Banjir Lahar Dingin Menghanyutkan Sapi dan Menimbun Rumah Warga
12:56 PM
Semalam, terjadi banjir lahar dingin di sepanjang aliran kali gendol yang berlanjut ke kali Opak. Pertama kali tahu kalau keadaan cukup mengkhawatirkan ketika ada pengumuman dari speaker masjid yang meminta anggota kelompok kandang Anggrek Mukti Cageran untuk segera ke kandang karena kandang dusun Catur (sebelah utara Cageran) telah kemasukan air dan ternaknya ada yang hanyut terbawa banjir. Kemudian saya bersama mas Bayu dan Bapak bergegas ke kandang yang letaknya di sebelah barat dusun dan tidak jauh dari kali Opak, untuk melihat situasi.
Di sebelah barat dusun kami ternyata sudah ramai orang yang ingin melihat keadaan. Suara gemuruh air jelas sekali terdengar, bau belerang pun semakin terasa. Karena malam hari membuat suasana menjadi agak menegangkan dan sulit melihat sekitar. Saya dan Bapak memutuskan untuk melihat kondisi di utara dusun. Ternyata aliran air menyimpang dari jalur kali, sehingga melalui sawah dan perkampungan dusun Ngerdi. Malam itu tim SAR berusaha menyelamatkan warga yang terjebak di tengah dusun. Dusun Ngerdi berada di tengah dua aliran kali yang keduanya menjadi jalur lahar dingin, sehingga sangat rawan terkena banjir. Beberapa puluh tahun lalu bahkan dusun ini sudah pernah habis terendam pasir lahar dingin dan membuat warganya bedol desa ke daerah lain. Dan kali ini juga, rumah-rumah sudah kemasukan pasir dan memaksa warganya untuk beranjak dari rumah mereka.
Paginya ketika kami tinjau ulang, pasir terhampar di bekas persawahan dan di tengah kampung. Rumah-rumah sudah tak layak huni lagi, belum lagi dibayangi banjir yang kemungkinan besar akan datang lagi. Pagi ini mereka mengevakuasi barang-barang yang masih bisa diselamatkan dan juga ternak-ternaknya. Miris sekali melihatnya. Jalur kali yang ada ditepi dusun ini bahkan sudah tertutup pasir, dan aliran air berpindah ke persawahan dan tengah kampung.
Arus air juga menggasak kandang sapi milik kelompok peternak dusun Caturharjo (dusun ini tepat di sebelah utara dusun yang saya tinggali). Air mengalir di kandang yang berlokasi tepat di sisi kali opak. Sapi-sapi dievakuasi, namun ada satu sapi yang hanyut terbawa arus sampai beberapa km dan ditemukan selamat keesokan harinya.
Kekhawatiran belum berakhir sampai pagi ini, karena masih besar kemungkinan akan datang lagi banjir yang lebih besar. Semoga saja air yang datang mengalir sesuai jalurnya, sehingga tidak melalui dusun-dusun lain di bantaran kali. Semoga saudara-saudara yang tertimpa musibah diberikan kesabaran... Amin.
