citra negara kita pun dipertaruhkan. Bayangkan bagaimana pendapat orang asing melihat kondisi berbagai tempat di Indonesia yang masih banyak bergelimang sampah tak bertuan, di banyak area publik dan tempat-tempat yang tak seharusnya benda-benda itu berada. 

Berbuat kebaikan untuk diri kita, lingkungan, dan bangsa ini salah satunya bisa dengan kesadaran dan kemauan untuk menempatkan sampah pada tempatnya. Mengelola sampah dengan baik sehingga lingkungan terjaga kelestariannya. Kecil tapi besar manfaatnya. 

Mari jaga lingkungan, jaga negara kita... ^^





  •  
Riyuni Asih Riyuni Asih Author

Nikah yuuk?! : mempersiapkan acara pernikahan

Nikah yuuk...

Ketika teman dekat saya (yang kini menjadi suami saya) menyatakan niat tulusnya untuk menikahi saya dan ingin melamar saya pada orang tua saya pada bulan Mei 2012, saya belum kepikiran untuk mempersiapkan bagaimana acara pernikahan kami nanti. Well...saya saat itu sedang dipusingkan oleh penyusunan thesis dan harus kejar tayang untuk bisa wisuda di bulan Juli 2012. Saya juga masih harus bekerja di Jakarta, dimana setiap hari masuk jam 07.30 - 17.00 WIB, bahkan sering pulang lebih dari jam 18.00 dan sampai kos sudah begitu lelah. Saya harus bolak balik Jakarta-Jogja untuk konsultasi dosen. Sering kali saya begadang untuk melanjutkan menulis, mengoreksi tulisan, dan bila di kantor sedang tidak banyak pekerjaan saya meluangkan waktu untuk menyelesaikan thesis saya. Saya beruntung memiliki atasan-atasan dan rekan-rekan kerja yang begitu baik, sehingga saya banyak terbantu dalam penyelesaian master saya. Oleh karena itu, saya belum bisa fokus untuk melakukan persiapan pernikahan kami yang akhirnya disepakati tanggal 23 September 2012. 

Setelah ujian thesis selesai dan saya dinyatakan lulus, saya harus mengejar pemenuhan persyaratan wisuda (syaratnya cukup banyak dan agak merepotkan hehehee). Di sela-sela itu, saya memulai mempersiapkan rencana pernikahan kami. Ternyata banyak yang harus dipikirkan dan dipersiapkan. Kami termasuk mepet mempersiapkan semuanya. Akan lebih baik jika persiapan dilakukan tidak terlalu dekat dengan hari H agar persiapannya optimal ^^.

Mulai dari mana ya? 

Berhubung belum berpengalaman, maka informasi dari orang lain sangat-sangat membantu pastinya. Saya mulai "berkonsultasi" dengan beberapa teman yang telah menikah, browsing di internet, diskusi dengan calon suami dan keluarga, dan mencari informasi lain. Kami merasa sangat terbantu dengan informasi-informasi tersebut. Kemudian sekarang, saatnya bagi saya untuk berbagi informasi pula pada teman-teman yang lain yang butuh referensi. Beberapa minggu ini, beberapa teman saya yang belum menikah dan akan menikah banyak bertanya pada saya tentang persiapan acara pernikahan saya. Saya pikir, mungkin sebaiknya saya tulis di blog, agar lebih jelas dan bisa lebih banyak orang yang membaca dan menjadikan tulisan saya sebagai referensi (bila dibutuhkan). Karena saya pun mengalami hal yang sama sebelumnya ^^


Baiklah...mari kita coba untuk menuliskan apa saja yang perlu kita persiapkan. Perlu digaris bawahi ya, saya bukan wedding organizer jadi harap maklum jika tulisan yang saya buat ini kurang pas :) Banyak sekali ternyata yang harus dipersiapkan untuk penyelenggaraan acara pernikahan. Penggunaan jasa wedding organizer maupun tidak, tetap saja kita harus memikirkan dan mempersiapkan banyak hal jika menginginkan acara spesial ini berlangsung sesuai keinginan kita. 

a. Waktu dan Tempat Pelaksanaan
Kedua belah pihak keluarga biasanya akan mendiskusikan kapan waktu  dan tempat pelaksanaan pernikahan, baik itu akad nikah ataupun sakramen pernikahan dan juga resepsi serta acara "ngunduh mantu" oleh pihak keluarga laki-laki. Tempat bisa di rumah, masjid, gereja (bagi nasrani), hotel, maupun gedung pertemuan/pesta. Hal ini perlu disepakati dari awal, karena harus mencari gedung yang dapat digunakan pada tanggal yang ditentukan. Usahakan jauh-jauh hari pesan gedungnya, idealnya sih paling tidak 6-12 bulan sebelum hari H. Sesuaikan pula kapasitas gedung dengan tamu yang akan diundang, jangan terlalu sempit dan jangan terlalu luang/besar. 
b. Konsep dan Tema Acara 
Pikirkan dan diskusikan dengan calon suami serta keluarga untuk konsep dan tema yang akan digunakan. Adat mana yang akan dipakai, apakah menggunakan salah satu daerah, gabungan beberapa daerah, atau internasional. Pernikahan saya menggunakan adat Jogja, namun tidak semua prosesi kami lakukan karena menginginkan pelaksanaan yang praktis saja. Nah, hal ini harus disepakati oleh mempelai dan keluarga agar tidak terjadi perselisihan. Nah tema dan warna apa yang akan dipakai juga sebaiknya segera diputuskan, agar lebih mudah menentukan dekorasi, baju pengantin, baju keluarga, dan baju among tamu.

c. Panitia, Wedding Organizer (WO), dan Buku Panduan
Pembentukan panitia ini penting, meskipun kita menggunakan WO atau tidak. Libatkan keluarga, tetangga atau teman dekat dalam kepanitiaan ini. Tidak perlu terlalu banyak, yang penting mereka mau berkomitmen membantu kita dalam persiapan dan pelaksanaan acara. Seksi yang bertugas sebaiknya diberikan deskripsi tugas apa saja yang harus dilakukan. Nah, susunan panitia, deskripsi tugas panitia, dan susunan agenda acara sebaiknya dituangkan dalam sebuah buku panduan dan dibagikan ke semua panitia. Biasanya jika menggunakan jasa WO, sudah dibuatkan. Untuk pemilihan WO, kalau menurut saya sebaiknya yang sudah jadi satu sama perias karena selain harga lebih murah (karena satu paket), terjadinya miss komunikasi akan lebih diminimalisir. Ketika menggunakan acara adat, biasanya pihak perias sudah sangat paham.
d.  Pendaftaran Pernikahan dan Pemenuan Persyaratan Nikah (KUA atau catatan sipil)
Ini hal paling penting yang harus dipersiapkan ketika akan menikah. Jangan sampai lupa urus syarat-syarat dokumen untuk pernikahan karena sibuk mengurus persiapan pesta ^^. Cari informasi yang menyebutkan persyartannya, datang ke KUA saja paling baik (Kali ini saya tidak akan membahas persyaratannya apa saja). Jika sudah lengkap langsung mendaftar dan pesan tanggal dan jam yang diinginkan. Sebaiknya 1 - 2 bulan sebelum hari H. Apalagi jika mau menggunakan "tanggal cantik", sebaiknya pastikan jauh-jauh hari sebelumnya sudah mendaftar ke KUA.
e.  Hidangan dan Katering 
Suatu pesta tak lepas dari makanan. Jika memang makanan bagi para tamu akan dimasak sendiri di rumah, sebaiknya buat daftar makanan apa saja yang akan dimasak dan berapa banyak. Hal itu dapat digunakan untuk memperkirakan belanja bahan apa saja dan jumlahnya berapa, sehingga makanan yang akan dihidangkan tidak kurang ataupun terlalu berlebihan. Apalagi kalau harus pakai "tonjokan" dan "angsu-angsul", yaitu oleh-oleh istilanhnya kalau di daerah Jogja-Jateng. Dimana tamu yang datang diberi oleh-oleh berupa nasi maupun makanan kecil. Ini biasanya cukup ribet.
Jika menggunakan jasa katering,  pastikan dulu kira-kira berapa orang yang akan hadir. Biasanya dua kali lipat undangan yang disebar. Kemudian tentukan juga jasa katering mana yang akan digunakan, pastikan track record dari katering ini bagus baik rasa makanan, penyajian, pelayanan, dan harga. Jangan segan bertanya pada teman, tetangga, kerabat, dll. Setelah ditentukan, pilih menu yang ingin disajikan. Jangan ragu untuk berkonsultasi dan berdiskusi dengan pemilik katering ini. Jika perlu minta bonus menu atau potongan harga ^^.

f.  Baju Pengantin
Setiap pengantin pastilah ingin menjadi "center of attention" become The King and The Queen, sehingga baju dan penampilan merupakan hal yang penting. Tentukan, baju yang akan dikenakan membuat/menjahitkan, menyewa, atau beli jadi. Jika menyewa, tinggal pilih di tempat persewaan, mana yang ingin kita pakai. Jika membeli jadi, cari yang benar-benar pas model serta sesuai dengan harganya. Menjahitkan baju pengantin perlu persiapan lebih lama, beli bahan lalu ke penjahit menunggu jadi beberapa minggu atau bulan. Namun, hasilnya biasanya akan lebih memuaskan karena sesuai keinginan dan berbeda dari orang lain. Jangan sungkan bertanya dan cari informasi pada orang lain yang lebih berpengalaman.
g.  Perias dan Dekorasi
Pilih perias yang sesuai dengan keinginan kita. Pastikan bahwa track reccord nya bagus dan tanya pengalaman orang lain yang pernah menggunakan jasanya. Hal tersebut akan membantu kita untuk menentukan pilihan. Jika sudah ditentukan, bicarakan secara jelas mengenai riasan yang kita inginkan. Jenis riasan, model jilbab (jika berjilbab), adat mana yang dipakai, baju, dll. Ada baiknya juga bila minta uji coba make up dulu, agar kita bisa tahu kekurangannya. Jadi tidak kecewa pada hari H. Dulu saya minta trial dulu 2 hari sebelum hari H. Tidak semua perias bersedia, namun menurut saya lebih baik bila dicoba dulu untuk hasil yang lebih baik. Selain itu komunikasikan secara jelas mau kita, seperti contoh saya tidak mau sedikit pun ada rambut alis yang dicukur dan perias memenhinya dan mencari cara lain agar alis saya yang tebal ini terlihat lebih tipis tanpa mencukurnya.
Begitu pula dengan dekorasi, komunikasi dengan tukang dekor haruslah jelas sehingga tidak ada kekecewaan pada hasil yang diperoleh. Gaya pelaminan seperti apa, adat mana, warna apa, bunga apa yang akan dipakai, dll. Dekorasi ini biasanya sepaket dengan perias, namun banyak juga yang terpisah. Tinggal kita prefer dengan yang mana.

h.  Undangan dan Souvenir
Undangan sebaiknya dipesan beberapa bulan sebelumnya, paling tidak 3 bulan sebelum acara. Apalagi jika undangan yang kita pesan agak rumit dan membutuhkan waktu yang lama pengerjaannya. Jangan lupa cek progres pengerjaan undangan dan cek dulu desain dan tulisan sebelum naik cetak. Jangan sampai sudah selesai dicetak, ternyata ada penulisan maupun tanggal yang keliru, karena beberapa saya temui undangan yang ada tempelan-tempelan karena salah tulis. Untuk desain, sebaiknya cari banyak referensi. Desain  dan jenis bahan serta tingkat kesulitan pembuatan akan menentukan harga undangan itu sendiri. Oiya, untuk pembagian undangan sebaiknya 2 - 4 minggu sebelum hari H agar para undangan tidak mendadak menerimanya. Dan juga untuk pembagian undangan, berikanlah pada orang yang bisa dipercaya untuk memberikannya. Cek lagi apakah undangan tersebut sampai atau tidak ke tangan  tujuan. Ada baiknya menggandakan undangan dengan undangan melalui email, sms, telpon, atau event di social media. Hal tersebut mengurangi resiko tidak sampainya undangan ke tangan orang yang kita tuju.
Souvenir menurut saya adalah benda kenangan yang mengingatkan orang akan pernikahan, sehingga sebisa mungkin pilih souvenir yang unik dan bermanfaat. Tamu-tamu kita diharapkan akan terkesan dan teringat dengan pernikahan kita dengan adanya souvenir tersebut. Pilihan souvenir bisa bermacam-macam. Bisa juga souvenir yang menunjukkan kesenangan maupun profesi mempelai. Saya membuat kipas berbentuk kepala sapi perah karena saya berkutat mempelajari sapi perah semasa kuliah dan saya menyukainya. Ada pula yang memberikan bibit pohon karena mempelai adalah sarjana kehutanan. Dan banyak lagi macam souvenir unik yang bisa dipilih. Tinggal kemudian cari dimana bisa memperolehnya.
i.  Foto dan Video
Dokumentasi menjadi hal yang sangat penting pula untuk sebuah acara pernikahan. Hal pertama biasanya pre-wedding. Jika memang mau menggunakan pre wedding untuk undangan dan pajangan ketika pesta, ada baiknya dipersiapkan jauh-jauh hari sebelumnya. Jika tidak ada sesi foto tersendiri, bisa digunakan foto-foto lama yang kemudian diedit dan diperbaiki.
Pilih fotografer dan kamera-man yang bagus, agar hasilnya tidak mengecewakan. Cari informasi ke teman-teman yang telah berpengalaman menggunakan jasa ini. Akan lebih baik lagi jika kita punya teman yang fotografer ^^. Sekarang modelnya banyak yang telah menggunakan wedding book selain album foto biasa. Hasilnya lebih kreatif. Tanya-tanya dulu secara mendetail sebelum mengambil keputusan.
j. Seragam Keluarga
Biasanya akan ada seragam bagi keluarga dekat dan among tamu yang diberikan oleh si pemangku hajat. Berikanlah paling tidak 3 bulan sebelum hari H agar mereka punya waktu untuk menjahitkan bahan yang diberi tersebut. Oiya pilih warna yang kontras dengan baju pengantin sebisa mungkin. Misalnya, jika pengantin memakai baju merah, sebaiknya pengiring, keluarga, dan among tamu jangan merah juga karena baju pengantin menjadi tidak mencolok lagi ketika foto bersama. Bisa dipilih warna lain seperti pink, gold, krem, peach, atau warna lain yang kontras tetapi cocok dipadankan.
k. Transportasi 
Jika pelaksanaan acara tidak dirumah, transportasi harus disiapkan dengan baik. Transportasi untuk pengantin, keluarga, dan bahkan tamu seperti contohnya tetangga-tetangga yang perlu bantuan transportasi untuk menuju tempat acara.
Hem...ini dulu yang bisa saya bagikan, kawan ^^ Nanti bisa kita bahas lagi untuk hal-hal lain terkait pesta pernikahan. Persiapan yang matang dan tidak tergesa-gesa akan lebih baik. Semoga bisa memberikan informasi dan inspirasi.

Salam Sukses ^^
Riyuni Asih Riyuni Asih Author

Hati-hati Naik Kendaraan Umum!


Hati-hati terhadap Pelecehan Seksual!

Beberapa hari lalu seorang teman saya mengirimkan pesan pada saya, memberitahu saya mengenai kejadian yang menimpanya petang itu. Karena gangguan kereta listrik (KRL) dan commuter line di Jakarta, teman saya terpaksa pulang naik bus. Teman saya ini bekerja di salah satu pusat perkantoran di Jakarta. Jam pulang kantor di Jakarta bisa dipastikan macet dan semua angkutan umum penuh, apalagi sore ini hujan sangat deras mengguyur Ibu Kota Republik Indonesia tercinta ini. Dengan terpaksa, dia naik bus yang arah rumahnya daerah Jakarta Timur. Bus penuh sesak. Layaknya pepes, kata salah seorang teman saya yang lain ketika kami sering kali mengomentari bus yang penuh sesak. Saya bisa bayangkan betapa sangat tersiksanya berada dalam bus tersebut. Sempit, sesak, bau, capek, berdiri, gerah, dan tentunya sangat tidak nyaman.

Teman saya ini tidak dapat tempat duduk, sehingga harus berdiri dan berdesak-desakan dengan penumpang lain. Oiya, teman saya ini perempuan. Dia sekedar menoleh ke belakang, dan dilihatnya seorang bapak-bapak setengah baya berdiri tepat di belakangnya. Dia cuek saja. Namun, lama-lama kok ada yang aneh. Si Bapak tersebut seperti maju mundur, dan itu mengenai –maaf- “p*nt*t” teman saya. Teman saya gerak menghindar karena risih, ehhh si Bapak tersebut ikutan bergerak. Teman saya hanya bisa berdoa sepanjang jalan dan berusaha menghindar. Untunglah tak lama kemudian, orang itu turun. Nah pas si Bapak ini turun, teman saya nggak sengaja lihat ada yang “menonjol” di bagian tengah celananya. Aih…benar-benar kurang ajar. Ini namanya pelecehan seksual! Teman saya sampai trauma naik bus ini.

Kisah nyata lainnya juga ada. Tetangga teman saya ini sebelumnya kena pelecehan juga ketika sedang naik bus kota, bahkan lebih parah dari yang teman saya tadi alami. Suatu hari dia naik bus, karena kelelahan dan jalanan macet, tertidurlah di di bus (dia dapat kursi di bus). Nah, setelah agak lama perjalanan ditempuh, dia terbangun karena merasa ada yang duduk di sebelahnya. Tapi kaget bukan kepalang ketika dia dapati salah satu tangannya memegang benda asing yang ternyata adalah “alat kelamin” laki-laki yang duduk di sebelahnya. Dia bahkan tak sadar tangannya telah dipindahkan oleh laki-laki tersebut ke tempat yang tidak seharusnya. Sontak dia tarik cepat-cepat tangan itu dan menghindar dari ‘penjahat” tersebut.

Kejadian tersebut baru sedikit dari banyak kejadian yang pernah terjadi di angkutan umum. Masih banyak lagi kasus pelecehan sexual lainnya yang bahkan lebih biadab. Seperti yang seringkali marak diberitakan di televise dan media lainnya, pemerkosaan di angkot, dll.

Hati-hati terhadap Pemalakan dan Pencopetan!

Pencopetan menjadi hal yang tidak asing lagi terjadi di dalam angkutan umum. Angkot juga harus diwaspadai ketika kita naik. Pernah suatu ketika saya pulang kantor sendirian, jam sudah menunjukkan pukul 18.30, saya bimbang antara naik angkot atau naik taxi. Akhirnya saya memutuskan naik angkot saja. Namun ternyata angkot yang saya tumpangi tidak melalui jalur langsung naik jembatan layang Atrium, tapi masuk terminal Senen dan lewat depan Stasiun Senen. Ketika lewat depan stasiun, ada 3 orang masuk angkot yang saya tumpangi, satu laki-laki dan dua perempuan. Tak lama kemudian, ada dua orang remaja laki-laki berpakaian lusuh masuk juga. Ternyata mereka berdua ini peminta-minta. Seorang lelaki lain yang sudah naik bareng saya langsung keluar ketika dua orang ini masuk, saya kaget dan heran, bukankah mas nya ini tadi mau ke Kampung Melayu? Kenapa turun di Senen?. Ternyata mas itu sudah tau apa yang akan terjadi sehingga dia pilih buru-buru turun dan ganti angkutan. Saya baru sadar ketika dua orang berpakaian kumal tadi meminta uang dari kami penumpang angkot secara paksa dan mengancam. Dikasih seribu atau dua ribu nggak mau, maunya semua yang ada di kantong. Terpaksa saya kasih Rp 5.000,00 mereka, asal cabut dari kantong celana, untung saja bukan Rp 50.000,00 yang saya ambil :-P. Saya masih agak shock juga setelah itu. Kapok naik angkot malam-malam. Mending naik taxi, agak mahal namun relative lebih aman. Tetapi kita juga harus pilih taxi yang terpercaya, jangan asal-asalan taxi.

Belum lama ini pernah ada kejadian penodongan di dalam taxi di Jakarta. Seorang sopir taxi yang saya tumpangi pernah bercerita pada saya dan di berita televisi nampaknya pernah juga diberitakan. Dua orang wanita ditodong di dalam taxi ketika suatu malam mereka naik taxi hendak pulang ke rumah.

Kemarin sore, seorang teman juga bercerita bahwa teman kerjanya kehilangan i-Phone ketika naik bus kota. Modusnya, seorang laki-laki paruh baya seolah-olah jatuh kacamatanya lalu terjadilah perdebatan lalu tak lama kemudian laki-laki itu turun. Tersadarlah si empunya i-Phone ternyata benda berharganya tersebut telah lenyap seiring dengan turunnya laki-laki tadi. Dompet-dompet penumpang juga rawan menjadi incaran para pencopet ini, sehingga sebisa mungkin letakkan benda-benda berharga di tempat yang aman.

Waspadalah… Waspadalah!

Saya menceritakan ini bukan untuk menakut-nakuti, namun agar kita bisa waspada dengan segala bentuk kemungkinan yang terjadi ketika naik angkutan umum. Di Jogja, saya sangat jarang naik angkutan umum kecuali Bus Trans Jogja sekali waktu, selebihnya naik motor. Di Jakarta, saya tidak punya kendaraan pribadi, sehingga jika tidak bareng dengan teman yang memiliki kendaraan pribadi, saya harus menggunakan angkutan umum. Tiap berangkat kantor saya naik angkot, karena pagi hari jadi relative aman dan banyak penumpang lainnya. Hal yang tidak mengenakkan ketika naik angkot ini adalah supirnya sering ugal-ugalan, ngebut lalu tiba-tiba ngerem mendadak, dll. Jika hari sudah beranjak malam, sebaiknya menghindari untuk naik angkot apalagi jika sendirian.

Bus menjadi salah satu alat transportasi yang enak sebenarnya di Jakarta karena armadanya banyak dan berbagai jurusan tersedia, namun agak rawan. Lebih enak menggunakan jasa bus Trans Jakarta. Bus Trans Jakarta ini lebih nyaman karena ber-AC, relative lebih aman, dan di bagian depan biasanya disediakan kursi bagi wanita. Namun, tidak jarang pula penuh sesak dan berhimpitan ketika jam berangkat dan pulang kantor. Tetap harus waspada naik ini. Begitu pula dengan kereta. Banyaknya pengguna kereta ketika berangkat dan pulang kantor membuat gerbong penuh dan berdesak-desakan, memungkinkan banyak kejahatan di dalamnya. Beruntung, pengelola kereta menyediakan gerbong khusus wanita untuk beberapa armadanya.

Dalam menggunakan jasa taxi, biasanya saya memilih taxi yang ternama dan terjamin kualitasnya. Meskipun agak sedikit lebih mahal, namun pelayanannya lebih bagus (meskipun kadang adapula yang sopirnya kurang tau arah, mungkin baru). Karena beberapa kali berpengalaman kurang menyenangkan dengan taxi, saya selalu tanya dulu pada sopirnya, tahu beneran nggak alamat yang saya tuju. Saya pernah diputar-putarkan jalan dulu. Biasakan juga baca nama sopir taxinya, lebih bagus lagi nomor mobilnya (saya sering baca, tapi nggak terlalu ingat, hemm payah).

Tetap waspada ya, friends! Bagaimanapun juga, transportasi umum merupakan salah satu solusi kebutuhan warga dan juga salah satu solusi mengatasi macet. Semoga saja keadaan akan menjadi lebih baik, sarana transportasi umum lebih baik, nyaman, dan aman, serta kualitas sumber daya manusia di Indonesia semakin meningkat sehingga kriminalitas jauh berkurang dan kita aman untuk tinggal di negara tercinta ini. ^^

Keep Careful, guys..! ^^
  •  
  •  
Riyuni Asih Riyuni Asih Author

Banyak Cerita di Bandara

"Ranggaaaa........." teriak Cinta sambil berlari dalam lorong keberangkatan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta dalam salah satu adegan film "Ada Apa Dengan Cinta?" beberapa tahun yang lalu. Beberapa dialog dan adegan lain pun kemudian menyusul. Romantis ^^.

Film ini memang sudah sangat lama berlalu (kalau tidak salah sejak saya SMP, lebih dari 10 tahun yang lalu), namun film ini begitu membekas dalam pikiran saya :-P

Saya tidak akan membahas mengenai film ini, namun saya ingin membahas mengenai banyak kisah yang terjadi di Bandara. Dulu saya tertarik mengamati film atau sinetron yang sering kali ada adegan yang diambil di airport. Coba deh diingat-ingat, banyak kan film atau sinetron yang ambil scene di airport?! ^^. Beberapa tahun ini pun saya seringkali mengamati ekspresi dan beberapa tingkah laku orang ketika di airport. Tak luput juga perasaan dan tingkah laku saya sendiri. Saya sering mengamati orang-orang di pintu keberangkatan dan pintu kedatangan. Banyak kebahagiaan, namun tak sedikit pula keharuan dan kesedihan. 

Keberangkatan: Perpisahan dan Harapan

Keharuan akibat perpisahan banyak kita temui di pintu keberangkatan ini. Air mata, pelukan, ciuman, dan tatapan kesedihan baik oleh pengantar maupun orang yang diantar. Bagi yang pergi, sedih karena akan meninggalkan orang-orang terkasih, pergi meninggalkan tempat yang telah meninggalkan kesan di hatinya, bahkan mungkin akan menuju tempat baru yang entah bagaimana kondisinya nanti belum diketahui. Apalagi bagi yang akan merantau ke tempat yang jauh. Rasanya berat meninggalkan keluarga, teman-teman, dan kampung halaman. Menuju kota maupun negara yang sebelumnya belum pernah kita hidup di sana. Namun, dibalik kesedihan itu tersimpan harapan. Harapan untuk bisa kembali suatu saat nanti, harapan untuk bisa lebih baik di tempat yang baru, harapan untuk menggapai mimpi-mimpi. 

Bagi yang ditinggal pergi, banyak yang merasa sedih dan haru menyadari yang terkasih pergi, apalagi yang ditinggal jauh dan waktu yang lama. Rasanya mungkin tak rela melepaskan genggaman tangan dan pelukan hangat itu. Dengan anak, orang tua, pacar, suami/istri, kawan, dll. Di jalan setelah meninggalkan bandara pun kadang masih terbawa suasana sedihnya. Saya ingat betul ketika dulu pacar saya (sekarang suami saya) pergi untuk pulang dari liburannya di Jogja setelah mengunjungi saya setelah satu tahun berpisah, perasaan sedih saya bahkan sampai membuat saya diteriaki orang di lampu merah karena saya melamun dan tidak sadar lampu sudah hijau (malunyaaaaa...) :-P. Di samping kesedihan, pastilah tersimpan harapan. Harapan untuk bisa bertemu lagi, harapan agar mereka kembali dengan kebahagiaan, harapan agar mereka mendapatkan mimpi yang dikejar, harapan untuk kembali melihat senyuman tersungging dari bibirnya. 

Kedatangan: Pertemuan dan Kebahagiaan

Di pintu kedatangan, biasanya banyak penjemput yang sudah tak sabar menanti di depan pintu. Menanti pertemuan dengan orang-orang terkasih yang lama tak berjumpa maupun menanti tamu atau kawan yang belum pernah dijumpai sebelumnya. Senyuman langsung tersimpul dari bibir kedua belah pihak, tak sabar untuk mendaratkan pelukan ataupun jabat tangan pada keluarga maupun sahabat yang telah lama dinanti. Saya sangat suka adegan ini. Baik melihat orang lain, maupun merasakannya sendiri. Lelah setelah perjalanan yang panjang pun seketika lenyap tergantikan kebahagiaan ketika tiba dan disambut oleh keluarga maupun sahabat. 

Memang tidak semua kisah yang ada dapat dituliskan dengan lengkap di tulisan saya ini, karena lebih banyak lagi cerita yang terjadi di Bandara. Pantas jika banyak sutradara memilih Bandara sebagai latar adegan cerita, apalagi cerita romantis ^^. Perpisahan, pertemuan, harapan, kebahagiaan, kesedihan, percintaan, kerinduan.... 

Mungkin kalian punya juga kisah romantis di Bandara, guys?! You can tell me... ^^
  •  
  •  
  •  
Riyuni Asih Riyuni Asih Author

Instagram @riyuniasih

Riyuni's Facebook

Popular Posts

Translate

Total Pageviews

NetworkBlogs