Jakarta oh Jakarta
4:06 PM
Apa yang kamu bayangkan pertama kali ketika mendengar kata Jakarta?? Monas, ibukota, gedung tinggi, macet, kerja, polusi, modern, artis, dufan, atau apa lagi??
Ya, semua itu benar adanya. Saat ini saya di sini, di kota besar penuh dinamika kehidupan (lebay dehh...). Meskipun mungkin tidak akan terlalu lama, tapi adaptasi situasi di sini membuat badan saya yang agak protes. Beberapa penyakit yang hampir sembuh saja mulai kambuh lagi, akibat rutinitas di kota besar ini hohoho....
Bagian yang saya suka dari Jakarta adalah di daerah-daerah pusat kota, dengan gedung-gedung tinggi menjulang, jalanan tertata (terlihat ketika tidak macet), monas, pusat pemerintahan, jalan-jalan protokol di Jakarta Pusat. MACET...satu kata penghancur kekaguman gadis desa ini ketika merasakan betapa stres berada di tengah kemacetan ~~".
Ketika mulai berjalan mengelilingi dan mulai merasakan kehidupan di Jakarta sebagai seorang perantau dari daerah yang nyaman Daerah Istimewa Yogyakarta, saya mulai mengerti dan melihat begitu banyak kenyataan yang sering kali diceritakan orang lain maupun di televisi. Pengemis hampir ada di setiap jembatan penyeberangan, tepi jalan, rumah makan, kereta, terminal, dll. Apapun rasanya bisa jadi uang dan mata pencaharian di sini, meskipun saya tahu itu pasti sulit dan penuh perjuangan. Pedagang kaki lima dimana-mana, bahkan ada yang bawa sepeda memboncengkan "jumbo" tempat air minum lalu menjual minuman keliling kota, calo tiket, jualan makanan macem-macem, semir sepatu, dll.
Jalanan selalu macet, terutama kalau sore pulang kantor dan pagi berangkat kantor. Berangkat kantor saya bisa memerlukan waktu 15-20 menit naik angkot, tapi pulangnya bisa sampai 1 jam lebih ckckckckc,,,, capek di jalan!! Itulah kota besar dengan kepadatan penduduk yang tinggi. Adanya bus transjakarta belum mampu menghapus kemacetan yang terjadi (sangat sulit pastinya mengubah kondisi ini).
Oiya, salah satu hal yang mebuat saya terkejut (karena melihat sendiri) adalah ketika sedang perjalanan menuju Bekasi bersama sepupu saya melewai jalan daerah dekat stasiun Jatinegara. Apa?? Saya terkejut ketika melihat banyak sekali wanita yang cukup cantik (kalo menutut saya loh ya), pakai hot pants dan tanktop, dandan, berderet-deret berdiri di tepi jalanan. Ada beberapa yang "disamperi" oleh laki-laki (ada yang tua dan muda), ada yang pelukan ditempat itu juga, ada yang ikut membonceng, ada yang masih berdiri karena belum ada yang mau menghampirinya. aaahhhh.....sedang apa mereka??? hemm...tanpa diberitahu pastilah orang-orang akan tahu apa yang mereka lakukan di sana. Miris rasanya.... :'(
Tidak semua keburukan ada di Jakarta, banyak pula kebaikan dan keuntungan yang bisa kita peroleh di sini... Saya sedang belajar kehidupan... bersahabatlah Jakarta ^^
Ya, semua itu benar adanya. Saat ini saya di sini, di kota besar penuh dinamika kehidupan (lebay dehh...). Meskipun mungkin tidak akan terlalu lama, tapi adaptasi situasi di sini membuat badan saya yang agak protes. Beberapa penyakit yang hampir sembuh saja mulai kambuh lagi, akibat rutinitas di kota besar ini hohoho....
Bagian yang saya suka dari Jakarta adalah di daerah-daerah pusat kota, dengan gedung-gedung tinggi menjulang, jalanan tertata (terlihat ketika tidak macet), monas, pusat pemerintahan, jalan-jalan protokol di Jakarta Pusat. MACET...satu kata penghancur kekaguman gadis desa ini ketika merasakan betapa stres berada di tengah kemacetan ~~".
Ketika mulai berjalan mengelilingi dan mulai merasakan kehidupan di Jakarta sebagai seorang perantau dari daerah yang nyaman Daerah Istimewa Yogyakarta, saya mulai mengerti dan melihat begitu banyak kenyataan yang sering kali diceritakan orang lain maupun di televisi. Pengemis hampir ada di setiap jembatan penyeberangan, tepi jalan, rumah makan, kereta, terminal, dll. Apapun rasanya bisa jadi uang dan mata pencaharian di sini, meskipun saya tahu itu pasti sulit dan penuh perjuangan. Pedagang kaki lima dimana-mana, bahkan ada yang bawa sepeda memboncengkan "jumbo" tempat air minum lalu menjual minuman keliling kota, calo tiket, jualan makanan macem-macem, semir sepatu, dll.
Jalanan selalu macet, terutama kalau sore pulang kantor dan pagi berangkat kantor. Berangkat kantor saya bisa memerlukan waktu 15-20 menit naik angkot, tapi pulangnya bisa sampai 1 jam lebih ckckckckc,,,, capek di jalan!! Itulah kota besar dengan kepadatan penduduk yang tinggi. Adanya bus transjakarta belum mampu menghapus kemacetan yang terjadi (sangat sulit pastinya mengubah kondisi ini).
Oiya, salah satu hal yang mebuat saya terkejut (karena melihat sendiri) adalah ketika sedang perjalanan menuju Bekasi bersama sepupu saya melewai jalan daerah dekat stasiun Jatinegara. Apa?? Saya terkejut ketika melihat banyak sekali wanita yang cukup cantik (kalo menutut saya loh ya), pakai hot pants dan tanktop, dandan, berderet-deret berdiri di tepi jalanan. Ada beberapa yang "disamperi" oleh laki-laki (ada yang tua dan muda), ada yang pelukan ditempat itu juga, ada yang ikut membonceng, ada yang masih berdiri karena belum ada yang mau menghampirinya. aaahhhh.....sedang apa mereka??? hemm...tanpa diberitahu pastilah orang-orang akan tahu apa yang mereka lakukan di sana. Miris rasanya.... :'(
Tidak semua keburukan ada di Jakarta, banyak pula kebaikan dan keuntungan yang bisa kita peroleh di sini... Saya sedang belajar kehidupan... bersahabatlah Jakarta ^^