My Diary.
to Share my Life Events

Apakah yang membuatmu merasa bahagia?


Bahagia pasti pernah dirasakan setiap orang. Apa saja sih yang bisa membuatmu merasa bahagia? Banyak hal dan kejadian yang bisa membuat seseorang bahagia, tidak hanya hal-hal "besar" yang bisa membuat kita bahagia tetapi banyak pula hal-hal yang sederhana begitu membuat hati bergetar, senyum tersungging indah, mata memancarkan kebahagiaan, dan pikiran tenang dan senang ^^.

Salah satu hal yang membuat bahagia menurut saya pribadi adalah ketika tahu ternyata begitu banyak orang yang menyayangi dan memperhatikan kita. Bukan dalam konteks kita begitu dikagumi, dielu-elukan, dan dibangga-banggakan karena keunggulan kita, namun lebih pada ketulusan untuk menyayangi dan menganggap kita sebagai bagian dari hidup orang lain yang berarti. Hal-hal sederhana yang seringkali tidak kita anggap penting yang sebenarnya wujud cinta dari orang-orang terdekat kita begitu banyak. 

Teringat ketikan ayah kita menunggu di depan rumah sampai kita pulang di malam hari. Ada ibu yang rela menyuapi anaknya yang akan berangkat sekolah (meskipun anaknya udah bessaar) :-P.  Ada yang rela mengantar adeknya malam-malam ke kota yang jaraknya cukup jauh buat ambil hape yang ketinggalan. Ada teman-teman yang begitu merindukan kebersamaan dengan kita. Ucapan dan doa-doa baik di hari ulang tahun dari sahabat dan keluarga. Masih banyak yang ingat tanggal lahir kita meskipun tidak ditampilkan di facebook. Hadiah alunan tembang Bruno Mars "just the way you are" yang dinyanyikan dan diiringi gitar sendiri di tengah malam. Tidur bareng sahabat-sahabat di kamar kosan. Berbagi jambu dengan sesama pecinta jambu. Bersepeda pagi bareng sambil curhat. Orang yang pernah kita lukai hatinya masih begitu memperhatikan kita dan memaafkan kita. Saling bantu menyelesaikan penelitian. Cerita dengan sahabat sampai malam sampai-sampai dicari orangtua. Mengaji bersama. Saling memberi informasi lowongan kerja dan beasiswa. Dan masih banyak lagiii.... Tak akan cukup rasanya postingan ini memuat semuanya :)

Banyak sekali hal terjadi dalam hidup ini. Begitu banyak pula orang berlalu lalang dalam kehidupan kita. Ada yang melekat sampai lama, ada pula yang hanya numpang lewat. Apapun itu, saya mengucapkan terimakasih yang begitu besar untuk keluarga, sahabat, kawan, dosen, dll yang telah membuat saya merasakan kebahagiaan ^^. Tidak ada jaminan bahwa dalam hidup ini pasti akan terus bahagia, tetapi bukan tidak mungkin kita berusaha memberikan kebahagiaan bagi orang lain dan diri sendiri, meskipun itu dari hal-hal kecil.
Riyuni Asih Riyuni Asih Author

Kapan nikah?



Pada usia 20an ke atas, apalagi sudah lulus kuliah, pastinya akan sering mendapat pertanyaan "kapan nikah?". Bagi yang sudah siap dan punya calon, biasanya hanya senyum-senyum sambil bilang "doakan saja...". Bagi yang belum siap dan atau belum ada calon, biasanya akan bilang "aduh kapan yaa???". Saya berada di usia dimana pertanyaan tersebut sangat sering dilontarkan, hoho...dan ternyata banyak orang pun mengalami hal yang sama. Apalagi ketika ada teman, tetangga, ataupun sodara yang sedang atau akan menikah. Saya sering mengamati dan juga bertanya-tanya pada beberapa orang teman perempuan mengenai pernikahan, terutama yang belum menikah. Ternyata cukup banyak permasalahan-permasalahan yang membuat pernikahan belum juga dilaksanakan.

Ternyata menjadi orang dewasa itu tidak semudah bayangan dulu ketika kecil, yang seringkali membayangkan ingin cepat besar, lalu masuk SMP, SMA, kuliah, kerja, nikah, punya anak, dst. Permasalahan itu datang sesuai dengan umur dan kesiapan manusia. Bahkan ada yang direncanakan tetapi kenyataan tidak seperti bayangan dan harapan. Hidup ini proses. 

Seorang teman ada yang menangis mengetahui sahabatnya akan menikah, bukan karena tidak senang melihat sahabatnya bahagia, namun ia sedih memikirkan dirinya yang belum juga menikah karena terkendala restu orang tua. Restu orang tua memang sangat penting, sehingga tidak bisa memaksakan diri dan justru meluakai hati orang tua.

Ada juga yang sudah punya pasangan dan sudah yakin akan menikah (bahkan sudah dilamar), namun masih harus menunggu waktu yang cukup lama untuk menikah karena orang tua mengharuskannya bekerja dulu sebelum menikah. Ada benarnya sih, tapi kalau terlalu lama menunggu bukankah malah tidak baik juga ya? 


Ada lagi, sudah sangat merindukan pernikahan dan pasangan pun sudah ada, namun harus menunggu kakaknya dulu menikah agar tidak "nglangkahi" atau melangkahi kakaknya. Karena banyak yang masih percaya bahwa jika melangkahi kakaknya (terutama kakak perempuan) untuk menikah, maka kasihan kakaknya tersebut, akan sulit mendapat jodoh ~~". Lantas bagaimana jika si kakak belum kunjung punya calon? sedangkan usia sudah semakin merangkak naik.


Kisah lain, si laki-laki sudah siap untuk meminang di wanita, namun si wanita masih belum siap untuk menikah karena beberapa alasan. Di lain cerita, ada yang sebaliknya, si wanita keukeuh mau nikah segera, eeh si laki-laki mengulur waktu terus. Terbolak balik yah hehehe...


Di sisi lain, ada pula yang begitu merindukan datangnya belahan jiwa, namun tak kunjung datang... T.T 


Satu cerita yang membuat saya beripikir mencari logika, yaitu ketika orang tua belum juga mengijinkan anaknya menikah dengan pujaan hatinya karena "arah rumah". Tau maksudnya tidak? Hoho...jadi di Jawa, itu ada pemahaman memilih jodoh itu berdasarkan banyak aspek. Tidak hanya bibit, bebet, bobot, tapi juga arah rumah tinggal calon pasangannya itu. Saya juga kurang begitu paham, tapi salah satu contohnya adalah jika laki-laki itu tidak boleh sama perempuan yang tempat tinggal (rumah) terletak di arah "ngalor-ngulon" (bahasa jawa), kalo di Indonesia-kan ya arah barat laut. Seorang kenalan saya bahkan lama belum direstui gara-gara masalah ini. Apalagi sebelumnya keluarga mereka mengalami hal yang menyakitkan ketika sebelumnya melanggar "pemahaman" ini ketika anaknya yang lain menikah. Saya tidak menyalahkan mitos tersebut, tapi penasaran apa ya yang mendasari leluhur jaman dulu bisa menerapkan pemahaman itu. Hohoho...tapi banyak kok yang menikah dengan arah-arah yang dilarang itu, pernikahan mereka bahagia.


Sebenarnya, masih banyak sekali cerita dan dilema pra-nikah... Terkadang mungkin harus berpikir dulu sebelum bertanya pada orang lain mengenai pertanyaan "kapan nikah?". Ada yang mungkin tidak masalah, namun ada juga yang mungkin semakin galau dan bahkan tersinggung.... So, lihat-lihat dulu lah pada siapa kita bertanya hehehe....
Saya jadi tergelitik dan bertanya pada diri saya sendiri (meskipun sbelumnya sudah sangat banyak orang yang bertanya pada saya ~~"), "Yuyun, kapan nikah?" aw aw aw..... jawab apa yaaa????? hehehehehee.... "as soon as possible" aja kali yaa... Mohon doa dari pembaca sekalian hohoho.. ^^. 



Semoga semua mendapatkan kebahagiaan dan pasangan jiwanya. Amin ^^

Riyuni Asih Riyuni Asih Author

Instagram @riyuniasih

Riyuni's Facebook

Popular Posts

Translate

Total Pageviews

NetworkBlogs