Sahabat Sedari Kecil
12:21 PM
Sungguh saya merasa begitu beruntung, dikelilingi banyak orang hebat dan sangat menginspirasi bagi saya. Saya pun sangat bersyukur, memiliki sahabat-sahabat yang masih dekat sampai saat ini, baik itu sahabat SD, SMP, SMA, kuliah, kerja, dan lain-lain.
Fitria Nungky Harjanti. Tetangga saya di rumah, teman sekelas ketika SD, bersekolah di SMP dan SMA yang sama pula, dan kuliah pun satu almamater dengan saya. Kami mulai sering bermain bersama sejak SD, sering kali setiap pulang sekolah saya langsung meluncur ke rumahnya yang tak jauh dari rumah saya untuk bermain ataupun belajar. Ibu dan Bapak saya bekerja kala itu, sehingga saya tidak punya teman di rumah. Makan siang pun sering sekali di rumah Nungky, disiapkan oleh ibunya yang begitu baik pada saya. Bermain berbagai macam permainan, yang lebih sering membuat kami banyak berimajinasi. Meskipun saya tidak jarang pula nakal terhadapnya kala itu, tetap saja persahabatan kami bisa berlanjut sampai saat ini (maaf yaa Nungky...hehehehe...) :)
Uniknya, di sekolah kami sangat jarang bermain bersama. Mungkin orang-orang tak mengira ternyata kami begitu dekat. Namun jika sudah di rumah, kami bisa berjam-jam berbincang mengenai banyak hal sampai lupa waktu. Membicarakan tentang kampung kami dan apa yang bisa kami lakukan untuk dusun kami tercinta ini, sekolah, pacar, kehidupan, buku, dan juga tentang mimpi-mimpi ^^. Hmm...kami begitu menikmati "ke-lebay-an" kami ketika berangan-angan, menghirup segarnya udara Cageran, berdiri di atas tumpukan jerami di sawah sambil memandang ke langit, menyusur sawah dan melihat betapa indahnya tanah kelahiran kami, menyusun dan memainkan drama "bawang merah, bawang putih, dan bawang bombay" saat peringatan kemerdekaan RI, berbincang di depan masjid seusai rapat atau ngaji sampai tengah malam (sampai ibunya Nungky bingung nyariin hehehe..), sampai saling memberikan masukan ketika sedang menghadapi dilema...
Mimpi-mimpi kami di masa kecil mulai tercapai satu demi satu, meskipun masih begitu banyak mimpi kami yang masih harus diperjuangkan untuk dapat dicapai. Berbagai kendala banyak sekali dihadapi, namun masih ada harapan. Satu persen (1%) peluang tetaplah peluang. Saat ini, seperti episode kedua bagi cerita kami, memulai dari awal yang baru. Sejak kecil, kami belum pernah merantau. Kemudian di saat yang tidak terpaut begitu lama, saya pergi merantau ke Jakarta dan dia pergi lebih jauh lagi ke United Kingdom (UK).
Ahh...betapa aku ingin memelukmu erat, kawan... Meskipun tak sempat kita bertemu sebelum kamu berangkat, semoga kita segera dipertemukan dengan kondisi yang jauh lebih baik. Memiliki cerita yang penuh inspirasi untuk kita tuliskan di "novel" kita ini suatu saat kelak... ^^
Terima kasih telah menjadi sahabatku :)