It's Called Friendship #1
5:33 PM
Menyenangkan memiliki banyak sahabat, dimana kita bisa salaing mengerti dan berbagi... Kebersamaan bersama mereka bagi saya adalah anugerah, meskipun secara jarak tidak dekat tapi persahabatan itu selalu wonderful ;)
Ini adalah sedikit foto-foto dengan beberapa sahabat saya dan difoto pula oleh sahabat saya Didin..
Ini adalah sedikit foto-foto dengan beberapa sahabat saya dan difoto pula oleh sahabat saya Didin..
Nur Laili Ma'rufah dan saya di kampus Fapet UGM
Graduation of me. Semoga kalian berdua segera menyusul wisuda Pasca ^^
| Saya dan Friki |
| Unyun, Memel, Prikili |
![]() |
| Saya bersama pasangan pengantin baru (Mas Dhana dan Amel) |
Fortune June: Master and Manager 12%!
1:39 PM
Bulan Juni 2012 merupakan bulan yang istimewa untuk saya. Setelah berjuang selama hampir 2 tahun untuk sekolah, kemudian beberapa bulan ini harus bolak-balik Jogja-Jakarta, akhirnya saya bisa menyelesaikan studi master saya. Seperti yang pernah saya tulis sebelumnya. Selain itu, betapa saya tidak menyangka, setelah 3 bulan berada di posisi level 9%, di bulan ke-4 saya bergabung dengan dBC network, saya bisa mencapai Level Manager 12% ^^. Dan yang tambah membuat saya bahagia, kakak saya Bayu Rianto, pada waktu yang sama juga dapat mencapai level Manager 15%.
Seperti pada bulan Maret ketika saya mencapai Level 9% (9% Pertama Saya!), hampir saya menyerah pada hari terakhir tutup poin. Masih kurang cukup banyak poin saya pada tanggal 30 Juni 2012. Saya pikir waktu itu sangat tidak mungkin bagi saya untuk mencapai Manager pada bulan Juni 2012, sampai saya putuskan untuk mengejarnya di bulan berikutnya saja. Ah..sebenarnya semua ini meleset dari target yang sudah saya bayangkan. Namun saya sadar, ini kesalahan saya. Saya masih kurang belajar, masih kurang menduplikasi u*line, masih kurang membimbing team saya, masih kurang semangat, masih kurang berdoa, dan masih kurang berusaha.
Tanggal 30 Juni 2012, saya ada acara ke Bogor dari pagi sampai sore sehingga saya tidak terlalu memantau secara langsung saat hari terakhir tutup poin. Saya sudah pasrah saja, berada di level 9% lagi dan lagi. Ini resiko dari kerja saya yang tidak disiplin mengejar target. Namun, sore itu ketika pulang dari Bogor, saya kemudian ikut teman saya ke kantor untuk mengerjakan pekerjaan yang harus diselesaikan hari itu. Sesampainya di kantor, saya nge-net sembari menunggu teman saya menyelesaikan pekerjaannya. Saya buka web oriflame, dan pada saat yang sama Mbak Elya Afifah menelpon dan memberi tahu kurang sedikiiit lagi saya bisa manager 12%. Waktu tersisa tinggal 1 Jam. Saya harus menelpon beberapa orang, memantau web, belanja, dll. Entah sadar nggak sadar, saya jadi heboh sendiri mondar mandir telpon, panik, order, cek poin, dll. Teman saya mungkin sampai heran kali yaa hehhehehehe.... "orang yang aneh", mungkin begitu pikirnya :-P. Sampai akhirnya jam 19.00 WIB, order ditutup, dan Alhamdulillah lima menit sebelum ditutup, saya resmi Manager 12% :-) Saya cek juga akun kakak saya, dan dia manager 15% untuk pertama kalinya...huaahhh....nggak nyangkaaa ^^ Terima Kasih Tuhan saya mendapatkan Master dan Manager di bulan Juni yang berkah ini, di bulan ulang tahun ibu saya :-)
Saya sadari, beberapa bulan ini sepertinya semangat menurun, usaha pun menurun, begitu pula dengan belajar di bisnis ini, beberapa orang team saya mengalami juga. Kami disibukkan dengan berbagai macam hal, ada yang kuliah, ujian, pekerjaan, persiapan pernikahan, urusan rumah tangga, bahkan ada yang sedang sakit.
Mari kawan, kita belajar lagi, berusaha lagi, dan bersemangat lagi ^^.
Peluk satu-satu semua tim ku dan leader-leaderku :)
Sahabat Sedari Kecil
12:21 PM
Sungguh saya merasa begitu beruntung, dikelilingi banyak orang hebat dan sangat menginspirasi bagi saya. Saya pun sangat bersyukur, memiliki sahabat-sahabat yang masih dekat sampai saat ini, baik itu sahabat SD, SMP, SMA, kuliah, kerja, dan lain-lain.
Fitria Nungky Harjanti. Tetangga saya di rumah, teman sekelas ketika SD, bersekolah di SMP dan SMA yang sama pula, dan kuliah pun satu almamater dengan saya. Kami mulai sering bermain bersama sejak SD, sering kali setiap pulang sekolah saya langsung meluncur ke rumahnya yang tak jauh dari rumah saya untuk bermain ataupun belajar. Ibu dan Bapak saya bekerja kala itu, sehingga saya tidak punya teman di rumah. Makan siang pun sering sekali di rumah Nungky, disiapkan oleh ibunya yang begitu baik pada saya. Bermain berbagai macam permainan, yang lebih sering membuat kami banyak berimajinasi. Meskipun saya tidak jarang pula nakal terhadapnya kala itu, tetap saja persahabatan kami bisa berlanjut sampai saat ini (maaf yaa Nungky...hehehehe...) :)
Uniknya, di sekolah kami sangat jarang bermain bersama. Mungkin orang-orang tak mengira ternyata kami begitu dekat. Namun jika sudah di rumah, kami bisa berjam-jam berbincang mengenai banyak hal sampai lupa waktu. Membicarakan tentang kampung kami dan apa yang bisa kami lakukan untuk dusun kami tercinta ini, sekolah, pacar, kehidupan, buku, dan juga tentang mimpi-mimpi ^^. Hmm...kami begitu menikmati "ke-lebay-an" kami ketika berangan-angan, menghirup segarnya udara Cageran, berdiri di atas tumpukan jerami di sawah sambil memandang ke langit, menyusur sawah dan melihat betapa indahnya tanah kelahiran kami, menyusun dan memainkan drama "bawang merah, bawang putih, dan bawang bombay" saat peringatan kemerdekaan RI, berbincang di depan masjid seusai rapat atau ngaji sampai tengah malam (sampai ibunya Nungky bingung nyariin hehehe..), sampai saling memberikan masukan ketika sedang menghadapi dilema...
Mimpi-mimpi kami di masa kecil mulai tercapai satu demi satu, meskipun masih begitu banyak mimpi kami yang masih harus diperjuangkan untuk dapat dicapai. Berbagai kendala banyak sekali dihadapi, namun masih ada harapan. Satu persen (1%) peluang tetaplah peluang. Saat ini, seperti episode kedua bagi cerita kami, memulai dari awal yang baru. Sejak kecil, kami belum pernah merantau. Kemudian di saat yang tidak terpaut begitu lama, saya pergi merantau ke Jakarta dan dia pergi lebih jauh lagi ke United Kingdom (UK).
Ahh...betapa aku ingin memelukmu erat, kawan... Meskipun tak sempat kita bertemu sebelum kamu berangkat, semoga kita segera dipertemukan dengan kondisi yang jauh lebih baik. Memiliki cerita yang penuh inspirasi untuk kita tuliskan di "novel" kita ini suatu saat kelak... ^^
Terima kasih telah menjadi sahabatku :)
Fighter
10:07 AM
Every single man was born to be a love seeker, to be a love fighter..
Being accepted or rejected are on the second place, but the very first thing is to express what man feel to the special woman in his life..
(Erns Saptenno)
Toothpick Game
9:44 AM
Suatu hari saya memutuskan untuk makan malam bersama sahabat
saya di RM Dua Puteri, jl. Sagan Jogja. Kami memesan ikan cakalang bakar,
kerang lada hitam, udang bakar pedas, tumis kangkung, jus mangga, dan jeruk
nipis panas. Jam 20.00 WIB kami pesan, namun bermenit-menit kami tunggu, yang
datang baru minumnya saja T.T padahal keburu lapar sekali. Bosan menunggu,
ngobrol ke sana ke mari, tak kunjung tiba pesanan kami. Lalu kemudian pandangan
mata saya tertuju pada tusuk gigi (toothpick) yang ada di meja. Saya ambil satu
genggam kecil, lalu mengajak sahabat saya main. “Main apa, Yun?” sahutnya. “Lihat
yaa…” kata saya sambil menggenggam tusuk gigi itu lalu sedikit diangkat ke atas
dan kemudian melepaskannya. Alhasil tusuk gigi itu bertebaran di meja dengan
posisi tumpang tindih, nah di sini kita harus mengambil semua tusuk gigi itu
tanpa boleh ada tusuk gigi lain yang bergerak. :D. Seru juga ternyata, sampai
akhirnya jam 21.00 WIB pesanan kami baru datang, itu pun dengan berkali-kali
kami tanyakan ke pelayannya :(
Tiba-tiba saja terinspirasi main toothpick game, karena saya ingat ketika
kecil sering main seperti ini dengan teman-teman saya namun menggunakan lidi
yang di patankan kecil-kecil. Kadang-kadang kami dulu menggunakan batu kerikil
juga. Jadi mengenang masa kecil yang indah ^^. Permainan tradisional yang
sederhana namun menyenangkan. Alhasil sekarang jika saya makan di rumah makan dengan
kawan saya ini, tusuk gigi di meja langsung kami cari-cari hehehehe…. Maaf yaa
pemilik rumah makan, kami ambil sedikit tusuk giginya buat mainan :-P
Kadang-kadang saya pun sengaja membawa sendiri, kalau-kalau dibutuhkan hihihihi
;)
Ryu
