Kerjaan yang fleksibel waktu, tempat, dan penghasilan
9:02 PM
"Yuyun, kamu keliatannya semangat banget sih jalanin bisnis ini?" kata seorang kawan. YUP....saya memang serius menjalani pekerjaan yang menurut saya menyenangkan ini. "Kenapa ini?" banyak juga yang bertanya seperti itu. Baiklah, saya akan coba bercerita sedikit (karena waktu saya terbatas kali ini hehehe).
- Bisnis ini tidak terbatas waktu. Saya bisa menjalankannya kapan pun saya mau, kalau capek ya istirahat, kalo pengen libur ya bisa banget, mau malem, pagi, siang, seharian juga bisa. Kalaupun saya punya pekerjaan yang lain (ngantor, kuliah, ngurusin ternak, dll), masih tetep bisaa banget saya jalanin semuanya. So penghasilan bisa dari beberapa sumber deh... hehehe.. :)
- Bisnis ini tidak terbatas tempat. Maksudnya? Ya mau dimanapun saya melakukannya ya bisa aja. Mau rumah di desa, di pinggiran, di kota, di gunung, di kebon, kita tetap bisa menjalankan usaha ini. Apalagi jika akses internet lancar, sangat membantu. Buat ibu-ibu yang mengurus anaknya dan tidak tega ninggalin anaknya, cocok banget! Soalnya di rumahpun ibu bisa menghasilkan uang looh....
- Bisnis ini tidak terbatas penghasilannya. Mau gaji Rp 50ribu/bulan, Rp 500ribu/bulan, Rp 5juta/bulan, Rp 50 juta/bulan, sampai Rp 500juta/bulan pun BISA!. Tidak perlu nunggu puluhan tahun untuk gaji puluhan juta per bulan. Beberapa bulan pun bisa kok gajian jutaan. Semua tergantung kinerja kita tentunya ;) Yang yakin dan mau berusaha, ya insyaAllah pasti bisa.
- Bisnis ini penuh semangat. Di sini, kita saling menyemangati dan memotivasi. Penuh inspirasi dan menjadikan hidup lebih bergairah dan berani bermimpi. Rasanya seperti mendapatkan motivation training tiap hari.
- Bisnis ini menjadikan punya banyak kawan. Kawan kita akan selalu bertambah, dari cuma satu, sepuluh, seratus, bahkan seribu atau lebih. Saya suka punya banyak kawan. Saya sangat menikmati betul semua ini.
Saya bergabung bersama d'BC-network, kami menjalankan bisnis Oriflame. Saya memiliki banyak mimpi, dan saya berusaha keras untuk mewujudkannya. SAYA YAKIN SAYA BISA!
APA MIMPIMU KAWAN? ;)
APA MIMPIMU KAWAN? ;)
Mau gabung bareng saya? Bisa banget, caranya mudah, klik gambar di bawah ini yah:
Kasih boneka atau mobil-mobilan??
12:09 PM
Seorang pernah bertanya pada saya "kalo kita mau menyenangkan seorang anak..kita ngasih boneka atau mobil-mobilan?". Kemuadian saya pun menjawab, " ya tergantung, dia sukanya apa". Dia pun membalas lagi "ya itu dia...kalo dia laki suka mobil-mobilan kalo perempuan suka boneka...jadi untuk menyenangkan orang lain TIDAK CUKUP dengan niat..kita harus tau apa yang membuatnya senang...jadi kalo kamu menganggap itu baik tetapi orang tidak suka ya jangan dipaksakan,,kita harus memberi apa yang orang suka...bukan apa yang MENURUT kita baik/suka".
Hal itu diungkapkan disebabkan oleh perbedaan antara laki-laki dan perempuan yang memang kenyataannya tidak sama. Perempuan (sebagian besar) suka bercerita dan laki-laki (sebagian besar) tidak. Saya sebagai perempuan, senang menceritakan pengalaman hari ini yang terjadi, permasalahan, ketemu siapa, sedang mengalami apa, dll kepada keluarga, teman apalagi pacar (meskipun tidak semuanya diceritakan). Hal itu dilakukan untuk semakin dekat, agar bisa saling tahu dan mengerti. Perempuan juga suka untuk bertanya apa yang dilakukan pacarnya, untuk apa? Ya agar kita tahu apa yang sedang dilakukan dan dirasakan. Tapi itu disebut laki-laki sebagai "interogasi" yang mengganggu dan mengakibatkan seringnya laki-laki berbohong.
Kebalikannya, sifat tertutup laki-laki dan "bohong" nya tersebut, sering kali justru perempuan merasa "tidak dianggap ada" untuk berbagi cerita dan mengenalnya lebih jauh. Sebenarnya tidak ada yang salah dengan perbedaan ini. Hanya saja dibutuhkan SALING PENGERTIAN satu sama lain. Mudah memang mengucapkannya, tapi sulit memang aplikasinya, ego sering kali keluar terlebih dahulu. Memahami orang lain itu pun sulit, tapi itulah rintangan, semak belukar, jalanan terjal, bahkan jurang yang harus kita takhlukkan untuk bisa saling memahami. Menghindari terlalu banyak "menginterogasi" bagi wanita dan mencoba untuk "terbuka" bagi laki-laki. Saling mengerti keadaan yang sedang terjadi. Selamat berjuang...
23 Maret 2012 @kamar kos, Jakarta
Gabung bareng Riyuni yuuuukkkk....
3:45 PM
Selalu banyak yang tanya. Gimana sih cara bergabung dengan grupnya Riyuni?? Yuuk saya ajak langsung untuk mengikuti langkah-langkah bergabung, check this out yaa:
- "ISI DATA ANDA" => "KLIK DISINI < GABUNG SEKARANG", nah silakan di klik.
- Isi Data yang diminta, usernamenya jangan ada unsur kata oriflamenya ya.
- Melakukan transfer uang ke rekening Oriflame sejumlah uang pendaftaran, Rp 39.900 (murah kan).
- No rekening Oriflame atas nama: PT. ORINDO ALAM AYU
- CIMB Niaga - Cabang Lippo Plaza A/C 440-01-00229-00-7
- BCA - Cabang Wisma GKBI A/C 006-300189-6
- Bank Mandiri - Cabang Melawai A/C 126-0005016562
- Bukti Transfer di foto (atau scan), "KTP" atau ID lainnya (paspor atau SIM) juga di foto (scan). Kirim file foto bukti pembayaran pendaftaran dan file ID ke riyuni.asih@gmail.com
- Ketika sudah terdaftar ke Oriflame, sudah resmi deh masuk dalam jaringan Riyuni.
- Gampang kan.
yuuuk segera gabung, bersama meraih sukses ^^
Jakarta oh Jakarta
4:06 PM
Apa yang kamu bayangkan pertama kali ketika mendengar kata Jakarta?? Monas, ibukota, gedung tinggi, macet, kerja, polusi, modern, artis, dufan, atau apa lagi??
Ya, semua itu benar adanya. Saat ini saya di sini, di kota besar penuh dinamika kehidupan (lebay dehh...). Meskipun mungkin tidak akan terlalu lama, tapi adaptasi situasi di sini membuat badan saya yang agak protes. Beberapa penyakit yang hampir sembuh saja mulai kambuh lagi, akibat rutinitas di kota besar ini hohoho....
Bagian yang saya suka dari Jakarta adalah di daerah-daerah pusat kota, dengan gedung-gedung tinggi menjulang, jalanan tertata (terlihat ketika tidak macet), monas, pusat pemerintahan, jalan-jalan protokol di Jakarta Pusat. MACET...satu kata penghancur kekaguman gadis desa ini ketika merasakan betapa stres berada di tengah kemacetan ~~".
Ketika mulai berjalan mengelilingi dan mulai merasakan kehidupan di Jakarta sebagai seorang perantau dari daerah yang nyaman Daerah Istimewa Yogyakarta, saya mulai mengerti dan melihat begitu banyak kenyataan yang sering kali diceritakan orang lain maupun di televisi. Pengemis hampir ada di setiap jembatan penyeberangan, tepi jalan, rumah makan, kereta, terminal, dll. Apapun rasanya bisa jadi uang dan mata pencaharian di sini, meskipun saya tahu itu pasti sulit dan penuh perjuangan. Pedagang kaki lima dimana-mana, bahkan ada yang bawa sepeda memboncengkan "jumbo" tempat air minum lalu menjual minuman keliling kota, calo tiket, jualan makanan macem-macem, semir sepatu, dll.
Jalanan selalu macet, terutama kalau sore pulang kantor dan pagi berangkat kantor. Berangkat kantor saya bisa memerlukan waktu 15-20 menit naik angkot, tapi pulangnya bisa sampai 1 jam lebih ckckckckc,,,, capek di jalan!! Itulah kota besar dengan kepadatan penduduk yang tinggi. Adanya bus transjakarta belum mampu menghapus kemacetan yang terjadi (sangat sulit pastinya mengubah kondisi ini).
Oiya, salah satu hal yang mebuat saya terkejut (karena melihat sendiri) adalah ketika sedang perjalanan menuju Bekasi bersama sepupu saya melewai jalan daerah dekat stasiun Jatinegara. Apa?? Saya terkejut ketika melihat banyak sekali wanita yang cukup cantik (kalo menutut saya loh ya), pakai hot pants dan tanktop, dandan, berderet-deret berdiri di tepi jalanan. Ada beberapa yang "disamperi" oleh laki-laki (ada yang tua dan muda), ada yang pelukan ditempat itu juga, ada yang ikut membonceng, ada yang masih berdiri karena belum ada yang mau menghampirinya. aaahhhh.....sedang apa mereka??? hemm...tanpa diberitahu pastilah orang-orang akan tahu apa yang mereka lakukan di sana. Miris rasanya.... :'(
Tidak semua keburukan ada di Jakarta, banyak pula kebaikan dan keuntungan yang bisa kita peroleh di sini... Saya sedang belajar kehidupan... bersahabatlah Jakarta ^^
Ya, semua itu benar adanya. Saat ini saya di sini, di kota besar penuh dinamika kehidupan (lebay dehh...). Meskipun mungkin tidak akan terlalu lama, tapi adaptasi situasi di sini membuat badan saya yang agak protes. Beberapa penyakit yang hampir sembuh saja mulai kambuh lagi, akibat rutinitas di kota besar ini hohoho....
Bagian yang saya suka dari Jakarta adalah di daerah-daerah pusat kota, dengan gedung-gedung tinggi menjulang, jalanan tertata (terlihat ketika tidak macet), monas, pusat pemerintahan, jalan-jalan protokol di Jakarta Pusat. MACET...satu kata penghancur kekaguman gadis desa ini ketika merasakan betapa stres berada di tengah kemacetan ~~".
Ketika mulai berjalan mengelilingi dan mulai merasakan kehidupan di Jakarta sebagai seorang perantau dari daerah yang nyaman Daerah Istimewa Yogyakarta, saya mulai mengerti dan melihat begitu banyak kenyataan yang sering kali diceritakan orang lain maupun di televisi. Pengemis hampir ada di setiap jembatan penyeberangan, tepi jalan, rumah makan, kereta, terminal, dll. Apapun rasanya bisa jadi uang dan mata pencaharian di sini, meskipun saya tahu itu pasti sulit dan penuh perjuangan. Pedagang kaki lima dimana-mana, bahkan ada yang bawa sepeda memboncengkan "jumbo" tempat air minum lalu menjual minuman keliling kota, calo tiket, jualan makanan macem-macem, semir sepatu, dll.
Jalanan selalu macet, terutama kalau sore pulang kantor dan pagi berangkat kantor. Berangkat kantor saya bisa memerlukan waktu 15-20 menit naik angkot, tapi pulangnya bisa sampai 1 jam lebih ckckckckc,,,, capek di jalan!! Itulah kota besar dengan kepadatan penduduk yang tinggi. Adanya bus transjakarta belum mampu menghapus kemacetan yang terjadi (sangat sulit pastinya mengubah kondisi ini).
Oiya, salah satu hal yang mebuat saya terkejut (karena melihat sendiri) adalah ketika sedang perjalanan menuju Bekasi bersama sepupu saya melewai jalan daerah dekat stasiun Jatinegara. Apa?? Saya terkejut ketika melihat banyak sekali wanita yang cukup cantik (kalo menutut saya loh ya), pakai hot pants dan tanktop, dandan, berderet-deret berdiri di tepi jalanan. Ada beberapa yang "disamperi" oleh laki-laki (ada yang tua dan muda), ada yang pelukan ditempat itu juga, ada yang ikut membonceng, ada yang masih berdiri karena belum ada yang mau menghampirinya. aaahhhh.....sedang apa mereka??? hemm...tanpa diberitahu pastilah orang-orang akan tahu apa yang mereka lakukan di sana. Miris rasanya.... :'(
Tidak semua keburukan ada di Jakarta, banyak pula kebaikan dan keuntungan yang bisa kita peroleh di sini... Saya sedang belajar kehidupan... bersahabatlah Jakarta ^^