TIPS Persiapan Menjelang Pendaftaran CPNS
9:56 PM
![]() |
| Sumber: http://makassar.tribunnews.com |
Sekarang sudah bulan September 2018, dan kabarnya akan ada pembukaan lowongan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di berbagai instansi. Bagi yang ingin jadi Pegawai Negeri sebaiknya mulai aktif mempersiapkan diri, karena kalau hanya mengandalkan keberuntungan dan tidak kita usahakan, ya mustahil dapat kesempatan.
Saya sudah pernah mengikuti beberapa kali tes CPNS, dari sejak ngga niat sama sekali, sampai yang serius sekali 😁 Ndilalah, saya keterima saat niat dan usahanya paling kuat hehhee... Tapi banyak orang juga sih yang tidak niat dan tidak belajar pun lulus tes CPNS dengan cemerlang. Tapi percayalah, seenggak niatnya, pasti ada usaha yang dilakukan 😎
Ada beberapa persiapan yang sebaiknya kita lakukan (menurut saya) agar saat pendaftaran tiba, tidak terlalu tergesa-gesa:
- Kelengkapan Dokumen
Dokumen yang diperlukan untuk pendaftaran CPNS biasanya standar sih, hampir sama tiap instansi dan setiap tahunnya, antara lain: ijazah dan transkrip nilai/NEM dari SD - Kuliah (asli, legalisir, scan), KTP (asli, fotocopy, scan), SKCK (asli dan legalisir), Kartu Keluarga (asli dan legalisir), surat keterangan akreditasi jurusan/fakultas, sertifikat TOEFL (tidak semua instansi minta ini), dll tergantung instansinya minta tambahan dokumen apa. Lebih baik cek ke website instansi dan lihat rekrutmen tahun sebelumnya, biasanya tidak akan jauh berbeda. - Update Informasi
Jangan lupa update berita dan informasi seputar penerimaan CPNS, follow akun sosial media instansi yang diminati (biasanya update infonya), sering-sering baca berita, dan komunikasi sama teman yang sama-sama mau daftar. Website resmi Badan Kepegawaian Negara: www.bkn.go.id atau kalau untuk pendaftaran CPNS di https://sscn.bkn.go.id - Belajar
Kalau memang niat jadi PNS, belajar. Apa yang dipelajari? Soal-soal yang akan diujiankan, tahap pertama adalah Tes Kemampuan Dasar (TKD). TKD terdiri dari 3 bagian, yaitu Tes Intelegensia Umum (TIU), Tes Wawasan Kebangsaan (TWK), dan Tes Kepribadian. TIU semacam tes IQ dan pengetahuan umum. TWK ini mengasah pengetahuan tentang kebangsaan seperti, UUD 1945, Pancasila, sejarah, politik, dll. TWK ini paling sulit, terbukti banyak yang gagal. Sedangkan untuk Tes Kepribadian tidak begitu sulit sih, karena tidak ada jawaban benar salah, tapi pakai bobot nilai.
TKD merupakan penentu kamu lolos seleksi berikutnya atau tidak, bahkan untuk instansi yang rekrutmennya sangat banyak, ujiannya ya cuma TKD ini, nilai paling tinggi yang diterima. Namun ada juga instansi yang yang setelah lolos TKD, ada tahap Tes Kemampuan Bidang (TKB), Psikotes, dan wawancara. Untuk mengikuti tes lanjutan, hanya diambil 3:1 lowongan yang ada. Jadi misalnya ada 1 lowongan jabatan, yang bisa ikut tes lanjutan hanya 3 orang dengan peringkat TKD tertinggi. Makanya penting untuk bisa dapatkan nilai tinggi di TKD, atau berharap setidaknya sainganmu ngga lebih tinggi dari nilaimu hehehhehe...
Kalau saya dulu sih lebih suka yang tesnya banyak, karena peluang jadi lebih besar meningkatkan nilai di wawancara atau tes lain.
Trus kalau ngga niat ikut ujian? Ya TIDAK USAH DAFTAR, buang-buang waktu. Apalagi kalau sudah ketrima lalu mengundurkan diri, mending tidak usah daftar, kasihan peluang orang lain jadi hilang gara-gara keegoisan atau ketidakniatan seseorang. - Tentukan Pilihan
Akan lebih bagus kalau punya minat mau kerja di instansi mana, baru kemudian ditentukan ketika pengumuman penerimaan sudah ada. Akan ketahuan posisi apa saja yang dibutuhkan. Perkirakan pula peluang-peluang keterima atau tidaknya. Misalnya, berapa posisi yang dibutuhkan, dll. Selain itu, pertimbangkan juga hal-hal lainnya, baru diputuskan akan pilih yang mana.
Setiap orang punya pertimbangan sih untuk menentukan pilihannya.
Contohnya kalau pertimbangan saya dulu: - Lokasi: lokasi yang dekat dengan keluarga agar tetap berkumpul, dan kalaupun mau mudik ke Jogja masih mudah
- Mutasi: pilih yang kantornya cuma 1, jadi tidak dimutasi ke luar daerah
- Transportasi: mudah dijangkau akses transportasi dari rumah, baik kendaraan umum maupun pribadi
- Posisi: ada posisi/lowongan untuk jurusan saya
- Potensi: pekerjaannya memiliki potensi yang baik untuk karir maupun pengembangan diri, tidak cuma asal jadi PNS.
- Siapkan Mental, Gaji PNS Tidak Besar!
Gaji PNS itu tidak besar, apalagi gaji pokoknya, di bawah UMR untuk di beberapa lokasi. Ada tunjangan, tapi berbeda-beda jumlahnya/nilainya di tiap instansi. Nah selama masih CPNS, gaji dibayarkan 80% saja. Bisa googling untuk tahu gaji PNS. Ini bisa jadi pertimbangan buat kamu yang mau jadi PNS, jangan sampai nanti ngeluh dan nyalahin pemerintah kalau gajinya tidak lebih besar dari uang jajan yang dikasih orang tua 😔 Kan kamu sendiri yang mau jadi PNS hahhahaha
Tapi meskipun begitu, bukan berarti PNS tidak bisa hidup layak sih, ya harus upgrade terus ilmu finansialnya biar bisa lebih baik hidupnya. Sisihkan beberapa bagian penghasilan buat upgrade otak dan sedekah.
Demikian sedikit informasi dari saya, semoga bermanfaat, kalaupun tidak ya sudah tidak apa-apa hehehehhehe
Salam,
Ryu
Salam,
Ryu